Hanphone Sebagai Pembelajaran Masyarakat

Oleh: Agus Tomi

  Jurusan Pendidikan Luar Sekolah

Universitas Negeri Malang

SEJARAH HANDPHONE (HP)

Handphone pada prinsipnya hanyalah sebuah radio transceiver (transmitter-receiver/pengirim-penerima) biasa, mirip walkie-talkie atau handie-talkie yang kerap jadi perlengkapan standar polisi atau petugas sekuriti. Bagian utama dari peralatan telekomunikasi ini adalah osilator sebagai pembangkit sinyal radio, penguat frekuensi radio, pencampur (mixer), pencacah gelombang (detector), dan penguat sinyal audio.

Lalu mengapa disebut telepon selular? Sebutan ini rupanya berangkat dari bentangan penguat sinyal yang dibangun jaringan antena RBS (radio base station) yang menjadi piranti penangkap dan penyebar sinyal. Untuk sebuahkota, penyelenggara jaringan atau biasa disebut provider (apakah itu Telkomsel atau Satelindo) biasa membaginya dalam bentuk sel yang bentuknya imajiner, dimana setiap sel akan diwakili sebuah antena RBS. Itu sebabnya telepon bergerak (mobile phone) ini selanjutnya dikenal pula sebagai telepon selular.

Dalam sejarahnya, ponsel pada prinsipnya terkait dengan hasil eksperimen yang dilakukan dua ilmuwan yang bernama James Clerk Maxwell (1831-1879) dan Heinrich Hertz (1857-1894). Maxwell berhasil menguak sebagian fenomena alam tentang gelombang elektromagnetik yang menandaskan, bahwasanya kecepatan radiasi gelombang magnet-listrik ini sama dengan kecepatan perambatan cahaya, yakni sekitar 186.000 mil (300.000 km) per detik. Sementara itu, dalam kesempatan yang berbeda, Hertz melengkapi hasil telaah ilmiah Maxwell dengan mengungkap, bahwa gelombang radio adalah bagian dari fenomena alam ini. Untuk menghargai jerih payah Hertz, masyarakat ilmiah dunia kemudian menggunakan nama ˜Hertz ™ sebagai satuan frekuensi atau getaran per detik.

Dalam karakteristik dan fungsi yang berbeda, gelombang elektromagnetik sendiri bisa dipilah-pilah berdasarkan spektrumnya menjadi (mulai dari panjang gelombang terbesar sampai tersempit): gelombang radio, mikro, infra merah, cahaya/sinar tampak, sinar ultra violet, sinar X, dan sinar gamma. Secara khusus, gelombang radio menduduki daerah panjang gelombang dari beberapa kilometer sampai 0,3 meter, sedang frekuensinya dari beberapa Hertz sampai 10^9 Hertz. Gelombang inilah yang kemudian dipecah-pecah hingga ribuan kanal dan digunakan secara internasional untuk berbagai kepentingan di bawah pengawasan International Telecommunication Union.

 

PERKEMBANGAN HANDPHONE   (HP)

Di abad 21 ini, telekomunikasi telah memasuki era yang begitu dahsyat. Ketika beberapa puluh tahun lalu telepon rumahan masih merupakan barang mewah, kini yang namanya ponsel (telepon selular) telah merupakan barang keseharian. Harganya yang kian murah membuatnya menjamur. Seiring kemajuan teknologi, handphone pun tidak lagi dimanfaatkan untuk mengirim dan menerima sms atau telepon saja.tetapi bisa digunakan untuk internet, games, musik, fashion, office, video, dan camera.

Siapa tak kenal handphone atau ponsel (telepon selular)? Diperkenalkan pada tahun 1980-an, kini peralatan komunikasi ini sudah jadi perlengkapan sehari-hari. Banyak orang di berbagaikotabesar khususnya, tua-muda sering terlihat memamerkannya jika sedang tak digunakan. Ditaruh di saku celana, diselipkan di pinggang, atau ada juga yang sengaja terus dipegang sambil sesekali digunakan untuk menunjuk-nunjuk. Harganya yang sudah kian terjangkau membuat barang ini bisa dimiliki tak hanya oleh si-kaya saja.

