Evaluasi Program Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Tunas Bangsa Kelurahan Ketapanrame Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto

BAB I PENDAHULUAN A.      Analisis Situasi PAUD Tunas Bangsa terletak di jalan Ki Ageng Tambak Boyo No.59 A Desa Ketapanrame Kecamatan Trawas Kabupate...

PLS DAHSYAT
Mencintai PLS dalam Bermasyarakat

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Analisis Situasi
PAUD Tunas Bangsa terletak di jalan Ki Ageng Tambak Boyo No.59 A Desa Ketapanrame Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. Letak taman bermain ini cukup strategis karena berdekatan dengan pemukiman, awalnya PAUD ini tidak memiliki bangunan sendiri namun seiring berjalannya waktu, PAUD ini mampu memiliki bangunan sendiri yang dibantu oleh pemerintah daerah dan dinas pendidikan setempat.
Letak PAUD memiliki keindahan tersendiri karena berdekatan dengan tempat- tempat wisata, seperti air terjun Dlundung, dan lain sebagainya.Berdasarkan letaknya tersebut maka lokasi lembaga ini sangat cocok bagi anak usia dini karena udara yang segar tanpa polusi.

B.       Masalah Evaluasi/ Fokus Kajian
Bila ditinjau dari segi tenaga pendidiknya, PAUD ini belum memiliki spesifikasi khusus dalam penerimaan calon tenaga pendidik.Sebagian besar dari tenaga pendidik di PAUD Tunas Bangsa tidak ada yang lulusan Sarjana PAUD.Namun masalah tersebut dapat dipecahkan melalui kegiatan pelatihan bagi tenaga pendidik.
Sarana dan prasarana di PAUD Tunas Bangsa sangat kurang dikarenakan dana yang sangat minim dan masih dalam proses pengajuan pemberian bantuan dari pemerintah setempat.
Dari segi perencanaan PAUD ini masih kurang apalagi dalam penerimaan calon peserta didik yang non muslim. Karena sebagian besar masyarakat di desa ini beragama Islam jadi pembelajaran di PAUD Tunas Bangsa berbasis pada pendidikan Agama Islam. Calon peserta didik non muslim harus menyesuaikan pembelajaran dengan peserta didik yang mayoritas beragama Islam.

C.      Tujuan Evaluasi Program
Tujuan yang utama yaitu untuk membantu lembaga PAUD dalam meningkatkan program atau kinerjanya melalui evaluasi yang kita lakukan.
Selain itu disini juga kita dapat mengetahui bahwa tenaga PLS sangat dibutuhkan dalam program PAUD untuk penilik atau pengawas program atau bisa juga sebagai pengelola sebab disini pengelola PAUD Tunas Bangsa sangat tidak relevan dengan background pendidikannya karena lulusan Sarjana Ekonomi tidak sesuai bidangnya untuk mengelola program PAUD.

D.      Manfaat Evaluasi Program
Manfaatnya dapat meningkatkan kinerja PAUD Tunas Bangsa dan dapat mengetahui kekurangan dalam program PAUD ini agar bisa lebih maksimal dalam mengelola PAUD Tunas Bangsa dengan baik.

