Beberapa Pendapat Mengenai Dasar-dasar Pendidikan

Beberapa Pendapat Mengenai Dasar-dasar Pendidikan. Urgensi dan arti penting pengantar pendidikan bagi Mahasiswa sebagai calon pendidik dibidang pendid...

Bukan Hanya Sekedar Sarjana Pendidikan
Pendidikan Luar Sekolah Antara Masalah dan Takdir

Beberapa Pendapat Mengenai Dasar-dasar Pendidikan. Urgensi dan arti penting pengantar pendidikan bagi Mahasiswa sebagai calon pendidik dibidang pendidikan luar sekolah

Komentar :

Apabila kita hendak membicarakan tentang sebuah materi tentang landasan pendidikan, terlebih dahulu akan disampaikan tentang hakikat belajar, pembelajaran dan pendidikan itu sendiri. Bila di lihat secara garis besarnya, maka akan di jabarkan sebagai berikut:

  • Belajar
  1. Kegiatan individu memperoleh pengetahuan, perilaku dan ketrampilan dengan cara mengolah bahan belajar (Dimyati dan mudjiono 2006:6)
  2. “Learning is shown by a change in behaviour as result of experience” atau belajar dapat dilakukan secara baik dengan jalan mengalami (Cronbach 1954:47)

Sehingga, dari kedua pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa Belajar adalah suatu kegiatan atau sebuah perubahan yang diperoleh oleh pembelajar dengan cara mengalaminya secara langsung guna mendapatkan suatu pengetahuan dengan cara mengolah dan mengimplementasikan pengalaman tersebut dalam kehidupan nyata.

  • Pembelajaran
  1. Kombinasi yang terorganisir yang meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedural yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan (Ocmar Hamalik (Sanjaya, 2008:6))
  2. Proses dimana tingkat seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu (Coney (dalam sagala, 2005:61))

Sehingga, pembelajaran sendiri adalah suatu proses yang digunakan untuk mengupayakan peserta didik agar dapat mengerti dan memahami suatu pengetahuan yang menjadi tujuannya dengan cara penggabungan antara beberapa faktor yang sudah di desain dan di setting sedemika rupa, agar dapat memampukan peserta didik memahami penegtahuan tersebut secara secara optimal.

Pendidikan itu sendiri menurut UU No. 20 Tahun 2003 yaitu tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara oleh karena itu pendidikan mempunyai sebuah tujuan yang diantaranya :

  1. Pendidikan sendiri pada hakikatnya merupakan proses pewarisan nilai-nilai filsafat, yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupan yang lebih baik atau sempurna dari keadaan sebelumnya;
  2. Pendidikan sebagai proses transformasi budaya merupakan kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain;
  3. Pendidikan merupakan proses pemanusiaan untuk menjadikan manusia memiliki rasa kemanusiaan, menjadi manusia dewasa, dan manusia seutuhnya agar mampu menjalankan tugas pokok dan fungsi secara penuh dan mengembangkan budaya;

Dapat dijabarkan juga, mengenai suatu konsep pendidikan berkarakter yang mempunyai 4 tujuan pembentukan sikap diantaranya :

  1. Urgensi dan arti penting mata kuliah ini bagi saudara sebagai calon pendidik dibidang pendidikan luar sekolah

Komentar :

Apabila kita hendak membicarakan tentang sebuah materi tentang landasan pendidikan, terlebih dahhulu akan disampaikan tentang hakikat belajar, pembelajaran dan pendidikan itu sendiri. Bila di lihat secara garis besarnya, maka :

  • Belajar
  1. Kegiatan individu memperoleh pengetahuan, perilaku dan ketrampilan dengan cara mengolah bahan belajar (Dimyati dan mudjiono 2006:6)
  2. “Learning is shown by a change in behaviour as result of experience” atau belajar dapat dilakukan secara baik dengan jalan mengalami (Cronbach 1954:47)

Sehingga, dari kedua pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa Belajar adalah suatu kegiatan atau sebuah perubahan yang diperoleh oleh pembelajar dengan cara mengalaminya secara langsung guna mendapatkan suatu pengetahuan dengan cara mengolah dan mengimplementasikan pengalaman tersebut dalam kehidupan nyata.

  • Pembelajaran
  • Kombinasi yang terorganisir yang meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedural yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan (Ocmar Hamalik (Sanjaya, 2008:6))
  • Proses dimana tingkat seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu (Coney (dalam sagala, 2005:61))

Sehingga, pembelajaran sendiri adalah suatu proses yang digunakan untuk mengupayakan peserta didik agar dapat mengerti dan memahami suatu pengetahuan yang menjadi tujuannya dengan cara penggabungan antara beberapa faktor yang sudah di desain dan di setting sedemika rupa, agar dapat memampukan peserta didik memahami penegtahuan tersebut secara secara optimal.

