Desain Program : Workshop Pengembangan Kelompok Tani Di Desa Banjaranyar Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro

Workshop Pengembangan Kelompok Tani Di Desa Banjaranyar Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro Oleh: Ziadatum Filmawadah 140141604348     LATAR BELAKA...

Mahasiswa PLS Berkarya itu mudah
Wawasan Nusantara

Workshop Pengembangan Kelompok Tani Di Desa Banjaranyar Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro

Oleh:

Ziadatum Filmawadah

140141604348

 

 

  1. LATAR BELAKANG

Desa Banjaranyar Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro merupakan bagian integral dari sistem perwilayahan kecamatan Baureno, batas-batas desa ini sebelah utara desa Banjaran, sebelah selatan jalan raya, sebelah timur desa Ngemplak sedangkan sebelah barat desa Drajat. Jarak desa Banjaranyar dari pusat kota sekitar 30 Km.

Banjaranyar  merupakan desa yang terletak di dataran sedang yaitu sekitar 156 Mdpl dengan kemiringan  50% dan suhu rata-rata 30°C, mempunyai luas sekitar 197 Ha, meliputi 130 Ha area persawahan, 40 Ha pemukiman, 20 Ha ladang, 4 Ha (makam, masjid, sekolah) dan 3 Ha jalan. Banjaranyar termasuk desa yang mempunyai lahan subur sehingga menjadikan desa ini sebagai penghasil tanaman pangan dan tanaman holtikura. Hal tersebut yang menjadikan sebagian besar masyarakat desa banjaranyar berprofesi sebagai petani.

Akhir-akhir ini, banyak sekali permasalahan yang dihadapi oleh para petani di desa Banjaranyar, diantaranya adalah seringnya terjadi penurunan harga hasil pertanian pada musim panen, serangan hama yang sering terjadi , dan kelangkaan pupuk. Permasalahan-permasalahan tersebut mengakibatkan rendahnya penghasilan para petani.

Dalam mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah desa Banjaranyar telah berupaya untuk membentuk kelompok tani di setiap dusunnya, jadi terdapat empat kelompok tani di desa Banjaranyar, diantaranya kelompok tani Banjaranyar Selatan, kelompok tani Banjaranyar Utara, kelompok tani Kalipang dan kelompok tani Bangle. Akan tetapi setelah terbentuk, tidak ada kegiatan yang jelas dari kelompok tani tersebut dan tidak ada perubahan dalam kehidupan petani. Padahal jika didasarkan pada kelembagaan desa, kelompok tani adalah lembaga paling berpengaruh besar untuk masyarakan desa Banjaranyar.

Berdasarkan wawancara dengan beberapa tokoh masyarakat, diperoleh informasi bahwa kelompok tani di diesa Banjaranyar sudah berbadan hukum, tidak berfungsi, karena tidak ada rencana kerja kelompok, tidak ada dapat menentukan aturan/norma, tidak dapat melaksanakan pengadministrasian organisasi secara rapi.

Berdasarkan persoalan-persoalan diatas, salah satu solusi yang dapat dilaksanakan adalah Workshop Pengembangan Kelompok Tani di desa Banjaranyar. Progam tersebut didasarkan pada  UU No 19 Tahun 2013 Tentang Perlindungan Dan Pemberdayaan Petani dan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi No 5 Tahun 2005 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa. Dengan dilaksanakannya progam tersebut diharapkan kelompok tani dapat aktif melaksanakan fungsinya dengan baik.

