Hasil Safari IMADIKLUS

  Hasil Safari IMADIKLUS Safari IMADIKLUS ialah program kerja kunjungan yang bertujuan memperkenalkan PLS serta IMADIKLUS untuk menjalin sebuah r...

Pentingnya Pendidikan Karakter AUD Dalam Pembentukan Perilaku dan Kepribadian
PROGRAM GEMBIRA BPH IMADIKLUS INDONESIA

 

Hasil Safari IMADIKLUS

Safari IMADIKLUS ialah program kerja kunjungan yang bertujuan memperkenalkan PLS serta IMADIKLUS untuk menjalin sebuah relasi. Kegiatan safari IMADIKLUS ini berlangsung selama 5 hari dimulai Senin, 13 Juni 2016 sampai dengan Jumat, 17 Juni 2016. Kegiatan ini berpusat di Jakarta, adapun peserta yang mengikuti safari IMADIKLUS sebanyak 6 kampus yang terdiri dari UNY,UNTIRTA,UNJ,UIKA,UNEJ dan UNSRI. Pada kegiatan safari ini lembaga yang kami kunjungi ialah RPTRA Penggilingan, Kementrian Pemuda dan Olahraga, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Pembukaan Portal Desa dan  Asah Pena di SMK Fensensius Rawamangun. Kegiatan ini digagas oleh Petrus Ihnasius Tampubolon selaku ketua umum IMADIKLUS yang mengamanahkan untuk melakukan kunjungan, karena menurutnya kunjungan ini sangat penting untuk dilakukan.

Persiapan Safari IMADIKLUS terbilang cukup singkat namun hal ini bukan untuk menjadi sebuah  halangan, pra-kegiatan 13 Juni 2016 kami mempersiapkan pembutan buku mengenai IMADIKLUS yang berisi tentang profil  serta lembaga PLS yang dinaungi oleh IMADIKLUS seperti Gerlic dan PKBM Sindang Barang Jero  sebagai bahan acuan dalam memperkenalkan IMADIKLUS, selain itu mencatat pembagian tugas selama kunjungan berlangsung dan bertemu serta berdiskusi bersama BPH IMADIKLUS UNJ.

Jakarta, 14 Juni 2016 hari pertama kami melakukan kunjungan, RPTRA Penggilingan adalah tujuan awal untuk kami kunjungi, RPTRA (Ruang Publik Terbuka Ramah anak) dimana program yang diluncurkan oleh gubernur DKI-Jakarta berfungsi sebagai tempat terbuka bagi anak, kami berkunjung karena RPTRA ialah salah satu program kerja yang tercatatat pada RAKERNAS di Yogya, kami disini bertujuan untuk mencari tau tufoksi dari RPTRA itu sendiri di masyarakat. Terbentuknya RPTRA disini ialah sebuah peluang sebagai ruang pengabdian, bahan penelitian, dapat di dorong untuk menjadi salah satu program kota layak anak dan terbukanya peluang kerja. Dari beberapa point peluang tersebut, kami gunakan sebagai landasan untuk  menggali informasi. Bahwa RPTRA disini ialah program yang sudah diatur oleh pemerintah DKI-Jakarta yang memang anggaran dalam pembangunan didapat dari dana CSR perusaan atau pabrik yang beroprasi di DKI, bukan hanya itu saja pengurus setiap RPTRA ialah hasil seleksi yang dilakukan secara mandiri oleh DKI. Adapun program RPTRA sendiri sudah memiliki komponen wajib yang harus dilakukan, kegiatannya yang dilakukan ialah pelatihan untuk ibu- ibu seperti menjahit, menyulam, meronce bahkan kecantikan. Sedangkan untuk anak – anak terdapat pelatihan pancak silat. Setiap kegiatan disini harus dibuat laporan sebagai pertanggung jawaban untuk kelurahan,  Namun problem yang terdapat di RPTRA ini kegiatan yang ditujukan untuk anak masih minim sehingga pengurus RPTRA Penggilingan berharap teman – teman IMADIKLUS dapat mengisi kegiatan anak khususnya mahasiswa UNJ yang memang dekat dengan lokasi. Itu peluang yang kami dapat ketika berkunjung bada lembaga RPTRA Penggilingan, kegiatan kunjungan ini berakhir pukul 12 siang.

