Identifikasi Kebutuhan Belajar Sebagai Landasan Penyusunan Program Pendidikan Luar Sekolah

0
Dibaca 20.172

Kebutuhan belajar bersumber dari adanya kebutuhan yang secara bawahan (Inhaerent) dipunyai individu semenjak ia dilahirkan. Kebutuhan inilah yang merupakan tenaga pendorong bagi individu untuk hidup , untuk mempertahankan diri dari ancaman bahaya , dan untuk berkembang terus. Menurut Maslow : Seorang ahli psikologi , kebutuhan dasar manusia itu berjenjang dari tingkat yang paling rendah sampai ke tingkat yang paling tinggi. Teori itu disebut sebagai teori “Jenjang Kebutuhan Manusia”

PENGERTIAN TENTANG IDENTIFIKASI KEBUTUHAN BELAJAR

            Kata “identifikasi” berasal dari bahasa asing, yaitu bahasa Inggris. Asal kata to identify sebagai kata kerja, dan identification sebagai benda.To identify  secara sederhana artinya adalah mengenali. Hubungannya dengan pembicaraan kita disini “identifikasi kebutuhan belajar” artinya ialah mengenali kebutuhan belajar seseorang atau masyarakat atau kelompok orang tertentu yang akan menjadi sasaran didik atau peserta didik.Sebagai pembawa program atau pelaksana program PLS, dengan mengidentifikasi kebutuhan belajar paling tidak kita dituntut menyadari dua hal, yaitu mengapa kebutuhan belajar itu muncul dan untuk apa ia perlu dimunculkan?

            Pertanyaan mengapa dan untuk apa dicari jawabannya melalui suatu proses yang panjang, baik proses pemikiran dengan mendasarkan pada latar belakang konsepsional, maupun proses penganalisaan situasi kongkret dari kondisi lingkungan masayarakat setempat. Proses pemikiran dan analisa situasi ini berjalan bermacam-macam dengan kegiatan identifikasi kebutuhan belajar itu sendiri. Sehingga pada waktu seorang pembawa program PLS mengatakan bahwa dirinya telah mengidentifikasi kebutuhan belajar, maka berarti bahwa proses pemikiran dan analisa itu pun  telah mencapai kesimpulan. Oleh karena itu di bawah ini akan kita tinjau lebih lanjut latar belakang mengapa dan untuk apa yang mendasari diidentifikasinya suatu kebutuhan belajar tertentu.

MANFAAT IDENTIFIKASI KEBUTUHAN BELAJAR BAGI PENYUSUNAN PROGRAM BELAJAR

Salah satu ciri yang membedakan antara PLS dan Pendidikan Sekolah terletak pada cara penyusunan program belajar. Program belajar PLS fleksibel/relatif (artinya tidak baku),    unik dan spesifik (artinya tidak seragam), dan temporer (artinya sesewaktu). Proses penyusunan program belajar bagi PLS nampak sangat berbeda-beda. Proses penyusunan program PLS pada umumnya lebih sederhana bahwa prosedurnya tidak berliku- liku melainkan langsung. Penyusunan program tidak dilakukan oleh Tim-tim khusus yang terpilih seperti halnya dengan peyusunan kurikulum, melainkan dikerjakan langsung oleh    pengelola atau pembawa program PLS bersama-sama (dalam banyak hal memang begitu) dengan peserta atau calon peserta didik.

a)      Bentuk Program.
b)      Tempat kegiatan.
c)      Waktu penyelenggara.
d)     Persiapan pengelola atau pembawa program.
e)      Pendaftaraan sasaran atau peserta didik.
f)       Metode yang di pakai
g)       Bahan atau materi belajar.

Oleh
Gita Amanda dan Kelompok 1
PLS UNESA

Tinggalkan Balasan