2. TUJUAN

Progam workshop pengembangan kelompok tani memiliki tujuan sebagai berikut:

a. Tujuan umum

Melalui kegiatan ini diharapkan kelompok tani di desa Banjaranyar dapat melaksanakan fungsinya, dan menjadikan kelompok tani sebagai organisasi yang kuat dan madiri.

b. Tujuan khusus

  1. Kelompok tani di desa Banjaranyar dapat menyusun rencana kerja kelompok secara bersama-sam
  2. Kelompok tani dapat menyusun aturan (AD ART) yang disepakati bersama
  3. Pengurus kelompok tani dapat melaksanakan pembukuan keuangan kelompok secara rapi

3. OUTPUT

  1. Setiap kelompok memiliki RKK
  2. Setiap kelompok meiliki AD ART
  3. Setiap kelompok memiliki buku administrasi keuangan

4. MANFAAT

  1. Kelompok tani dapat memfasilitasi usaha tani secara komersial dan berorientasi pasar
  2. Kelompok tani dapat menjadi sumber serta pelayan informasi dan teknologi untuk usaha para petani umumnya dan anggota kelompok tani khususnya

5. SASARAN

Sasaran progam ini adalah 60 orang, terdiri dari 15 anggota kelompok tani di setiap dusunnya dengan usia antara 30-40 tahun berpendidikan tamat SD dan SMP, bekerja sebagai petani, dan bertempat tinggal di desa Banjaranyar.

6. MATERI

      Materi yang disampaikan dalam workshop ini adalah:

  1. Rencana Kerja Kelompok (RKK)
  2. AD ART kelompok tani
  3. Pembukuan Keuangan

7. STRATEGI PELAKSANAAN

  1. Persiapan

1) Rapat Koordinasi

Rapat Koordinasi yang dimaksud adalah Menyiapkan kepanitiaan dan berkoordinasi untuk menyusun teknis kegiatan.

2) Penyusunan proposal

Penyusunan proposal dilakukan untuk memenuhi kelengkapan permohonan izin dan permohonan dana.

3) Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait

  • Pemerintah desa Banjaranyar
  • Kelompok tani desa Banjaranyar
  • Penyuluh pertanian lapangan (PPL) Bojonegoro
  • Dinas pertanian kabupaten Bojonegoro
  • Dinas pertanian provinsi Jawa Timur
  • Sponsorship

4) Pembuatan TOR untuk fasilitator

  1. Pelaksanaan

Workshop ini dilaksanakan selama tiga hari dengan peserta pulang pergi dari tempat pelaksanaan kegiatan, bertempat di balaidesa Banjaranyar kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan Workshop dibuka secara resmi oleh kepala desa Banjaranyar, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh fasilitator/ narasumber. Kemudian dilanjut dengan tanya jawab dan diskusi.

Setelah ishoma kegiatan dilanjutkan dengan praktek penyusunan Rencana Kerja Kelompok (RKK), AD ART, dan pembukuan keuangan. Untuk menyusun RKK dan AD ART, Masing-masing peserta berkumpul ke kelompoknya dan didampingi oleh fasilitator. Untuk praktek pembukuan keuangan, dilakukan dengan cara peserta dilibatkan langsung dalam pengisian buku administrasi keuangan. Peserta yang dilibatkan hanya tiga orang dari masing-masing kelompok. Dengan demikian panitia sudah menyiapkan bahan untuk praktek pembukuan.

Setah kegiatan praktek penyusunan RKK dan AD ART dilanjut dengan presentasi hasil kerja oleh masing-masing kelompok untuk memperoleh masukan dari peserta workshop.

  1. Evaluasi

      Terdapat dua macam evaluasi dalam progam ini, yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil. yang  dimaksud dengan evaluasi proses adalah Evaluasi yang dilakukan untuk  mengetahui sejauh mana prosedur program dilaksanakan. Evaluasi tersebut dilaksanakan setelah selesai kegiatan setiap harinya dengan cara pengisian angket oleh peserta workshop. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana prosedur workshop dapat berjalan sesuai dengan rencana. Aspek-aspek yang dievaluasi adalah kesesuaian materi dengan kebutuhan peserta, kecukupan waktu, kejelasan bahasa yang digunakan pemateri, dan kenyamanan tempat.

Sedangkan evaluasi hasil, dilaksanakan pada hari terakhir kegiatan workshop sebelum acara penutupan. Evaluasi dilaksanakan oleh panitia dengan teknik observasi. Observasi yang dimaksud adalah melihat hasil kerja dari peserta workshop dengan berpedoman pada instrumen observasi yang telah terlampir.