Apapun itu, alat yang ukurannya kian imut dan menarik ini juga sudah dianggap sebagai ˜teman ™ di perjalanan atau di tempat beraktivitas yang amat praktis. Ia bisa menghubungkan kita dengan relasi, kolega, bahkan dengan bos galak dari mana saja. Teknologi telekomunikasi telah memungkinkannya bisa dipergunakan di mana saja. Apalagi dengan diluncurkannya satelit-satelit selular, yang selanjutnya memungkinkan benda kecil ini bisa digunakan di tempat terpencil (remote area), bahkan dari tengah lautan. Satu yang membuatnya unggul dibanding telepon rumahan, yakni sifatnya yang tanpa kabel atau wireless.

Revolusi di bidang pertelekomunikasian memang telah sampai pada tahapan yang dahsyat. Ketika aktivitas sehari-hari telah begitu overlaps (saling tumpang tindih), peralatan canggih ini selanjutnya menjadi alat yang menentukan. Ia bisa digunakan sebagai penyampai pesan dan kabar penting selain sebagai media untuk perbincangan ringan, yang mana kaum muda biasa menyebutnya ˜ngobrol gaul.

HANDPHONE SEBAGAI MEDIA INTERNET, GAMES, MUSIK, FASHION, OFFICE, VIDEO, DAN CAMERA.

Seiring kemajuan teknologi, handphone pun tidak lagi dimanfaatkan untuk mengirim dan menerima sms atau telepon saja. Sekarang handphone dilengkapi fitur-fitur yang lebih canggih dan bisa dijadikangayahidup para penggunanya. Konsumen memang selalu menjadi raja, para produsen pun memanjakan konsumen dengan menambahkan fitur internet lewat HP yang tidak kalah jauh beda bila   berinternetan lewat PC. Belajar sakarang bias dilakukan dimana saja, bias di angkot atau busway. Yang penting pakai smartphone yang membuka akses WAP atau GPRS.

Berdasarkan hasil polling yang dilakukan pada bulan Mei 2009 di jagoanponsel.com, penggunaan handphone terbesar adalah untuk internetan. Fungsi handphone sebagai media ber-internet menempati peringkat satu dengan memperoleh 33.3% suara. Peringkat kedua ditempati oleh games dengan 26.7% suara, dan peringkat ketiga ditrmpati oleh musik dengan 24.4% suara. Fungsi handphone sebagai fashion devices menempati peringkat ke empat. Disusul oleh office, video, dan peringkat terakhir ditempati oleh camera.

Hal ini sangat wajar mengingat internet sedang booming di Indonesia akhir-akhir ini. Semenjak awal tahun 2008 mulai muncul internet provider yang terjangkau dan mudah di akses. Ditambah dengan popularitas website jejaring social yang digemari oleh warga kita. Hal ini mengakibatkan penggunaan internet diIndonesiameningkat pesat. Operator seluler juga menyadari hal ini, sehingga mereka mengeluarkan produk internet dengan tariff terjangkau yang mengakibatkan handphone beralih fungsi menjadi media untuk internet. Selain itu, semakin banyaknya handphone yang memiliki fitur WiFi dan memiliki harga terjangkau mengakibatkan munculnya kebiasaan baru, hotspot-an di tempat-tempat nongkrong dengan menggunakan handphone.

FACEBOOK LEWAT HANDPHONE

Facebook adalah situs web jejaring social yang diluncurkan pada 4 februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckkerberk, seseorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk sisiwa dariHarvardCollege. Dalam dua bulan selanjutrnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayahBoston,Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e suatu universitas (seperti : edu, ac,uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring social ini.

Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan alamat surat-e   apa pun dapat mendaftar di facebook. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah, tempat kerja, atau wilayah geografis.

Facebookan sekarang gak cumin lewat computer. Jaman makin canggih gini facebookan juga bisa lewat handphone. Entah itu update status, comment di status orang, baca pesan, kirim pesan, termasuk chatting facebook lewat handphone.

Kini banyak yang mencari info tentang cara chatting facebook di handphone, memang tampilan facebook di handphone sangat berbeda dengan yang ada di computer, mungkin karena di handphone layar untuk full size  facebook tak mencukupi alias terlalu besar sizenya, jadi di ringkas untuk tampilan di handphone.