Semangat yang kuat menghantarkan kami pada suatu titik harapan, walau panas terik menemani, tapi kami yakin apa yang kami lakukan ini bermanfaat karena lebih baik minus dari pada nol, lebih baik salah dari pada tak mencoba sama sekali. Jakarta, 15 Juni 2016 Kementrian Pemuda dan Olahraga, kami sudah membuat janji dengan Bpk. Selaku sekertaris Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Kami disambut dengan ramah di ruangan beliau, dan pada pagi hari itu kami berbincang untuk menanyaka 13 program kepemudaan kemenpora 2016 serta syarat untuk menjadi organisasi naungannya. Dengan suasana penuh keramah tamahan kami diberi penjelasan mengenai 13 program tersebut yaitu kotak layak pemuda, memberikan sebuah penghargaan kepada kota – kota yang concern terhadap pembangunan pemuda seperti kota Bandung dan Yogyakarta, Pemuda Pelopor melatih para pemuda untuk menjadi pelopor pembangunan di daerah pada kegiatan ini terdapat pelatiahan yang diselenggarakan awal Tahun, Pemimpin Muda menyiapkan kader calon pemimpin melalui pelatihan kepemimpinan, melatih 5000 lebih pelajar dan mahasiswa untuk menjadi pemimpin muda, Pemuda damai lintas agama untuk menyiapkan 500 kader dari 10 daerah konflik untuk diberikan pelatihan mengenai perbedaan agama sebagai bekal pengkondisian di daerah konflik, bank music yaitu program dimana semua jenis lagu akan terhimpun menjadi satu yang akan di buat di TMII, pusat pelatihan pemuda untuk menumbuhkan jiwa leadership, sosial- budaya, industri, manifaktur, maritim dan entrepreneurship kegiatan ini dibuka untuk umum dan selalu di sosialisasikan di web resmi kemenpora, Pemuda mandiri Indonesia untuk menyiapakan 1000 sarjana penggerak pembangunan pedesaan untuk melakukan pendampingan di 400 desa, Pemuda Maritim yaitu membangun kesadaran pemuda maritime di 15 daerah pesisir Indonesia dalam menunjang program maritim yang digerakan oleh president Jokowi, pemuda relawan menyiapkan pemuda relawan yang siap ditempatkan di daerah rawan bencana dan rawan sosial, Pemuda anti narkoba mempersiapkan program pemuda revolusi mental anti narkoba dengan menyediakan pemuda anti narkoba di 1000 desa dan program yang dilakukan pada bulan juni kemarin ialah menyiapakan seleksi duta narkoba sebagai icon untuk pemudan anti narkoba, pemuda tani mendorong para pemuda mencintai profesi petani dan dapat ikut berkontribusi dalam bidang pertanian guna menciptakan ketahanan pangan nasional, pemuda kreatif mencetak 14 ribu pemuda kreatif yang bergerak di berbagai bidang diantaranya music, kuliner, seni, dan gerakan move on project dan wirausaha muda berfungsi untuk menciptakan 500 pemuda dari 500 usaha rintisan produktif unuk mempersiapkan kewirausahaan di daerah dan mempersiapakan lembaga permodalan kewirausahaan.

Setelah kami diberikan penjelasan mengenai 13 program tersebut kami diharapkan dapat berpartisipasi dengan ikut 13 program tersebut ujar Bpk. Imam Gunawan Setelah kami puas bertanya mengenai 13 program tersebut obralanpun beranjak berganti topic untuk membicarakan bagaimana IMADIKLUS bisa menjadi naungan kemenpora, setiapa organisasi kepemudaan secara mutlak itu adalah naungan kemenpora, karena kegiatan yang berhubungan dengan kepemudaan adalah tanggung jawab kami seperti itu, lalu kami menjelaskan mengenai kegiatan yang dilakuan oleh IMADIKLUS dengan memberikan buku yang kami sudah persiapkan, lalu beliau membaca serta menyimak isi buku tersebut, terlontar beberapa pertanyaan salah satunya ialah jumlah kampus yang tergabung di IMADIKLUS dan kegiatan pengkaderan yang seperti apa yang dilakukan. Menurut beliau IMADIKLUS sudah baik nanum saran beliau buatlah pemfokusan kegiatan seperti kegiatan sosial yang bertujuan untuk berbagi namun dengan berintegrasi dengan beberapa wilayah, sehingga oraganisasi ini memiliki passion yang lebih spesifik seperti itu ujarnya. Beliau mengapresiasi langkah kami melakukan kegiatan safari IMADIKLUS, beliau juga mengucapkan banyak terimakasih kepada IMADIKLUS karena telah berkunjung.

Kegiatan dilanjutkan dengan memberikan plakat sebagai cendramata. Lalu kami Bergegas menuju ke kementrian kelautan dan perikanan, sesampainya disana kami diarahkan untuk menuju lantai 13. mengapa kami berkunjung ke kementrian kelutan dan perikanan ? karena kementrian kelautan dan perikan memiliki program pendampingan masyrakat di pulau terkecil dan terluar sebagai fasilitator pendampingan efektifitas sarana dan prasarana di pulau – pulau kecil berbasis masyarakat serta pendampingan pengelolaan dan pengembangan PLTS di pulau – pulau kecil berbasis masyarakat. Bu Susi Pudjiastuti sebagai menteri kelautan dan perikanan RI “Kebudayaan kita bermula dari pesisir, yang kemudian berkembang ke daratan. Manusia lalu membentuk perkampungan, hingga akhirnya menjadi kota – kota yang menjadi basis peradaban. Semuanya bermula dari lautan, nah itu yang mendasari dibutuhkan fasilitator untuk pulau – pulau kecil.