Pendidikan itu sendiri menurut UU No. 20 Tahun 2003 yaitu tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara oleh karena itu pendidikan mempunyai sebuah tujuan yang diantaranya :

  • Pendidikan sendiri pada hakikatnya merupakan proses pewarisan nilai-nilai filsafat, yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupan yang lebih baik atau sempurna dari keadaan sebelumnya;
  • Pendidikan sebagai proses transformasi budaya merupakan kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain;
  • Pendidikan merupakan proses pemanusiaan untuk menjadikan manusia memiliki rasa kemanusiaan, menjadi manusia dewasa, dan manusia seutuhnya agar mampu menjalankan tugas pokok dan fungsi secara penuh dan mengembangkan budaya;

Dapat dijabarkan juga, tentang suatu konsep pendidikan berkarakter yang mempunyai 4 tujuan pembentukan sikap diantaranya :

Sehingga pendidikan mempunyai suatu konsep yaitu Proses dimana seorang pembelajar mendapatkan suatu pendidikan yang memampukan dirinya untuk menjadi manusia yang semestinya. Sehingga dalam hal ini, pendidikan sangat penting dalam proses perubahannya.

Dalam hal ini, pendidikan mempunyai beberapa faktor yang dapat mensukseskan peserta didik dalam proses pematangannya, diantaranya :

Apabila dijabarkan, ke-4 rukun tersebut saling berkesinambungan, berikut beberapa penjelasannya :

  • Tujuan/program

Suatu proses pemeblajaran akan berjalan dengan baik bila kita telah merancang beberapa rencana kedepan yang akan dilakukan dan sesuai dengan tujuan atau target yang ingin dicapai. Sehingga program yang akan dilaksanakan akan berjalan sesuai dengan rencana yang telah dirancang serta tujuan yang ingin di capai.

  • Sumber Belajar

Dalam hal ini, sumber belajar mempunyai beberapa sumber, diantaranya:

  • Media Masa, yang berguna untuk mencari referensi dan beberapa rujuan yang terjamin keakuratan dan kebenarannya.
  • Buku, referensi yang dapat diperoleh dari buku-buku ataupun kamus yang sudah di cetak.
  • Pendidik, pendidik sendiri mempunyai tugas untuk mendidik. Mendidik disini mempunyai arti:
  • Mendidik adalah memberi pertolongan secara sadar dan sengaja kepada seorang anak (yang belum dewasa) dalam pertumbuhannya menuju ke arah kedewasaan, dalam arti dapat berdiri sendiri dan bertanggung jawab susila atas segala tindakannya menurut pilihannya sendiri (Langeveld, 1996);
  • Mendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak – anak, agar mereka sebagai manusia dan sebagi anggota masyarakat mendapat keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya (Ki Hajar Dewantara);

Sehingga, mendidik adalah suatu cara untuk memberi dan membagi pengetahuan baru kepada peserta didik agar dapat mengerti dan memahami hal-hal apa yang perlu dilakukan dan perlu dipertimbangkan. Dan dapat hidup dengan baik dan bertanggung jawab tetang kehidupan yang mereka jalani.

  • Sumber Daya

Segala hal yang berhubungan dengan Tempat, Waktu, Media, Alat/Fasilitas, yang nantinya akan membuat peserta didik merasa nyaman dengan suasana yang tercipta dalam sebuah proses pembelajaran.

  • Pelajar

Subjek utama dalam sebuah proses/program pendidikan dan pembelajaran yang nantinya akan memperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat mereka bawa dan mereka praktekkan dalam kehidupan sehari-hari ataupun kehidupan bermasyarakat.

Sedangkan, pendapat saya tentang bagaimana materi pengantar pendidikan sangat penting dalam hal, mengetahui hal-hal apa saja yang dapat kita ketahui berkenaan dengan pengajaran yang hendak kita jalani, sebagai pendidik di Luar Sekolah. Saya dapat mengetahui tentang cara yang dapat saya lakukan untuk membuat peserta didik mengerti dan tertarik dengan dunia pendidikan. Semakin berkembangnya dunia pendidikan dan metode-metode yang digunakan agar minat dan bakat yang mereka miliki dapat terasah.

Namun demikian, pengantar pendidikan sendiri adalah sebuah pedoman yang dimiliki oleh seorang pendidik agar dapat mengukur dan memahami tentang setiap potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik itu berbeda-beda, sehingga tidak menutup kemungkinan, bahwa kita dapat menggunakan berberapa metode yang berbeda yang sesuai dengan daya serap yang peserta didik miliki.

