HARAPAN SETELAH MASUK PLS

Pendidikan Luar Sekolah adalah satu dari berbagai jurusan atau prodi di berbagai Universitas Negeri ataupun Swasta di Indonesia yang tak jarang membua...

MEMIKIRKAN 2 MEI UNTUK BERBUAT
Harapan yang Menggantung Tepat Didepan Kening

Pendidikan Luar Sekolah adalah satu dari berbagai jurusan atau prodi di berbagai Universitas Negeri ataupun Swasta di Indonesia yang tak jarang membuat mahasiswanya merasa tersesat masuk ke dalamnya. Sungguh berbahaya apabila mahasiswa PLS tidak paham dengan apa yang disebut dengan PLS. Mahasiswa – mahasiswa PLS adalah mahasiwa yang harus tahan banting, tahan pukul, tahan jatuh, tahan gagal, dan tahan – tahan sebagainya. Sebab sebagai pengambil keputusan dalam pemenuhan dinamika kebutuhan masyarakat tentunya menjadi kunci utama dalam memegang tanggung jawab besar tentang arah pembangunan masyarakat ndonesia ke depan. Memang sudah terlambat kita untuk mengeluh dan mengumpat terhadap takdir kita kuliah di jurusan PLS, ibarat kalau kita sudah menceburkan diri maka harus berenang, mari berjuang dari diri masing masing untuk PLS, harus dari semua pihak untuk melakukan perubahan karena idialis saja tidak cukup kalau berbenturan kebijakan, bagi saya kalau memang tidak bisa berubah tutup saja sekalian, karena cita-cita akan menjadi mimpi dan jangan sampaiini terus terjadi.

Sejatinya saya begitu optimis dengan pilihan yang saya ambil. Pendidikan Luar Sekolah (PLS) bagi saya adalah ruh perjuangan untuk membantu dan membangun masyarakat mencapai “life long education”. Melalui PLS, saya berharap dapat berkontribusi lebih menciptakan SDM yang berkualitas. Menjadikan Pendidikan di Indonesia kembali bangkit. Khususnya, bagi mereka yang tidak tertampung di Pendidikan Formal.
Jadi sangatlah salah, jika PLS dianggap sebagai jurusan yang tidak eksis di dunia pendidikan. Padahal, jika ditelaah lebih jauh lagi, PLS bukanlah pendidikan yang sulit untuk diterima ataupun dipahami pola penerapannya di masyarakat. Tetapi pemahaman yang belum sepenuhnya didapat oleh mahasiswa membuat para murid atau yang lebih tenar di dunia PLS adalah warga belajar menjadi rancu dan terasa sesat masuk ke dalamnya. Penerapan bahan ajar yang diberikan tutor atau dosen kadangkala masih menimbulkan berbagai pertanyaan yang sulit untuk diterima.

Tanpa adanya PLS, mungkin sedikit sekali kemajuan yang dilaksanakan oleh masyarakat. Tuntutan zaman yang semakin maju dan dirasa cukup kejam bagi beberapa orang menjadikan masyarakat harus memiliki berbagai keterampilan yang menghasilkan berbagai hasil produksi yang berdaya jual tinggi. Program pendidikan yang sekarang ini menjadi masalah yang cukup kompleks bagi sebagaian masyarakat kelas menengah kebawah. Mulai dari masalah biaya sekolah yang dirasa sangat memberatkan keluarga yang berpenghasilan minim, hingga akses jalan yang sangat tidak memungkinkan untuk menuju sebuah sekolah. Belum lagi dengan berabagai tuntutan nilai yang diajukan setiap sekolah yang cenderung mengakibatkan siswa hanya sekedar memburu nilai semata, tanpa mempertimbangkan proses yang sebenarnya sarat akan makna.

Ada juga yang berpendapat kita sebagai mahasiswa PLS kita jangan mencari pekerjaan tetapi menciptakan pekerjaa, menurut saya bagian ini adalah bukan masalah sarjana PLS atau bukan melainkan jiwa dan kesempatan, tanpa harus kuliah, tanpa harus di PLS kalau orang tersebut punya jiwa wiraswasta dan kesempatan pasti bisa, dan saya rasa ini merupakan harapan yang pada umumnya. Yang jelas PLS tidak salah kalian kuliah juga tidak salah, dan bukan saatnya kita saling menyalahkan namun mencari solusi yang solutif bersama sama.

—————————————————————-

kuni

NAMA                        : KUNIZAKYAH A

JURUSAN                  : PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

ANKATAN                : 2016

UNIVERSITAS         : NEGERI MALANG

COMMENTS

WORDPRESS: 0