Secara ringkas uraian tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

o8. ORGANISASI PELAKSANA

Susunan panitia Workshop Pengembangan Kelompok Tani di Desa Banjaranyar sebagaimana berikut:

p

Tugas-tugas pokok setiap bagian:

No Bagian Tugas
1. Ketua a.       Mengatur dan menggerakkan semua sistem untuk melaksanakan kegiatan

b.      Memimpin dan menyetujui setiap hasil rapat

c.       Memberikan mandat saat tidak bisa memimpin rapat persiapan kegiatan

d.      Melakukan hubungan dengan instansi untuk memperlancar jalannya kegiatan

e.       Mengawasi semua sistem agar kegiatan tidak menyimpang dari perencanaan

2. Sekretaris a.       Membantu ketua dalam menggerakkan semua sistem

b.      Berkoordinasi dengan bendahara saat melakukan tugasnya

c.       Menyusun segala bentuk proposal dan persuratan

d.      Membuat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)

3. Bendahara a.       Membantu ketua dalam menggerakkan semua sistem khususnya yang berhubungan dengan keuangan

b.      Berkoordinasi dengan sekretaris dalam melaksanakan tugasnya

c.       Membuat laporan tentang segala macam pemasukan dan pengeluaran keuangan

4. Sie Acara a.       Mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan atau acara

b.      Mengonsep orang-orang ahli yang dibutuhkan saat kegiatan (pemateri)

c.       Membuat TOR untuk fasilitator

d.      Dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh anggotanya

5. Sie Humas a.       Berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait

b.      Dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh anggotanya

6. Sie Perlengkapan a.       Mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan peralatan dan perlengkapan kegiatan

b.      Dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh anggotanya

7. Sie PDD a.       Mengonsep dan membuat media publikasi kegiatan (banner)

b.      Memproses dan memproduksi dokumentasi kegiatan

c.       Mendekorasi tempat workshop

d.      Dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh anggotanya

8. Sie Konsumsi a.       Menyiapkan konsumsi peserta, pemateri, dan panitia

b.       Dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh anggotanya

9. WAKTU

  1. Alokasi waktu dalam proses kegiatan workshop mulai persiapan sampai evaluasi adalah sebagai berikut:
No. Kegiatan Minggu ke-
Minggu ke-1 Minggu ke-2 Minggu ke-3 Minggu ke-4
1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7
1. Persiapan

a.    Pembentukan panitia

b.    Rapat koordinasi
c.    Penyusunan proposal
d.   Menjalin kerjasama dengan pihak terkait
e.    Pembuatan TOR
2. Pelaksanaan

a.    Pelaksanaan workshop

3. Evaluasi

a.     Evaluasi proses

b.    Evaluasi hasil
  1. Jadwal kegiatan Workshop Pengembangan Kelompok Tani sebagaimana terlampir.

10. BIAYA

Kegiatan workshop ini dibutuhkan biaya sebesar Rp 3.706.600,-

Sumber biaya berasal dari iuran peserta, sponsorship dan sumbangan dari pihak terkait.

Adapun rincian biaya terlampir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 10. LAMPIRAN

Lampiran I

JADWAL KEGIATAN

WORKSHOP PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI

No Kegiatan Durasi Waktu
1. Pelaksanaan

(Hari pertama)

a.         Presensi peseta dan panitia

b.         Pembukaan, Sambutan oleh ketua pelaksana dan kepala desa

c.         Penyampaian materi AD ART Kelompok Tani oleh Badan Litbang Pertanian

d.        Diskusi dan tanya jawab

e.         Ishoma

f.          Praktek penyusunan AD ART

g.         Presentasi hasil kerja oleh kelompok

h.         penutup

(Hari ke-dua)

a.         Presensi peserta

b.         Testimoni MC

c.         Penyampaian materi mengenai Rencana Kerja Kelompok (RKK)

d.        Diskusi dan tanya jawab

e.         Ishoma

f.          Praktek pembuatan RKK

g.         Presentasi hasil kerja oleh kelompok

h.         Penutup

(Hari ke-tiga)

a.         Presensi peserta

b.         Testimoni MC

c.         Penyampaian materi tentang pembukuan keuangan

d.        Diskusi dan tanya jawab

e.         Ishoma

f.          Praktek pembukuan keuangan

g.         Penutup

 