Perbincangan kali ini langsung mengarah pada fasilitator yang dibutuhkan untuk palau kecil dan terluar, beberapa pertanyaan kami ajukan untuk ditanyakan, bahwa fasilitator yang dibutuhkan memiliki kwalifikasi, salah satunya yaitu memiliki tinggat pendidikan minimal S1 semua jurusan serta memiliki rasa kepedulian yang tinggi. Tak menitik beratkan pada sebuah jurusan, menurutnya semua jurusan ber hak untuk dapat ikut dalam seleksi ini yang terpenting ia memiliki rasa kepedulian yang tinggi. Pembukaan/ pendaftaran dilakukan di awal tahun tepatnya bulan januari. Dan sudah berjalan selama 3 tahun. Sebelum ia di tempatkan ia mendapatkan training terlebih dahulu yang bertujuan untuk pembekalan selama ia menjadi seorang fasilitator. Dan peluang ini terbuka untuk umum termasuk mahasiswa PLS sekalipun.

16, juni 2016 jejak langkah kami kembali terukir dalam kegiatan pembukaan portal desa, kali ini kami bukan bertujuan untuk audiency melainkan sebagai audienc dalam pembukaan portal kedesa.id yang diselenggarakan salah satu LSM dalam diskusi tersebut diterangkan prioritas penggunaan dana desa, satu hal yang membedakan antara UU.No.6/2014(UU Desa) dengan UU sebelumnya yang mengatur tentang desa adalah adanya klausul khusus tentang dana desa. dana desa merupakan dana yang dialokasikan dari APBN untuk desa. sebelumnya, alokasi APBN untuk desa diperoleh melalui dana perimbangan atau transfer daerah, baik provinsi maupun kabupaten. Selain itu dipaparkan pula pembahasan mengenai sejarah dana desa, sumber pendapatan, polemik prioritas penggunaan. Maka dari itu diluncurkan portal berupa websait yang bertujuan untuk pengawasan serta diskusi dan berbagi informasi, semua terangkum dalam portal kedesa.id. IMADIKLUS berkunjung ke pembukaan tersebut salah satunya untuk mengetahui perkembangan dana desa yang memang memiliki polemik tersendiri.

17, juni 2016 sudah hampir 4 hari kami berada di Jakarta mengunjungi beberapa lembaga, setiap hari tak lupa kami posting kegiatan di media sosial yang dimiliki oleh IMADIKLUS  tidak disangka itu menarik perhatian sehingga bertambah 1 kampus yang ikut dalam safari ini walaupun hari ini adalah kunjungan terakhir. Adapun kampus yang bergabung ialah UNSIL, pada hari ini kunjungan berlangsung pada lembaga Asah Pena yang dilakukan di SMK Fensensius Rawamangun, pada kesempatan kali ini kami dibertemukan oleh Bpk. Ir.M.Arif Fuaddin dan Bpk. Frans Sondang Sitorus beliau adalah seseorang yang memiliki lembaga homescooling dan kursus ternama. Beliau disini berbagi pengalaman, kisah serta menganjurkan kami untuk segera membuat lembaga. Dan beliau mengajak kerjasama IMADIKLUS untuk magang di lembaganya sebagai pembelajaran. Sehingga perbincangan kami mengenai kerjasama berlanjut sampai saat ini yang memang bertujuan untuk memberi ruang dalam mengimplementasikan teori yang di dapat di kampus. Jangan takut untuk bertindak, sebelum memulai ucap Bpk. Frans Sondang kami disini siap untuk membantu. Safari hari ini merupakan safari yang terbilang cukup panjang dan menarik. Dikusi kali ini berlangusung hingga pukul 8 malam.

Itulah hasil kunjungan kami, namun tulisan ini tidak bisa menggambarkan perjuangan kami yang penuh dengan tangis, canda bahkan tawa. Kami seperti ini bukan untuk kepentingan pribadi dan kami percaya satu gerakan kecil akan menggerakan yang lain.karena cinta semua yang pahit akan menjadi manis, karena cinta tembaga akan menjadi emas, karena cinta yang mati akan menjadi hidup dan karena cinta yang raja akan menjadi budak. Maka cintailah segala tindakan- mu maka rasa lelahmu, letihmu akan berubah menjadi cinta, cinta akan perjuangan.

 

 

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0