Istana Belajar Anak Banten (Isbanban) Best Presenter

Istana Belajar Anak Banten (Isbanban) Best Presenter pada kategori Youth and Education dalam World Youth Summit 2015 Panji Aziz Pratama, Mahasiswa Kes...

DAYUNG ILMU : MARI PEDULI PENDIDIKAN DESA
Mengenal Lebih Dekat Prof Muhadjir Effendy Menteri Pendidikan Reshuffle Jilid Ii

11257037_991118197567729_573105789_nIstana Belajar Anak Banten (Isbanban) Best Presenter pada kategori Youth and Education dalam World Youth Summit 2015 Panji Aziz Pratama, Mahasiswa Kesejahteraan sosial UNPAT ini dengan proyek sosial Istana Belajar Anak Banten (Isbanban) yang digagasnya, menjadi delegasi Indonesia dan berhasil meraih penghargaan Best Presenter pada kategori Youth and Education dalam World Youth Summit 2015 bertema “Youth For Global Empowerment” yang berlangsung pada 29 Maret hingga 2 April 2015 di Imphal, Manipur, India.

Isbanban merupakan organisasi non profit berbasis Human Service Organization yang ia bentuk sejak 10 Februari 2013 lalu. Panji membentuk organisasi ini karena kekhawatirannya pada pendidikan anak di pelosok desa Banten yang kurang terfasilitasi.

Melalui Isbanban, ia membentuk taman baca yang bukan hanya menyediakan buku, tetapi juga sebagai tempat belajar dan bermain bagi anak-anak. Setiap minggu, ada sukarelawan yang mengajarkan anak-anak mengenai berbagai materi terkait ilmu eksakta dan non eksakta. Konsep belajarnya pun dibuat menyenangkan sehingga taman baca ini juga dapat dijadikan lahan bermain bagi anak-anak.

Hingga saat ini, Isbanban memiliki 222 relawan muda, 490 adik binaan, dan 7 taman baca yang tersebar di 6 pelosok desa kabupaten/kota Provinsi Banten. Taman baca tersebut berada di Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegion, dan Kabupaten Tangerang.

“Saya ingin bantu anak-anak yang kurang fasilitas pendidikan di pelosok desa. Minimal dia bisa baca, tulis, sama berhitung. Lebih-lebih lagi mereka bisa menampilkan keterampilan mereka,” ujar Panji.

Menurutnya, kurangnya fasilitas tersebut ditandai dengan masih belum layaknya sarana dan prasarana pendidikan, serta masih kurangnya tenaga pendidik di berbagai pelosok desa tersebut. Selain itu, Panji juga prihatin masih sedikitnya orang tua yang memahami arti pendidikan bagi anak mereka. Anak yang lulus SD dan SMP bahkan banyak yang sudah disuruh menikah.

“Yang kedua, misi sosialnya itu kita ingin bagaimana caranya orang tua di sana bisa terbuka bahwa pendidikan anak itu penting,” ujar mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Unpad angkatan 2012 ini.

Panji mengungkapkan, organisasi tersebut dibentuk berdasarkan adanya masalah sosial yang ia lihat di lapangan, terutama Banten, daerah dimana ia berasal. Ia juga membentuk organisasi tersebut berdasar ilmu yang ia dapat di bangku kuliah, mulai dari bagaimana Assesment, Plan of Treatment, Treatment, sampai pada Termination dan After Care.

“Semua tahap itu yang saya pelajari di kuliah dan saya terapkan pada organisasi ini. Ditambah lagi ada mata kuliah yang membahas tentang Human Service Organization. Pelatihan para relawan saya lakukan karena juga dapat mata kuliah tentang personal development. Pendekatan mikro, messo dan juga makro kesejahteraan sosial juga memberikan satu sentuhan yang hebat pada apa yang saya jalankan sekarang. Saat ini saya juga telah berusaha mengembangkan Social Entrepreneurship pada organisasi yang sedang saya jalankan,” jelas Panji.

Dampak positif yang muncul melalui Isbanban, menjadikan Panji lolos seleksi untuk mengikuti World Youth Summit 2015 sebagai salah satu dari tiga orang perwakilan Indonesia. Ajang tersebut diikuti oleh 51 pemuda dari 30 negara di dunia. Pada kesempatan tersebut, para delegasi mempresentasikan gerakan proyek sosial yang telah diterapkan di negara masing-masing, dan Panji presentasi dengan topik “Youth Movement for Child Development”.

Bukan hanya berhasil meraih penghargaan, proyek sosial yang ia buat juga telah menarik minat delegasi lain dari Nepal sehingga ingin mengadopsi konsep yang Panji buat untuk diterapkan di negaranya. “Maka dari itu saat ini sedang tahap pembentukan social project yang sama di Nepal.” ucap Panji.

Sebagai tindak lanjut dari World Youth Summit 2015, maka para peserta diminta untuk membuat Youth Action Plan untuk dijalankan di negaranya masing-masing. Adapun Youth Action Plan yang akan dijalankan Panji adalah mengembangkan konsep proyek sosial organisasi Isbanban ke berbagai daerah seperti Bandung, Yogyakarta, Lampung, Riau,Sulawesi, NTT, dan daerah lain di Indonesia.

[su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=F7Mf7Bp0CAE”]

“Diharapkan dengan adanya acara World Youth Summit 2015 ini seluruh anak muda di dunia khususnya di Indonesia dan Unpad memiliki Social Awareness yang kuat untuk membangun negara melalui semangat mudanya. Anak muda merupakan penentu maju atau tidaknya suatu negara karena akan menerima tongkat estafet perjuangan sebuah negara. Jika yang menerima bukan anak mudanya lalu siapa lagi. Maka dari itu gerakan sosial anak muda menjadi penting untuk dapat membangun semangat muda yang didedikasikan untuk kemajuan bangsa,” ujar Panji.

COMMENTS

WORDPRESS: 0