Evaluasi Kegiatan Kongres IV Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (IMADIKLUS) Indonesia 2013 di Yogyakarta

Oleh Fitri Badriyah PLS UNY BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan usaha belajar dan proses pem...

Modul Pelatihan Pratugas Pendamping Lokal Desa
Kenapa Harus Ada Pendamping Desa ?

klko

Oleh
Fitri Badriyah PLS UNY

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan usaha belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan IMTAQ dan IPTEK yang diperlukan untuk diri sendiri, masyarakat dan Negara. Pendidikan itu sendiri mencakup tiga aspek yaitu pendidikan non formal, pendidikan formal dan pendidikan informal (UU Sisdiknas No 20 tahun 2003).Pendidikan Luar Sekolah dalam hal ini mencakup dua aspek dari pendidikan non formal dan informal.

Pendidikan memiliki tanggung jawab moral keseluruhan tanpa memandang strata sosial yang berkembang saat ini. Dalam arti, pendidikan mampu mendistribusikan segenap ilmunya kepada seluruh manusia dimuka bumi ini tanpa memandang status atau derajat manusia, dalam hal ini bersifat lepas tanpa membatasi hak-hak manusia sebagai makhluk berfikir yang selalu menginginkan perubahan terhadap diri mereka.

Dalam perkemebanbangannya, kebijakan – kebijakan banyak dibuat dengan tujuan untuk pendidikan yang lebih baik. Renstra atau Rencana Strategis Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2010 -2014 merupakan salah satu wujud kebijakan pemerintah.Visi Renstra yaitu Terselenggaranya Layanan Prima Pendidikan dan Kebudayaan Untuk Membentuk Insan Indonesia yang Cerdas dan Beradab.Dengan Visi tersebut tentunya semangat pendidikan tidak hanya dengan menghasilkan orang –orang yang cerdas saja, lebih dari itu tujuannya dari visi tersebut adalah membuat manusia menjadi manusia cerdas yang juga memiliki adab, karena adab merupakan pengendali kecerdasan manusia.

Misi Renstra yang tersebut dalam Skema Renstra Kemendikbud Tahun 2010 -2014, diantaranya meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan dan kebudayaan, memperkuat keterjangkauan layanan pendidikan, meningkatkan kualitas layanan, mewujudkan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan, keterjaminan memperoleh layanan dan mewujudkan kelestarian dan memperkukuh kebudayaan Indonesia. Misi tersebut kemudian menjadi acuan bagi semua elemen untuk bersama –sama mewujudkan rencana strategis pemerintah tersebut dalam kurun waktu kurang lebih lima tahun.

Pendidikan dan pembangunan bangsa merupakan tanggungjawab dari seluruh elemen bangsa, Pemerintah, masyarakat, sekolah, dan keluarga. Mahasiswa sebagai salah satu bagian dari masyarakat juga harus turut bertanggung jawab atas permasalahan. Kekuatan intelektual yang menjadi sebuah modal bagi mahasiswa haruslah dapat dioptimalkan dengan tujuan untuk dapat bermanfaat bagi orang banyak.Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah sebagai bagian dari elemen pendidikan, turut serta dalam mewujudkan renstra tersebut dan salah satu alat atau media mahasiswa pendidikan luar sekolah adalah IMADIKLUS yang merupakan wadah berharga untuk membantu dan  berperan aktif dalam mewujudkan Visi dan Misi Renstra tersebut.

Cita –cita Kemendikbud untuk mewujudkan Generasi Emas pada Tahun 2045 merupakan salah satu cita –cita luhur yang menjadi idaman semua pihak yaitu terciptanya generasi –generasi emas pada tepat satu abad Indonesia merdeka. Grand design generasi emas 2045 yang telah dicanangkan oleh Kemendikbud merupakan tugas semua elemen untuk bersama –sama mewujudkannya. Grand design itu diataranya, pertama, PAUD-isasi, peningkatan mutu PAUD dan pemerataan kualitas pendidikan dasar. Kedua, rehabilitasi gedung –gedung sekolah yang sudah tak layak pakai dan pembangunan gedung –gedung sekolah secara besar –besaran.Ketiga, Intervensi peningkatan angka partisipasi kasar (APK) untuk SMA dan atau sederajat dengan tarjet sebesar 97% tahun 2020, yang diperkirakan jika tanpa intervensi baru akan mencapai 97% tahun 2040. Keempat, peningkatan APK perguruan tinggi dengan meningkatkan akses, keterjangkauan, dan ketersediaan.