 

30’

20’

 

 

90’

 

 

30’

60’

120’

60’

 

5’

 

30’

5’

90’

 

 

30’

60’

120’

60’

 

5’

 

30’

5’

90’

 

30’

60’

120’

 

5’

 

 

08.45 – 09.15

09.15 – 09.35

 

 

09.35 – 11.05

 

 

11.05 – 11.35

11.35 – 12.35

12.35 – 14.35

14.35 – 15.35

 

15.35 – 15.40

 

08.45 – 09.15

09.15 – 09.20

09.20 – 10.50

 

 

10.50 – 11.20

11.20 – 12.20

12.20 – 14.20

14.20 – 15.20

 

15.20 – 15.25

 

08.45 – 09.15

09.15 – 09.20

09.20 – 10.50

 

10.50 – 11.20

11.20 – 12. 20

12.20 – 14.20

 

14.20 – 14.25

Lampiran II

ANGKET (Evaluasi Proses):

Berikan tanda (?) pada kolom “Iya” atau “Tidak”,

No Pertanyaan Iya Tidak
1. Apakah materi yang disampaikan dalam workshop sesuai dengan kebutuhan anda?    
2. Apakah waktu yang digunakan dalam workshop sudah cukup?    
3. Apakah bahasa yang digunakan oleh fasilitator dapat dipahami dengan jelas?    
4. Apakah tempat yang disediakan oleh panitia sudah sesuai?    
5. Apakah teknik yang digunakan oleh fasilitator dapat dengan mudah diikuti?

 

INSTRUMEN OBSERVASI

Berikan tanda (?) pada kolom “Iya” atau “Tidak”,

No Pertanyaan Iya Tidak
1. Apakah kelompok tani dapat menyusun Rencana Kerja Kelompok (RKK) secara bersama-sama?    
2. Apakah RKK yang telah disusun oleh kelompok sudah sesuai dengan kebutuhan mereka?    
3. Apakah kelompok tani dapat menyusun aturan  (AD ART)?    
4. Apakah AD ART yang telah disusun dapat disepakati bersama?    
5. Apakah Setiap kelompok memiliki buku administrasi keuangan?
6. Apakah Pengurus kelompok tani dapat melaksanakan pembukuan keuangan kelompok secara rapi?

Lampiran III

ANGGARAN BIAYA

WORKSHOP PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI

  1. Pemasukan

Sumbangan dari pihak terkait :

Pemerintah desa Banjaranyar                               Rp 1.000.000,-

Dinas Pertanian Bojonegoro                                Rp 750.000,-

Dinas Pertanian provinsi Jawa Timur                   Rp 1.000.000,-

Sponsorship

  1. Indra ATK Rp 300.000,-
  2. Toko Putra Tani Rp 350.000,-
  3. Toko Tumbrasonom Rp 350.000,-
  4. Istana Tani Rp 250.000,-
  5. Cattering Mbak Rom Rp 275.000,-

Jumlah total                                                        Rp 4.275.000,-

 

  1. Pengeluaran
No. NamaKebutuhan Satuan HargaSatuan Jumlah
1.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekertaris

a.       Penggandaan proposal

 

10

 

 

Eks

 

 

Rp 5.000,-

 

 

Rp 50.000,-

 

b.      Surat-surat 23 Lbr Rp 200,- Rp 4.600,-
c.       Amplop 1 Pcs Rp 15.000,- Rp 15.000,-
d.      Map kertas 2 Buah Rp1.000,- Rp 1.000,-
e.       Daftar presensi (2×3) 6 Lbr Rp 200,- Rp 1.200,-
f.       Penggandaan LPJ kegiatan 10 Eks Rp 5.000,- Rp 50.000,-
g.      Penggandan angket evaluasi  

132

 

