Apa yang Dilakukan Setelah Lulus dari Pendidikan Luar Sekolah?

Apa yang Dilakukan Setelah Lulus dari Pendidikan Luar Sekolah? Nama saya Ayu Devi Efta Rini, dari Fakultas Ilmu Pendidikan, jurusam Pendidikan Luar Se...

DETIK-DETIK RAPAT KERJA NASIONAL (RAKERNAS) V IMADIKLUS
PLS : Harapan Sekaligus Ujung Tombak untuk Indonesia Lebih Baik

Apa yang Dilakukan Setelah Lulus dari Pendidikan Luar Sekolah?

Nama saya Ayu Devi Efta Rini, dari Fakultas Ilmu Pendidikan, jurusam Pendidikan Luar Sekolah, angkatan 2016, Universitas Negeri Surabaya. Saat memilih jurusan, saya tidak tahu apa itu Pendidikan Luar Sekolah. Namun, setelah mengetahui apa itu Pendidikan Luar Sekolah, saya merasa senang dan bangga mengambil jurusan Pendidikan Luar Sekolah.

Selama ini saya belum pernah terjun lansung sepenuhnya ke dalam masyarakat. Oleh karena itu, saya ingin belajar lebih baik lagi dalam jurusan Pendidikan Luar Sekolah ini agar dapat mengabdi sepenuhnya ke masyarakat. Setelah lulus dari Pendidikan Luar Sekolah, saya ingin menambah penglaman mengajar saya dengan menjadi guru PAUD di desa saya. Saya ingin mengembangkan masyarakat mulai dari yang paling dasar terlebih dahulu, yaitu anak-anak. Saya juga akan membuka Lembaga Bimbingan Belajar. Tentunya yang sederhana dan kecil-kecilan terlebih dahulu. Meski dari SMA saya sudah memiliki pengalaman mengajar menjadi guru TPQ maupun guru les, namun saya ingin lebih mengembangkan pengalaman saya lebih luas lagi dengan menjadi guru PAUD di desa saya. Karena, dari pengamatan saya guru PAUD di desa saya belum sepenuhnya lulusan S1 bahkan tidak ada yang lulusan S1 dari jurusan Pendidikamn Luar Sekolah ataupun PG-PAUD. Oleh karena itu, sebagai generasi penerus Pendidikan Luar Sekolah saya ingin memajukan desa saya dengan memulainya dari pendidikan paling dasar terlebih dahulu.

Semoga dengan memulai dari dasar lama kelamaan generasi penerus bangsa akan lebih berpendidikan maupun berbudi luhur. Saya juga, ingin memberikan penyuluhan-penyuluhan atau sosialisasi tentang “Pentingnya Karakter Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak”. Karena, sering saya temui gaya mendidik orang tua yang kasar dan terkesan acuh. Tidak mementingkan bagaimana pendidikan anak tersebut berkembang dan tumbuh tapi, hanya mementingkan hasil proses pendidikannya saja. Contoh ada anak yang jatuh dari sepeda, orang tua anak tersebut menolongnya namun, juga memarahi anak tersebut sehingga membentuk karakter anak yang tidak terbuka hinga berbohong kepada orang tua karena, takut dimarahi. Mereka akan melakukan apapun agar orang tua mereka tidak marah, seperti berbohong. Karena itulah, saya ingin memberikan penyuluhan atau sosialisasi tentang “Pentingnya Karakter Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak” tersebut. Sesuatu yang besar itu dimulai dari sesuatu yang dasar atau kecil terlebih dahulu. Itulah sekilas apa yang ingin saya lakukan setelah lulus.


Ayu Devi Efta Rini
PLS UNESA 2016

COMMENTS

WORDPRESS: 0