Beberapa elemen yang ikut berperan dalam mewujudkan grand design tersebut diataranya PAUDNI yang turut serta dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidian anak usia dini serta DIKTI yang membantu di tingkat perguruan tinggi dengan memberikan beasiswa unggulan untuk mahasiswa berprestasi. Berkaitan dengan hal tersebut diatas, dalam perkembangannya Pendidikan Non Formal saat ini menjadi sangatlah penting, dikarenakankemampuannya sebagai sebuah pusat  proses pembelajaran dalam pemberdayaan masyarakat dikalangan akar rumput.

PAUDNI dengan visi “Terselanggaranya layanan pendidikan untuk mewujudkan insan Indonesia yang cerdas, terampil, mandiri, dan profesional”, di ikuti dengan misi –misinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan nonformal dan informal membuat elemen –elemen dibawahnya turut berperan aktif dalam meningkatkan mutu pendidikan nonformal informal. Saat ini homeschooling atau sekolah rumah sudah memiliki nama tersendiri di kalangan masyarakat. Sekolah rumah yaitu model di mana sebuah keluarga memilih untuk bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anak –anaknya dan mendidik anaknya dengan menggunakan rumah sebagai basis pendidikannya.Homeshooling menjadi salah satu media pengenalan sistem pendidikan nonformal dan informal.

Selain itu, masih banyak faktor yang menjadi penghambat pertumbuhan Pendidikan Non Formal di masyarakat, salah satunya adalah dengan kurangnya pengetahuan dari masyarakat untuk membangun sebuah pusat pembelajaran dari, oleh dan untuk masyarakat. Masih dibutuhkan sosialisasi yang baik dari Pemerintah maupun kalangan masyarakat yang mengetahui tentang pentingnya Pendidikan Non Formal ini, agar dikemudian hari proses pembangunan masyarakat akan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan signifikan serta berkesinambungan.

Berdasarkan pemikiran inilah sebagai mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah se-Indonesia yang dibentuk dalam sebuah organisasi bernama IMADIKLUS (IKATAN MAHASISWA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH SE-INDONESIA) pada khususnya berkewajiban untuk turut bertanggungjawab atas terbentuknya tatanan masyarakat yang adil terutama dalam bidang pendidikan. Berbagai Solusi untuk permasalahan pendidikan yang ada dihadapan kita haruslah disiapkan dengan secara bersama-sama. Dukungan dari pemerintah dan juga semua elemen baik pemerintah mauapun masyarakat untuk solusi yang dicetuskan juga harus dilakukan dan bersifat berkelanjutan agar bisa benar –benar terwujud untuk Indonesia yang lebih baik.

            Dari latar belakang diatas Badan Pengurus Harian IMADIKLUS  Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, melaksanakan kegiatan “Kongres dan Rapat Kerja Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Indonesia (IMADIKLUS) Serta Seminar Nasional“. Sebagai mahasiswa yang tergabung dalam IMADIKLUS yang notabene berkompeten dalam bidang –bidang pendidikan luar sekolah diharapkan akan memeberikan kontribusi –kontribusi nyata dan berkelanjutan untuk mewujudkan Generasi Emas 2045.

Rangkaian kegiatan Kongres IV IMADIKLUS Indonesia yang telah di rencanakan tentunya perlu di evaluasi untuk mengetahui efektifitas kegiatan yang direncanakan tersebut. Berdasarkan konsep evaluasi, evaluasi dilakukan untuk mendapatkan 5 (lima) keputusan. Berdasarkan hal tersebut, evaluasi kegiatan kongres ini dilakukan guna mendapatkan keputusan :

  1. Apakah kegiatan kongres IV IMADIKLUS ini akan dilanjutkan
  2. Apakah kegiatan kongres IV IMADIKLUS akan dihentikan
  3. Apakah kegiatan kongres IV IMADIKLUS dilanjutkan namun dengan perubahan
  4. Apakah kegiatan kongres IV IMADIKLUS harus diperbaiki, atau
  5. Apakah kegiatan kongres IV IMADIKLUS harus diganti dengan program baru.

            Mencermati uraiaan diatas, kegiatan Kongres IMADIKLUS menjadi sangat perlu dan dapat menjadi suatu program kegiatan bagi mahasiswa yang nantinya dapat meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa dengan mencetuskan program –program yang dapat mendukung terwujudnya Indonesia Generasi Emas 2045. Selain itu, kegiatan ini juga bisa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk bertemu dengan mahasiswa lain dari luar daerah maupun luar pulau se Indonesia yang kemudia dapat saling bertukar cerita terkait dengan eksistensi ataupun segala hal tentang pendidikan luar sekolah dari daerah masing –masing. Untuk mengetaui konteks, masukan, proses dan juga produk serta menilai keberhasilan suatu tujuan program kegiatan yang dihadapi dalam hal ini yaitu kegiatan seminar nasional, kongres dan rapat kerja nasional IMADIKLUS, maka perlu diadakannya evaluasi program kegiatan. Mengingat pentingnya evaluasi terhadap sebuah program maka evaluasi terhadap program kegiatan seminar nasional, kongres dan rapat kerja nasional perlu dilakukan.