Lbr

 

Rp 200,-

 

Rp 16.400,-

Sub total Rp 138.200,-
2. Bendahara

a.       Blanko keuangan

 

2

 

Lbr

 

Rp 200,-

 

Rp 400,-

Sub total Rp 400,-
3. Acara

a.       Penggandaan handout materi (2x5x60)

 

 

600

 

 

Lbr

 

 

Rp 200,-

 

 

Rp 120.000,-

b.      Honorarium dan Transport fasilitator 3 Org Rp 400.000,- Rp 1.200.000,-
Sub total Rp 1.320.000,-
4.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Konsumsi

a.       Konsumsi Rapat (15×3)

 

45

 

 

Bungkus

 

Rp 3.000,-

 

Rp 135.000,-

b.      Makan

–  Peserta (60×2) + 12

 

132

 

Bungkus

 

Rp 7.000,-

 

Rp 924.000

–  Panitia (15×3) 45 Bungkus Rp 7.000,- Rp 315.000
–  Fasilitator 3 Bungkus Rp 15.000,- Rp 45.000
–  Undangan 9 Bungkus Rp 7.000,- Rp 63.000,-
c.       Snack

–  Peserta

 

132

 

Bungkus

 

Rp 3.000,-

 

Rp 396.000,-

–  Panitia 45 Bungkus Rp 3.000,- Rp 135.000,-
–  Pemateri 3 Bungkus Rp 5.000,- Rp 15.000,-
–  Undangan 9 Bungkus Rp 5.000,- Rp 45.000,-
d.      Air mineral

–          Gelas

 

4

 

Kardus

 

Rp 20.000,-

 

Rp 80.000,-

–          Botol 12 Botol Rp 2.500,- Rp 30.000,-
Sub total Rp 2.183.000,-
5. Perlengkapan

a.       Buku keuangan

 

4

 

Buah

 

Rp 6.000,-

 

Rp 24.000

b.      Bolpoin Standart 4 Pcs Rp 15.000,- Rp 60.000,-
c.       Spidol Snowman 1 Pcs Rp 66.000,- Rp 66.000,-
d.      Kertas manila 16 Lbr Rp 3.000,- Rp 48.000,-
e.       Selotape 4 Buah Rp 7.000,- Rp 28.000,-
f.       Gunting 4 Buah Rp 6.000,- Rp 24.000,-
g.      Sewa LCD 1 Buah Rp 50.000,- Rp 50.000,-
h.      Sewa kamera 1 Buah Rp 50.000,- Rp 50.000,-
Sub Total Rp 350.000,-
6. Humas

a.       Transportasi panitia

 

3

 

Orang

 

Rp 30.000,-

 

Rp 90.000,-

Sub total Rp 90.000,-
7. Pubdekdok

a.       Banner

–          1×3 m

 

1

 

Buah

 

Rp 75.000,-

 

Rp 75.000,-

–          2×3 m 1 Buah Rp 150.000,- Rp 150.000,-
Sub total Rp 225.000,-
Jumlah total Rp 4.306.600,-

Rekapitulasi pengunaan dana:

  1. Sekertaris             : Rp    138.200,-
  2. Bendahara            : Rp            400,-
  3. Konsumsi              : Rp 2.183.000,-
  4. Perlengkapan        : Rp    350.000,-
  5. Pubdekdok             : Rp    225.000,-
  6. Acara                       : Rp 1.320.000,-
  7. Humas                    : Rp      90.000,- +

Rp 4.306.600,-

Pemasukan      : Rp 4.275.000,-

Pengeluaran     : Rp 4.306.600,-

Kekurangan     : Rp     31.600,-

download Desain Program : WORKSHOP PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI DESA BANJARANYAR KECAMATAN BAURENO KABUPATEN BOJONEGORO selengkapnya

  Desain Program : Workshop Pengembangan Kelompok Tani Di Desa Banjaranyar Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro Di download (303,5 KiB, 57 hits)

group_meeting_puzzle_final_step_800_clr

COMMENTS

WORDPRESS: 0