BAB II
LANDASAN TEORI

A.      PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu:
Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun.
Ruang Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini
• Infant (0-1 tahun)
• Toddler (2-3 tahun)
• Preschool/ Kindergarten children (3-6 tahun)
• Early Primary School (SD Kelas Awal) (6-8 tahun)
Secara alamiah, perkembangan anak berbeda-beda, baik intelegensi, bakat, minat, kreativitas, kematangan emosi, kepribadian, kemandirian, jasmani dan sosialnya. Namun penelitian tentang otak menunjukkan bahwa jika anak dirangsang sejak dini, akan ditemukan potensi-potensi yang unggul dalam dirinya. Setiap anak unik, berbeda dan memiliki kemampuan tak terbatas dalam belajar (limitless capacity to learn) yang telah ada dalam dirinya untuk dapat berpikir kreatif dan produktif, mandiri . Oleh karena itu, anak memerlukan program pendidikan yang mampu membuka kapasitas tersembunyi tersebut melalui pembelajaran yang bermakna sedini mungkin. Jika potensi pada diri anak tidak pernah direalisasikan, berarti anak telah kehilangan kesempatan dan momentum penting dalam hidupnya.
Abraham Maslow telah menjelaskan tentang hirarki dari kebutuhan dasar manusia karna setiap individu itu berbeda, baik dilihat dari jenis kelamin, temperamen, ketertarikan, gaya belajar, pengalaman hidup, budaya, kebutuhannya (Diane Trister Dodge, Laura J. Colker, Cate, 2008). Maka setiap individu juga berbeda dalam hal kemandirian, konsep diri, dan tingkat kemampuannya.
Hahekat pendidikan anak usia dini adalah periode pendidikan yang sangat menentukan perkembangan dan arah masa depan seorang anak sebab pendidikan yang dimulai dari usia dini akan membekas dengan baik jika pada masa perkembangannya dilalui dengan suasana yang baik, harmonis, serasi, dan menyenangkan.
Komitmen memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas kepada setiap orang mulai dari usia dini sampai dewasa ditegaskan kembali dalam tujuan-tujuan Pendidikan Untuk Semua dengan Deklarasi Dakar yaitu:
Memperluas & memperbaiki keseluruhan perawatan & pendidikan anak usia dini secara komprehensif terutama yang sangat rawan & terlantar;
Kesetaraan jender di bidang pendidikan;
Program life skill bagi pemuda & orang dewasa;
Pemberantasan buta aksara;
Wajib belajar pendidikan dasar; dan
Peningkatan mutu pendidikan (Unesco,2001).
Hak-hak mendapatkan pendidikan bagi setiap warga negara telah diakui di Indonesia sejak awal kemerdekaan. Kesamaan hak mendapatkan pendidikan tersebut diamanatkan dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa salah satu dari tujuan kemerdekaan Indonesia adalah untuk mencerdaskan bangsa.

B.       Pembelajaran PLS (Pendidikan Luar Sekolah)
Pada dasarnya Pendidikan Luar Sekolah lebih mendasar untuk semua kalangan dari umur 0 sampai ia meninggal, dalam pendidikan luar sekolah ini lebih menekankan bahwa pendidikan adalah sepanjanmg hayat manusia selagi manusia tersebut masih hidup, oleh sebab itu pendidikan juga ditekankan kepada anak usia dini agar mereka lebih memiliki pengetahuan sebelum masuk taman kanak kanak agar lebih mempermudah mereka.
Masalah yang sering muncul dalam pendidikan luar sekolah yakni pada outcomenya yaitu hasil belajar, karena permasalahan itulah pendidikan luar sekolah melalui program PAUD ini membantu para peserta didik untuk siap melanjutkan kejenjang pendidikan selanjutnya yakni TK.
Pembelelajaran yang dilakukan dalam program pendidikan luar sekolah yakni PAUD ini adalah sisitem pendidikan non formal.
Dalam penyelenggaraanya sendiri PAUD nonformal diharuskan tidak kaku, maksudnya jika sudah ada keinginan dari masyarakat untuk mendirikan PAUD segeralah untuk memulainya meskipun belum mendapatkan ijin.Untuk sementara waktu sebelum dibuat kurikulum, maka bisa menggunakan kurikulum dengan Menu generik. Sambil berjalan, penilik PLS/PAUD memantau , membina, dan mengarahkan hingga mendapatkan ijin operasional.
 