Dan dengan adanya pendidik yang menjadi pengajar di pendidikan luar sekolah, maka ruang lingkup yang kita miliki dan jangkauan untuk mendidik sangat luas, dikarenakan oleh pengajaran yang bersifat nonformal. Dalam cakupan tersebut, pendidikan nonformal mempunyai andil yang sangat besar dalam upaya untuk mensukseskan sistem pendididkan formal pada umumnya. Sehingga, yang di harapkan adalah, keseimbangan peran yang dimiliki oleh masing-masing sistem. Sehingga akan terwujud suatu hasil yang optimal.

Pendidikan sendiri mempunyai tujuan untuk menciptakan suatu generasi yang mempunyai kecerdasan yang sudah menjadi potensi mutlak mereka sebagai manusia yaitu :

Kecerdasan tersebut akan membuat mereka menjadi generasi yang mendekati sempurna dalam serbagai hal, diantaranya :

  • Physical

Dalam hal ini, manusia akan mampu menyeimbangkan kesehatan badannya. Sehingga nantinya, mereka dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial meraka, dan kehidupan keseharian meraka. Dan selalu bersikap optimis, dan melakukan hal-hal positif.

  • Social

Karena suatu kebiasaan dalam konsep (Learning How To Live Together) dimana dalam hal ini, kita dapat saling memahami satu sama lain dan dapat melengkapi sesama. Sehingga, bukan kekurangan yang muncul karena eratnya rasa kebersamaan, tetapi kebersamaan yang membuat suatu keadaan menjadi lebih baik.

  • Intellectual

Segala hal tentang pengetahuan umum yang kita miliki, dapat memampukan kita untuk berbagi mengenai ilmu kepada orang yang belum dan perlu mengetahuinya. Sehingga, ilmu tersebut akan dapat berkembang dan akan melahirkan suatu masyarakat yang cerdas karena ilmu yang saling di lengkapi dengan pengapresiasian secara nyata dan dikembangkan dengan suatu inovasi baru dalam bidangnya.

  • Emotional

Suatu kecerdasan yang dibutuhkan untuk menghadapi suatu permasalahan yang terdapat dalam kehidupan, dan mengajarkan kita cara bersikap dan menyikapi masalah. Sehingga, kita akan dapat mengendalikan emosi dan menyikapinya secara seimbang. Dalam kecerdasan emosional ini, individu tidak akan medapatkan kesulitan untuk bergaul dengan masyarakat luas, karena dia sudah mampu mengebdalikan dirinya untuk mengerti dan memahami pemikiran dan sikap orang lain.

Sehingga, ke-4 kecerdasan tersebut akan membuat setiap individu mempunyai sikap yang seimbang dalam hal bersosisalisasi, berbagi ilmu pengetahuan, bersikap serta menghadapi permasalahan tersebut dengan sikap yang baik dan penuh pertimbangan.

Membicarakan tentang kecerdasan emosional, tidak dapat dielakkan, bahwa pendidikan adalah suatu proses yang dapat mengubah cara pandang serta sikap yang dimiliki oleh individu dengan cara melatih dan membelajarkan mereka pada sebuah pendidikan yang akan mereka pelajari. Sehingga dalam hal tersebut terdapat pandangan yang dapat mengubah Frame of reference seseorang dengan cara:

  • Didorong untuk memiliki kesadaran untuk berproses, melihat, memaknai, pengalaman yang dilihat, dialami, dirasakan.
  • Diarahkan untuk memiliki kesadaran krisis terhadap asumsi dasar, nilai/keyakinan yang mendasari cara pandang yang dimiliki.

Pendidikan karakter sendiri juga dapat mendukung tercapainya suatu sikap yang seimbang dalam kecerdasan emosional dengan menanamkan pendidikan karakter yang didalamnya terdapat :

Sehingga, ke-4 pendidikan diatas dapat membantu mengebangkan kemampuan peserta didik dalam memelihara hal-hal atau perilaku baik, mewujudkan kebaikan tersebut dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.

Kesimpulannya, terdapat Tujuan, Fungsi dan Media diantaranya :

Tujuan suatu pendidikan adalah :

  • Mengembangkan karakter bangsa agar mampu mewujudkan nilai luhur PANCASILA
  • Pendidikan karakter sebagai pilar kebangkitan bangsa maraih prestasi, menjunjung tinggi budi pekerti.