HANDPHONE SEBAGAI SARANA PEKERJAAN.

Setiap masalah, tantangan dan hambatan selalu berkembang sesuai dengan tujuan, lingkungan yang ada, dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Pada dasarnya setiap situasi dan kondisi yang ada selalu saling berhubungan, adanya masyarakat yang terbelakang karena adanya kebodohan, adanya pengangguran disebabkan karena salah satunya adalah kurangnya keterampilan yang siap pakai.

Jika kita kaji semua jenis Telepon Seluler dengan kemajuan dan tingkat kecanggihan tersebut, telepon selular tidak pernah luput dari bermacam-macam kerusakan. Oleh karena itu kebutuhan akan teknisi telepon selular yang profesional sangat diperlukan pada saat ini. Sedangkan tenaga teknisi yang handal saat ini yang memiliki kualifikasi profesional masih terbatas dan langka.

Memasuki era globalisasi sekarang ini dan isue pengangguran menjadi perbincangan diberbagai kalangan, karena sebagian pengangguran tersebut merupakan genarasi muda dan menjadi obyek sekaligus subyek permasalahan. Dengan menarik idialisme diatas maka kegiatan Kursus Teknisi Handphone perlu dilakukan. Program kursus ini meliputi keterampilan Teknisi Reparasi Handphone, Servis dan manajemen yang dikemas dalam satu paket kursus Teknisi Reparasi Handphone. Program kursus adalah program yang memiliki ciri praktis, mudah dan terarah, tidak berjenjang tetapi saling terkait dengan konsep belajar secara tuntas.

MENYIASATI HANDPHONE (HP) SEBAGAI MEDIA PENDUKUNG  BELAJAR

Handphone (Hp)/mobile phone/telepon selular sebagai salah satu produk alat telekomunikasi terkini di tengah laju globalisasi teknologi komunikasi dan informasi memiliki fenomena tersendiri bagi dunia pendidikan khusunya bagi pelajar dan mahasiswa. Kehadirannya yang menawarkan kecanggihan untuk dapat mengakses segala informasi lintas dunia dengan sangat cepat, mudah dan murah sering dijadikan kambing hitam merosotnya moral/budi pekerti bangsa. Hal ini mungkin benar adanya, akan tetapi tentu tidak sepenuhnya benar jika ada anggapan/persepsi bahwa kehadiran telepon selular bagi pelajar dan mahasiswa lebih membawa dampak negatif dari pada positif.

  • ˜   Sisi Positive dan Negative Telepon Selular bagi Pelajar

Disadari atau tidak memang segala sesuatu di dunia ini selalu hadir dalam dua sisi (positif dan negatif), tak terkecuali telepon selular, tinggal bagaimana kita mengelola agar sisi positif berperan lebih dominan dibanding sisi negatifnya. Kiranya kita sepakat bahwa kecepatan dan ketepatan akses komunikasi tentulah merupakan hal yang sangat positif bagi para pelajar dan siapa saja yang hidup di jaman ini. Mari kita kilas balik ke masa 15 tahun lalu ketika teknologi belum semaju sekarang. Saat itu telegram merupakan pilihan favorit untuk dengan cepat dapat mengirim/menerima pesan penting secara tertulis. Sekarang untuk melakukan hal itu cukup dengan sms. Saat itu untuk dapat menggali informasi lintas dunia kita harus pergi ke warnet yang sudah barang tentu sulit dijumpai di pedesaan. Sekarang cukup dengan telepon selular kitapun dapat mengakses informasi melalui internet.

Di samping hal positif seperti tersebut di atas, kehadiran telepon selular juga mengandung konsekwensi logis dengan berbagai dampak negatifnya. Bagi pelajar, pemanfaatan telepon selular tanpa terkendali berpotensi mencetak generasi pemalas dan berkepribadian menyimpang. Bagaimana tidak? Pengguna telepon selular selaku konsumen kini telah sedemikian dimanjakan oleh segudang fasilitas mudah dan murah yang ditawarkan produsen untuk dapat mengakses informasi global tanpa batas, sehingga siswa yang nota bene belum cukup memiliki perisai atau bekal mental yang memadai cenderung lebih suka melihat, membaca bahkan mengambil sajian yang terlalu vulgar yang bertentangan dengan nilai budaya dan ajaran agama semacam foto dan video seronok/porno yang terdapat di internet. Hal inilah yang sering dijadikan alasan keprihatinan akan maraknya penggunaan ponsel yang kini menjadi salah satu trend kehidupan modern.