C.      Hubungan PAUD dan PLS
Pada dasarnya pendidikan luar sekolah lebih menekankan pendidikan non formal dan in formal yaitu pendidikan keluarga, PAUD lebih berpengaruh kepada orangtua sebab peserta didik PAUD dari segi umur masih lebih ditekankan atau menganut pada orangtuanya.
Yang pertama hubungan PAUD dengan orangtua yankni berkomunikasi dengan orangtua merupakan salah satu tanggungjawab pendidik.Demikian juga dengan orangtua, mereka perlu menjalin komunikasi dengan pendidik. Komunikasi timbal balik ini akan sangat efektif untuk memberikan layanan yang berkualitas kepada anak usia dini.  Orangtua dan pendidik saling berbagi informasi baik mengenai program lembaga maupun tentang individual anak.  Orang tua dapat mengetahui program-program yang akan dan sedang dilaksanakan oleh lembaga. Di samping itu juga dapat memberi saran serta kritikan tentang pelaksanaan program – program  dan saling bekerja sama demi kemajuan lembaga tersebut.  Pendidik dapat menginformasikan dan berdiskusi tentang perkembangan anak selama mengikuti kegiatan di lembaga tersebut dan juga menggali informasi dari orangtua tentang berbagai hal mengenai anak tersebut.
Kegiatan berkomunikasi tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara. Baik secara formal maupun informal, baik secara tertulis maupun lisan.Akan tetapi bukan hal yang mudah baik bagi pendidik maupun orangtua untuk menjalin komunikasi dua arah secara efektif.Ada banyak kendala baik dari pendidik maupun orangtua.
Panduan ini memuat tentang strategi berkomunikasi antara pendidik dan orangtua melalui  papan informasi, buku komunikasi, buku profil lembaga, surat, home visit, dan pertemuan pendidik-orangtua.
a.      Tujuan keterlibatan orangtua dalam komunikasi dua arah ini yaitu:
1)      Menyampaikan informasi tentang kebijakan dan program kegiatan yang ada di lembaga.
2)      Menjalin kerjasama antara lembaga dan orangtua dalam melaksanakan      program lembaga
3)      Berdiskusi tentang perkembangan anak dan permasalahan yang dihadapi oleh masing – masing anak.
4)      Berbagi pengalaman dan gagasan dalam membelajarkan anak.
5)      Bertukar informasi mengenai perkembangan anak yang ada di lembaga dan di rumah.
6)      Memperoleh informasi yang membantu pemahaman mengenai berbagai aspek tentang kemajuan tumbuh kembang anak.
Oleh sebab itu peran orangtua juga sangat dibutuhkan dalam program PAUD ini karena banyak sekali peranan orangtua terhadap perkembangan anaknya. PAUD dengan PLS memiliki keterkaitan yang sangat erat karena dalam pendidikan luar sekolah mencakup program PAUD karena termasuk kedalam pendidikan non formal.

Dosen Pembimbing:
Rivo Nugroho, M.Pd.

Disusun Oleh:

Mega Febrianti                        101034058
Syarifah Eka Rosdiana           121034003
Elsa Novelia Putri L                121034009
Innayah Atika Putri                121034019
Dwi Rahayu Yuliati                121034204
Gita Amanda Jesika                121034230

PLS UNESA

File Lengkap Silahkan Download DISINI, dengan login terlebih dahulu. jangan lupa berikan koment anda.

  Evaluasi Program Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Tunas Bangsa Kelurahan Ketapanrame Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto (2,5 MiB, 2 hits)
Jika link Download belum terlihat Silahkan anda login/register dsini . (download harus dalam keadaan login member)

  COVER Evaluasi Program Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Tunas Bangsa Kelurahan Ketapanrame Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto (191,2 KiB, 1 hits)
Jika link Download belum terlihat Silahkan anda login/register dsini . (download harus dalam keadaan login member)

  ISI Evaluasi Program Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Tunas Bangsa Kelurahan Ketapanrame Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto (12,2 MiB, 6 hits)
Jika link Download belum terlihat Silahkan anda login/register dsini . (download harus dalam keadaan login member)

COMMENTS

WORDPRESS: 1
  • comment-avatar
    sulaeman 2 tahun

    Untuk membantu teman-teman dalam penyusunan tindakan sekolah tenaga Penilik Pendidikan Non Forl, mohon dengan hormat untuk dapat mengirimkan file PTS lengkap. Terima kasih.