Fungsi suatu pendidikan adalah :

  • Mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik.
  • Memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multi kultural (memperkuat perilaku yang sudah baik).
  • Meningkatkan peradaban bangsa yang sesuai dengan nilai luhur.

Media suatu pendidikan adalah :

  • Keluarga
  • Satuan pendidikan
  • Masyarakat
  • Politik
  • Pemerintah
  • Dunia usaha
  • Media massa

Hal-hal tersebut diatas, dapat membantu kita dalam hal merancang sebuah progaram yang dapat membentuk individu baru yang mempunyai prinsip ketahanan yang baik dalam berbagai sisi.

Sehingga pendidikan mempunyai suatu konsep yaitu Proses dimana seorang pembelajar mendapatkan suatu pendidikan yang memampukan dirinya untuk menjadi manusia yang semestinya. Sehingga dalam hal ini, pendidikan sangat penting dalam proses perubahannya.

Dalam hal ini, pendidikan mempunyai beberapa faktor yang dapat mensukseskan peserta didik dalam proses pematangannya, diantaranya :

Apabila dijabarkan, ke-4 rukun tersebut saling berkesinambungan, berikut beberapa penjelasannya :

  • Tujuan/program

Suatu proses pembelajaran akan berjalan dengan baik bila kita telah merancang beberapa rencana kedepan yang akan dilakukan dan sesuai dengan tujuan atau target yang ingin dicapai. Sehingga program yang akan dilaksanakan akan berjalan sesuai dengan rencana yang telah dirancang serta tujuan yang ingin di capai.

  • Sumber Belajar

Dalam hal ini, sumber belajar mempunyai beberapa sumber, diantaranya:

  • Media Masa, yang berguna untuk mencari referensi dan beberapa rujuan yang terjamin keakuratan dan kebenarannya.
  • Buku, referensi yang dapat diperoleh dari buku-buku ataupun kamus yang sudah di cetak.
  • Pendidik, pendidik sendiri mempunyai tugas untuk mendidik. Mendidik disini mempunyai arti:
  • Mendidik adalah memberi pertolongan secara sadar dan sengaja kepada seorang anak (yang belum dewasa) dalam pertumbuhannya menuju ke arah kedewasaan, dalam arti dapat berdiri sendiri dan bertanggung jawab susila atas segala tindakannya menurut pilihannya sendiri (Langeveld, 1996);
  • Mendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak – anak, agar mereka sebagai manusia dan sebagi anggota masyarakat mendapat keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya (Ki Hajar Dewantara);

Sehingga, mendidik adalah suatu cara untuk memberi dan membagi pengetahuan baru kepada peserta didik agar dapat mengerti dan memahami hal-hal apa yang perlu dilakukan dan perlu dipertimbangkan. Dan dapat hidup dengan baik dan bertanggung jawab tetang kehidupan yang mereka jalani.

  • Sumber Daya

Segala hal yang berhubungan dengan Tempat, Waktu, Media, Alat/Fasilitas, yang nantinya akan membuat peserta didik merasa nyaman dengan suasana yang tercipta dalam sebuah proses pembelajaran.

  • Pelajar

Subjek utama dalam sebuah proses/program pendidikan dan pembelajaran yang nantinya akan memperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat mereka bawa dan mereka praktekkan dalam kehidupan sehari-hari ataupun kehidupan bermasyarakat.

Sedangkan, pendapat saya tentang bagaimana materi pengantar pendidikan sangat penting dalam hal, mengetahui hal-hal apa saja yang dapat kita ketahui berkenaan dengan pengajaran yang hendak kita jalani, sebagai pendidik di Luar Sekolah. Saya dapat mengetahui tentang cara yang dapat saya lakukan untuk membuat peserta didik mengerti dan tertarik dengan dunia pendidikan. Semakin berkembangnya dunia pendidikan dan metode-metode yang digunakan agar minat dan bakat yang mereka miliki dapat terasah.

Namun demikian, pengantar pendidikan sendiri adalah sebuah pedoman yang dimiliki oleh seorang pendidik agar dapat mengukur dan memahami tentang setiap potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik itu berbeda-beda, sehingga tidak menutup kemungkinan, bahwa kita dapat menggunakan berberapa metode yang berbeda yang sesuai dengan daya serap yang peserta didik miliki.

Dan dengan adanya pendidik yang menjadi pengajar di pendidikan luar sekolah, maka ruang lingkup yang kita miliki dan jangkauan untuk mendidik sangat luas, dikarenakan oleh pengajaran yang bersifat nonformal. Dalam cakupan tersebut, pendidikan nonformal mempunyai andil yang sangat besar dalam upaya untuk mensukseskan sistem pendididkan formal pada umumnya. Sehingga, yang di harapkan adalah, keseimbangan peran yang dimiliki oleh masing-masing sistem. Sehingga akan terwujud suatu hasil yang optimal.