  • ˜   Memanfaatkan Ponsel Sebagai Media Pendukung Pembelajaran

Tidak pas kiranya jika sekolah mengambil jalan pintas membuat aturan melarang siswa membawa ponsel ke sekolah sementara sekolah senantiasa dituntut mengikuti laju perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Yang perlu sekolah lakukan berkenaan dengan trend ini adalah mengelola bagaimana memetik sisi positif dengan memberdayakan ponsel siswa sebagai media pendukung pembelajaran. Misalnya, sekolah mestinya memiliki website resmi (jika memungkinkan) atau setidaknya Blog yang dikelola dengan baik yang di dalamnya disediakan link ke situs-situs lain yang memuat informasi edukatif dan dapat diakses melalui ponsel siswa. Setiap guru di sekolah tersebut diminta berperan sebagai kontributor dengan menyusun resume bahan ajar yang akan dan atau telah dibahas di ruang kelas, syukur jika para guru tersebut mampu membuat bahan ajar dalam bentuk media interaktif untuk di upload dan dapat di-download oleh siswa. Selain guru, siswa juga diminta berkontribusi untuk memanfaatkan situs sekolah sebagai wahana untuk berkreasi (misal penulisan pantun/puisi, cerpen, resep makanan, dsb), mengungkapkan pendapat, atau sekedar mejeng dengan menampilkan foto-foto terbaik mereka.

Mengantisipasi penyalahgunaan ponsel pelajar di sekolah tentu sekolah harus secara periodik melakukan pembinaan dan pemantauan(dapat dilakukan melalui rasia). Jika ditemukan penyimpangan dari penggunaan ponsel tersebut, siswa bersangkutan dapat diberi sanksi sesuai kadar penyimpangannya. Jika kadar penyimpangannya parah (misal berbau kriminal atau porno vulgar) dapat diberi sanksi dikeluarkan dari sekolah.

 

APAKAH HANDPHONE HARUS DILANG DIBAWA SISWA KE SEKOLAH?

Alat komunikasi Hp pada saat ini sudah bukan merupakan barang mewah, dan hampir sebagaian besar masyarakat memilikinya baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. Keberadaan alat tersebut dapat dirasakan manfaatnya untuk menjalin komunikasi antar teman bahkan antar siswa dengan guru atau sebaliknya.