B. Identifikasi Masalah

Identifikasi permasalahan yang muncul terkait dengan program kegiatan seminar nasional, kongres dan rapat kerja nasional imadiklus indonesia sebagai berikut:

  1. Belum terwujudnya Renstra Kemendikbud periode 2010 -2014 secara menyeluruh.
  2. Pendidikan Non Formal saat ini menjadi sangatlah penting, dikarenakankemampuannya sebagai sebuah pusat  proses pembelajaran dalam pemberdayaan masyarakat dikalangan akar rumput.
  3. Masih dibutuhkan sosialisasi yang baik dari Pemerintah maupun kalangan masyarakat yang mengetahui tentang pentingnya Pendidikan Non Formal, agar dikemudian hari proses pembangunan masyarakat akan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan signifikan serta berkesinambungan.
  4. Kurangnya pengetahuan dari masyarakat untuk membangun sebuah pusat pembelajaran dari, oleh dan untuk masyarakat
  5. Perlunya andil mahasiswa (IMADIKLUS) untuk turut bertanggungjawab atas terbentuknya tatanan masyarakat yang adil terutama dalam bidang pendidikan

 

 C. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana konteks program kegiatan Seminar, Kongres dan Rapat Kerja Nasional di UNY?
  2. Bagaimana keadaan masukan program kegiatan Seminar, Kongres dan Rapat Kerja Nasional di UNY?
  3. Bagaimana pelaksanaan proses program kegiatan Seminar, Kongres dan Rapat Kerja Nasional di UNY?
  4. Bagaimana kualitas dan kuantitas hasil program kegiatan Seminar, Kongres dan Rapat Kerja Nasional di UNY?

 

D. Tujuan evaluasi Program

Berdasarkan pada permasalahan diatas, adapun tujuan kegiatan evaluasi ini adalah:

  1. Untuk mengetahui keadaan konteks program kegiatan Seminar, Kongres dan Rapat Kerja Nasional di UNY.
  2. Untuk mengetahui keadaan masukan program kegiatan Seminar, Kongres dan Rapat Kerja Nasional di UNY.
  3. Untuk mengetahui pelaksanaan proses program kegiatan Seminar, Kongres dan Rapat Kerja Nasional di UNY.
  4. Untuk mengetahui kualitas dan kuantitas hasil program kegiatan Seminar, Kongres dan Rapat Kerja Nasional di UNY.

 

 E. Manfaat

Manfaat dari hasil evaluasi program kegiatan Seminar, Kongres dan Rapat Kerja Nasional di UNY sebagai berikut:

  1. Bagi evaluator, dapat mengetahui indikator keberhasilan suatu program kegiatan yang dilaksanakan dan dapat memberikan penilaian terhadap keadaan konteks, masukan, pelaksanaan proses, dan hasli program kegiatan Seminar, Kongres dan Rapat Kerja Nasional di UNY.
  2. Bagi peserta dan panitia kegiatan, hasil evaluasi ini diharapakan dapat digunakan sebagai acuan meningkatkan kualitas kegiatan dan pengembangan program baik dari segi konteks, masukan, proses dan hasil dari kegiatan Seminar, Kongres dan Rapat Kerja Nasional IMADIKLUS selanjutnya.

 

 F. Metode

  1. Nama dan lokasi kegiatan

a)   Nama kegiatan : Seminar Nasional, Kongres IV dan Rapat Kerja Nasional IMADIKLUS 2013

b)   Kegiatan ini dilaksanakan pada:

Hari                    : Senin – Rabu

Tanggal             : 16 – 18 Desember 2013

Tempat                        :Universitas Negeri Yogyakarta & Pondok Pemuda Ambarbinangun

 

File lengkap silahkan download dibawah ini. jangan lupa tinggalkan jejak komen anda di kolom yang sudah disediakan.

  Proposal Evaluasi Kegiatan Kongres IV Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (712,1 KiB, 2 hits)
Jika link Download belum terlihat Silahkan anda login/register dsini . (download harus dalam keadaan login member)

COMMENTS

WORDPRESS: 0