Branding For Empowerment Dalam Pendidikan Luar Sekolah

Branding For Empowerment Hello guys, sebenarnya agak sedikit tidak begitu penting ketika saya membahas mengenai silent marketing di dalam dunia pendid...

Assalamualaikum Non Formal Untirta
Perkembangan Sosio Emosional Anak pada Masa TK SD SMP SMA

Branding For Empowerment

Hello guys, sebenarnya agak sedikit tidak begitu penting ketika saya membahas mengenai silent marketing di dalam dunia pendidikan nonformal seperti LSM, dinas social maupun sebuah komunitas. Akan tetapi kali ini saya akan sedikit sharing mengenai branding dalam dunia pendidikan nonformal yang saya rangkum menjadi topic “Branding for empowerment” ya isitilah anak mudanya bisa dibilang branding dalam hal pemberdayaan. Mengapa dunia nonformal saya sebut sebagai pemberdayaan? Ya karena tujuan sebenarnya dari pendidikan nonformal adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui kegiatan keterampilan yang langsung bisa diterapkan. Misalnya keterampilan membuat tangan robot iron man, dari kursus keterampilan membuat tangan robot iron itulah ada keterampilan baru.

Okay, ngomong-ngomong soal branding, sebenarnya branding itu apa sih?

Untuk melakukan  marketing diperlukan pemberian identitas pada sebuah produk, produk ini bisa dalam bentuk lembaga, pikiran, buku, dll. Secara umum pemberian identitas dinamakan “branding” . Branding inilah yang fungsinya sebagai silent marketing karena membawa unsur identitas sebuah produk. Simpelnya gini, jaman sekarang usia15-20an kalau mendengar istilah 48 pasti akan langsung terlintas dibenaknya tentang idol grup seperti AKB 48/JKT 48, menurut saya itu adalah trik branding dalam dunia industry kreatif, selanjutnya ada contoh lagi misalnya kalau berbicara mengenai obat nyamuk kita pasti akan langsung menangkap obat nyamuk ya baygon. Itu adalah bagian dari strategi branding, yaitu menciptakan kesan dan pada akhirnya menimbulkan gejala otomatis tentang sebuah produk.

Terus apa manfaatnya branding di dalam dunia nonformal itu sendiri? Penting gitu?

Sebelum membahas penting gag pentingnya saya akan sedikit share mengenai produk lagi. Misalnya sama-sama minum kopi, yang satu dengan kopi yang bermerk dan yang satunya lagi kopi tanpa merk mungkin banyak orang yang selfie di tempat yang jualan kopi bermerk. Nah ini juga bagian dari branding. Apa saja yang harus dibranding? Tentunya semua yang berhubungan dengan produk itu harus dibranding. Apakah branding produk bisa diterapakan dalam dunia pemberdayaan masyarakat? Bisa kok kita mengadopsinya. Dengan cara apa? Dengan cara memberi identitas untuk kegiatan kita sendiri. Misalnya Sekolah Alam Cindy, dari tagline mengenai sekolah alam cindy hingga kegiatan apa yang menjadi unggulan dari sekolah alam cindy adalah bagian dari branding sekolah alam itu sendiri yang menjadi ciri khasnya.

Tentunya setiap lembaga pemberdayaan mempunyai ciri khas sendiri, sendiri misalnya lembaga A identic dengan keagamaan, lembaga B identic dengan olahraga, nah itu juga dari branding for empowerment itu sendiri, karena berlangsungnya kegiatan yang ada di dalam lembaga mempengaruhi brand dari lembaga itu sendiri. Apakah ada yang lain dalam hal branding untuk sebuah lembaga?

Ini adalah icon-icon kepolisian jepang yang saya ambil dari situs modifikasi.com

Screenshot_12

            Icon yang lucu dan tidak begitu membosankan, karena memang dari icon tersebut bertujuan sebagai bahan sosialisasi tentang ramahnya polisi dalam melayani masyarakat. Secara umum branding yang berhubungan dengan kesan yang tercipta dari penglihatan kita sebut sebagai visual branding. Visual branding secara sederhana dapat dikatakan sebagai pengaruh yang diakibatkan oleh suatu bentuk visual untuk menjelaskan tentang suatu brand. Mengapa visual branding? Karena kesan pertama secara umum berasal dari penglihatan manusia, hingga sering kali kita melihat sebuah produk atau manusia lainnya berasal dari penampilannya.  Visual branding tentang identitas dari sebuah kegiatan juga perlu, misalnya komunitas yang didirikan oleh Emha Ainun Najib pasti selalu identic dengan gamelan jawa dan peci merah putih. Itu juga adalah bagian dari branding itu sendiri khususnya visual branding untuk menciptakan kesan bagi anggota komunitas atau orang diluar komunitas.

Akan tetapi branding dan kegiatan dalam lembaga pemberdayaan saling berkaitan, keseriusan kegiatan dalam lembaga mempengaruhi timbulnya kesan juga. Karena lembaga memang harus ada kegiatan pemberdayaan dan finishingnya dikemas dalam bentuk apapun. Terima kasih semoga bermanfaat, jangan lupa bahagia

Oleh Ary senpai

(Creativepreneur | Aktivis desain dan animasi | Penulis lepas | Praktisi Sosial Enterpreneur)

COMMENTS

WORDPRESS: 0