Pendidikan sendiri mempunyai tujuan untuk menciptakan suatu generasi yang mempunyai kecerdasan yang sudah menjadi potensi mutlak mereka sebagai manusia yaitu :

Kecerdasan tersebut akan membuat mereka menjadi generasi yang mendekati sempurna dalam serbagai hal, diantaranya :

  • Physical

Dalam hal ini, manusia akan mampu menyeimbangkan kesehatan badannya. Sehingga nantinya, mereka dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial meraka, dan kehidupan keseharian meraka. Dan selalu bersikap optimis, dan melakukan hal-hal positif.

  • Social

Karena suatu kebiasaan dalam konsep (Learning How To Live Together) dimana dalam hal ini, kita dapat saling memahami satu sama lain dan dapat melengkapi sesama. Sehingga, bukan kekurangan yang muncul karena eratnya rasa kebersamaan, tetapi kebersamaan yang membuat suatu keadaan menjadi lebih baik.

  • Intellectual

Segala hal tentang pengetahuan umum yang kita miliki, dapat memampukan kita untuk berbagi mengenai ilmu kepada orang yang belum dan perlu mengetahuinya. Sehingga, ilmu tersebut akan dapat berkembang dan akan melahirkan suatu masyarakat yang cerdas karena ilmu yang saling di lengkapi dengan pengapresiasian secara nyata dan dikembangkan dengan suatu inovasi baru dalam bidangnya.

  • Emotional

Suatu kecerdasan yang dibutuhkan untuk menghadapi suatu permasalahan yang terdapat dalam kehidupan, dan mengajarkan kita cara bersikap dan menyikapi masalah. Sehingga, kita akan dapat mengendalikan emosi dan menyikapinya secara seimbang. Dalam kecerdasan emosional ini, individu tidak akan medapatkan kesulitan untuk bergaul dengan masyarakat luas, karena dia sudah mampu mengebdalikan dirinya untuk mengerti dan memahami pemikiran dan sikap orang lain.

Sehingga, ke-4 kecerdasan tersebut akan membuat setiap individu mempunyai sikap yang seimbang dalam hal bersosisalisasi, berbagi ilmu pengetahuan, bersikap serta menghadapi permasalahan tersebut dengan sikap yang baik dan penuh pertimbangan.

Membicarakan tentang kecerdasan emosional, tidak dapat dielakkan, bahwa pendidikan adalah suatu proses yang dapat mengubah cara pandang serta sikap yang dimiliki oleh individu dengan cara melatih dan membelajarkan mereka pada sebuah pendidikan yang akan mereka pelajari. Sehingga dalam hal tersebut terdapat pandangan yang dapat mengubah Frame of reference seseorang dengan cara:

  • Didorong untuk memiliki kesadaran untuk berproses, melihat, memaknai, pengalaman yang dilihat, dialami, dirasakan.
  • Diarahkan untuk memiliki kesadaran krisis terhadap asumsi dasar, nilai/keyakinan yang mendasari cara pandang yang dimiliki.

Pendidikan karakter sendiri juga dapat mendukung tercapainya suatu sikap yang seimbang dalam kecerdasan emosional dengan menanamkan pendidikan karakter yang didalamnya terdapat :

Sehingga, ke-4 pendidikan diatas dapat membantu mengebangkan kemampuan peserta didik dalam memelihara hal-hal atau perilaku baik, mewujudkan kebaikan tersebut dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.

Kesimpulannya, terdapat Tujuan, Fungsi dan Media diantaranya :

Tujuan suatu pendidikan adalah :

  • Mengembangkan karakter bangsa agar mampu mewujudkan nilai luhur PANCASILA
  • Pendidikan karakter sebagai pilar kebangkitan bangsa maraih prestasi, menjunjung tinggi budi pekerti.

Fungsi suatu pendidikan adalah :

  • Mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik.
  • Memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multi kultural (memperkuat perilaku yang sudah baik).
  • Meningkatkan peradaban bangsa yang sesuai dengan nilai luhur.

Media suatu pendidikan adalah :

  • Keluarga
  • Satuan pendidikan
  • Masyarakat
  • Politik
  • Pemerintah
  • Dunia usaha
  • Media massa

Hal-hal tersebut diatas, dapat membantu kita dalam hal merancang sebuah progaram yang dapat membentuk individu baru yang mempunyai prinsip ketahanan yang baik dalam berbagai sisi. 

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0