Bingkai Hati dalam Jurusan PLS

Setiap orang memiliki takdir berbeda-beda. Aku selalu merangkai rencanaku yang aku harap itu yang terbaik buatku, tenyata rencana Allah berbeda dengan...

Harapan Setelah Masuk PLS
HARAPAN SETELAH LULUS DARI PLS

Setiap orang memiliki takdir berbeda-beda. Aku selalu merangkai rencanaku yang aku harap itu yang terbaik buatku, tenyata rencana Allah berbeda dengan rencanaku. Awalnya aku ingin menjadi guru TK karena ingin melihat senyuman dan ukiran tingkah laku anak-anak kecil yang polos dan lugu. Tetapi takdir berkata lain aku ketrima di Universitas Negeri Malang jurusan Pendidikan Luar Sekolah yang di singkat dengan PLS, banyak orang yang asing dengan jurusan ini karena istilah PLS tidak begitu populer di Indonesia, waktu itu aku bingung apa itu PLS? nanti kalau udah lulus kerja apa? mempelajari tentang apa?. Keraguan itu pasti ada, tapi aku harus bisa untuk membuang rasa ragu itu jauh-jauh. Harus percaya rencana Allah itu lebih baik dari rencanaku. Karena kita hanya pemainnya dan Allah lah sutradaranya. Kita harus memainkan peran yang sudah di tentukan kepada kita.

Setelah aku menginjakkan kaki di jurusan PLS aku merasa nyaman dan bangga. Karena aku berada di jurusan yang jarang orang pahami dan bahkan jarang orang menengoknya. Dan itulah yang membuatku optimis untuk menjalani setiap tantangan di jurusan ini.

Ternyata banyak peluang kerja dalam jurusan ini tidak fokus menjurus dalam satu titik, namanya juga pendidikan nonformal pasti lah banyak pilihan atau peluang pekerjaan dan sudah terbukti juga banyak orang-orang besar yang terlahir dari jurusan ini, yang membuat aku semakin mantap melangkahkan kaki di skenario kehidupan ini.

Berjalannya waktu pola pikirku berlahan-lahan aku rubah yang awalnya ingin menjadi guru TK sekarang berubah ingin menjadi pendiri atau pemilik Paud dan mempunyai wadah untuk kegiatan pendidikan nonformal seperti les, privat, training, kursus, dan lain-lain.

Di Indonesia kegiatan pendidikan nonformal sangat kurang di perhatikan bahkan ada yang menganggap itu tidak penting, hanya beberapa orang yang menganggap pendidikan nonformal itu penting. Sebenarnya pendidikan formal saja tidak cukup, karena pendidikan nonformal dapat mengasah keterampilan dan pengetahuan yang mungkin belum kita dapatkan dalam pendidikan formal seperti : kalau kita ikut les privat mewarnai kita akan tau tentang gradasi warna dan teknik mewarnai dll. Kalau di formal mungkin ya cuma mewarnai saja. Intinya pendidikan formal dan non formal harus seimbang, agar kita bisa mempunyai banyak wawasan atau pengetahuan.

Harapanku ketika terjun dalam dunia PLS ini adalah ingin merubah mindset atau cara pandang masyarakat Indonesia tentang pendidikan nonformal. Karena pendidikan nonformal itu dibutuhkan, kerena melengkapi kegiatan pendidikan formal. Ingin merubah pola pikir sebagian orang, pendidikan formal tidak bisa berjalan sendiri maka dari itu harus di seimbangkan dengan pendidikan nonformal agar semua masyarakat bisa memperoleh pendidikan baik orang kaya maupun orang miskin. Kita harus memberikan pemahaman dan wadah agar mereka paham bahwa pendidikan nonformal itu penting. Kegiatan ini bukan hanya di berikan kepada orang yang tinggal di perkotaan melainkan orang yang tinggal di pelosok karena mereka pasti butuh dengan pendidikan.

 

 

———————————————————————-

azzah

AZZAH NADIYAH
Pendidikan Luar Sekolah
Angkatan 2016
Universitas Negeri Malang

COMMENTS

WORDPRESS: 0