Dialog Kemahasiswaan Jurusan PLS UNESA

0
Dibaca 2.497

Dialog Kemahasiswaan Jurusan PLS UNESA

Jum’at (18/11) Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FIP mengadakan suatu dialog kemahasiswaan. Dengan tema “ Keprofesian Tenaga PLS dengan Keselarasan Materi Perkuliahan Untuk Mempersiapkan Tenaga Profesional “.Dialog ini merupakan salah satu acara yang diprakarsai oleh Dewan Legislatif Mahasiswa yang terdapat dalam program kerja Komisi A.

Tujuan dari dialog kemahasiswaan ini yaitu untuk memberitahukan kepada jurusan PLS Unesa Tentang tentang apa saja yang menjadi keluhan mahasiswa PLS dalam proses perkuliahan dengan menyebarkan angket sebanyak 2 kali kepada mahasiswa jurusan PLS angkatan 2009, 2010, dan 2011.Sedangkan yang menghadiri sekitar 65% dari yang ditargetkan ujar Lukman Aji A selaku Ketua Pelaksana dialog Interaktif jurusan PLS.

“Angket-angket yang disebarkan menjadi masukan bagi jurusan PLS untuk dapat lebih memperhatikan dan mempertimbangkan keluhan dari para mahasiswa PLS, tutur Bapak I Ketut Atmadja J.A M.Kes. Beliau juga menambahkan “saya berharap dialog seperti ini dapat dilakukan setiap tahun.Karena dialog ini bisa digunakan sebagai media komunikasi “.

Dialog kemahasiswaan diawali dengan pembacaan hasil angket secara garis besar. Dalam angket terdapat beberapa pertanyaan yaitu pengetahuan tentang PLS, alasan masuk PLS, informasi tentang PLS, harapan kedepan setelah lulus, kesesuaian materi kuliah dengan praktek, fasilitas yang tersedia, perlunya spesialisasi, serta peningkatan kompetensi melalui mata kuliah. Dari sekian banyak pertanyaan, hasil yang cukup menjadi perhatian adalah 50% mahasiswa memilih jurusan PLS karena asal-asalan dan hasil yang lebih menghebohkan adalah 95%mahasiswa menginginkan spesialisasi dalam jurusan PLS. Menanggapi hasil angket tersebut, Bapak I Ketut Atmadja J.A,M.Kes mengatakan “ Walaupun asal memilih tapi harus tanggung jawab dan mengambil sikap “.

Acara dilanjutkan dengan dialog kemahasiswaan. Dalam dialog tersebut, mahasiswa banyak mengajukan pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang paling dominan adalah mengenai spesialisasi jurusan PLS. Salah satu mahasiswa yang menanyakan mengenai hal tersebut adalah Putri Maretha (2010 A), “ Kenapa spesialisasi PLS sekarang ditiadakan? Padahal untuk bisa bersaing di masyarakat bukanlah kita butuh spesialisasi?” Menanggapi pertanyaan tersebut, Bapak I Ketut Atmadja J.A,M.Kes mengatakan, “Kalau ada spesialisasi dan program tidak dapat berjalan maka akan menyulitkan alumni. Ini disebabkan PLS merupakan satu kesatuan ilmu yaitu PLS itu sendiri”.

“Dialog interaktif semacam ini perlu diadakan atau  diselenggarakan dan dialog interaktif tersebut cukup interaktif,sehingga apa yang menjadi unek-unek teman-teman bisa terlontarkan dan mendapat jawaban,walaupun semuanya belum terealisasikan”, ujar Tinosa Mutiara Nanda sebagai peserta dialog PLS 2011, ia juga menambahkan, ”bahwa harapannya, apa yang menjadi  unek-unek atau problem  dalam PLS segera dapat terselesaikan dan terealisasikan”.  Acara ini ditutup dengan kesimpulan dari moderator dan dilanjutkan dengan pembacaan doa dari perwakilan “ Dewan Legislatif Mahasiswa. (Suk-Mar-Din)

Tinggalkan Balasan