Di lingkungan masyarakat benda tersebut bukan barang eksklusif atau sesuatu yang biasa, ketika ada larangan untuk membawa Hp ke sekolah, menjadi sesuatu yang ganjil, karena usia siswa pelajar di jenjang pendidikan misalnya siswa SMA merupakan masa kritis yang mampu membawa anak kepada sikap negatif terhadap diri dan lingkungannya (juga terhadap produk teknologi), dan masyarakat sudah bisa menerima kehadiran teknologi tersebut. Larangan seperti ini patut dipertanyakan, karena pada mula Hp diciptakan untuk membantu memperlancar komunikasi antar kita. Tujuan yang bisa menyusutkan jarak dan bahkan dengan teknologi visual, komunikan bisa saling bersitatap pandangan wajah meski berada di benua yang berbeda. Apakah kita akan selalu surut terhadap sesuatu produk karena ada dampak negatif mengiringinya? Tentu tidak! Kita bisa menelusuri penyebab terjadinya dampak dan terus mengembangkan dampak positif dari produk teknologi komunikasi. Bahkan di tengah gencarnya berbagai produk teknologi pada saat ini dunia persekolahan harus menyadari untuk kian mengakrabinya dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi pembelajaran di sekolah sehingga memberikan energi kreatif yang mampu meningkatkan dan mengembangkan motivasi belajar siswa.
Hal yang kurang diperhatikan dalam etika penggunaan Hp merupakan hal yang paling krusial untuk dijadikan fokus penggunaan Hp di sekolah. Pemahaman etika pemanfaatan teknologi HP sehingga mampu memberikan pembelajaran terhadap kegunaan produk teknologi yang diciptakan untuk mensejahterakan manusia.
Kecelakaan paling besar dalam dunia pendikan kita tak dapat dihapus begitu saja dari ingatan. Adanya kasus SMS guru kepada siswanya yang tengah mengikuti ujian nasional. Kecerobohan guru dalam memanfaatkan teknologi untuk membantu siswa secara tidak benar. Bahkan dalam peristiwa tersebut guru sempat memukuli siswa hingga babak belur karena sms siswa bersangkutan yang berisi hujatan karena tak kebagian kunci jawaban nyasar pada nomor Hp guru yang bertindak sebagai distributor kunci jawaban UAN. Mengenaskan! Tidak adakah cara yang arif dan kreatifitas guru untuk memanipulasi Hp sebagai media pembelajaran di dalam kelas, untuk membuat pembelajaran yang menarik perhatian dan motivasi belajar siswa?.
Celakanya kehadiran Hp yang memberondong ke tengah-tengah kehidupan masyarakat membuat sekolah kelimpungan, karena pada saat yang sama dampak negatif menggandoli dan menyebarkan pengaruhnya bagi kehidupan siswa. Juga kehadiran teknologi informasi dan komunikasi lewat internet merupakan suatu kebutuhan yang tak terelakkan untuk menggali sumber informasi dalam dunia persekolahan kita. Di dalamnya sekolah bisa membangun jaringan dengan sekolah lain. Siswa bisa mengakses informasi sains yang dibutuhkan untuk menambah wawasan keilmuannya. Disamping juga hadirnya beberapa situs pornografi yang tidak layak dikonsumsi anak-anak kita. Namun kita tidak boleh menghindar dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (internet) karena adanya situs porno, tetapi kearifan guru atau orangtua dibutuhkan untuk memberikan arahan dan bimbingan sehingga ketika anak berhadapan dengan internet tidak terpikir untuk membuka situs porno.
Kehadiran Hp merupakan bagian yang tak terelakkan dalam kehidupan siswa, sehingga perlu disikapi secara arif, supaya tidak menimbulkan kesan bahwa sekolah anti dan tidak mampu mengadaptasi kemajuan teknologi. Pengenalan etika berkomunikasi dengan mempergunakan Hp, merupakan hal yang vital untuk dilakukan. Kapan Hp harus off, dan kapan harus on. Dalam ruang kelas, rapat resmi, atau ketika berada dalam pesawat terbang. Etika semacam ini banyak tidak dikenal siswa, bahkan kadang tanpa rasa bersalah guru menerima telepon atau SMS ketika tengah mengajar di dalam kelas. Jika seperti ini, bagaimana kita bisa memperkenalkan kegunaan teknologi yang benar terhadap siswa, tanpa memberikan contoh dari diri sang guru dan diri kita sendiri. Kita kehilangan teladan, tapi bukan larangan, sekolah butuh kebijakan bukan ancaman.

SOLUSI

                      Telepon genggam (HP) yang merupakan produk kemajuan teknologi komunikasi dan informasi dengan dampak positif dan negatifnya bagi pelajar maupun masyarakat luas, jelas merupakan hal yang harus dengan arif dan bijaksana kita sikapi. Untuk mereduksi dampak negative dari kehadiran handphone, khususnya bagi pelajar, sekolah dapat memanfaatkan handphone sebagai media pendukung pembelajaran dengan cara memberdayakan website / blog sekolah. Sekolah tidak perlu membuat aturan melarang sisea membawa handphone ke sekolah, akan tetapi sekolah harus secara periodik melakukan pembinaan dan pemantauan. Handphone adalah barang yang mudah dibawa kemana-mana dan mempunyai fitur yang lengkap dan canggih. Hal itu lah yang mempermudah dan membantu kita dalam menjalankan kegiatan atau aktifitas kita sehari-hari dengan menggunakan handphone.

DAFTAR PUSTAKA

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.