Jurusan Pendidikan Luar Sekolah VS Otonomi daerah

23
Dibaca 9.156

Sejak tanggal 1 Januari 2001 sebagaimana di atur dalam Undang Undang No.22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang Undang No.25/1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah   maka sejak itu pula otonomi daerah mulai berlangsung, otonomi darah melahirkan raja raja besar di daerah otonomi masing masing, dan hal ini sanyat berpangaruh terhadap banyak hal . di sini kita sepakat membahas pengaruh terhadap jurusan Pendidikan luar sekolah, banyak BKD ( Badan Kepegawean Daerah ) yang tidak tau tentang Jurusan PLS *Pendapat pribadi saja mohon di lurus kan jika salah (Apa yang menjadi sertifikasi jurusan PLS ) dan hanya raja daerah tertentu yang memberi formasi untuk jurusan PLS, dan daerah lain tidak ada, Masih ingat kah tulisan saya tentang uny VS YOGYAKARTA ( yang mendapat 38 Komentar saat ini ). perlu saya tekankan dalam hal ini kita tidak mencari pihak siapa yang salah namun kita mencari pemecahan bersama, saya pribadi melihat perlu adanya kegiatan yang bisa mendatangkan (mengundang) pengampu kebijakan pemerintah daerah untuk sosialisasi tentang Jurusan PLS, karna dari situ diharapkan akan tercipta suatu networking, dari pihak mahasiswa biar tidak bingung nanti ijasahnya mau di bawa kemana setelah lulus dan maaf bagi para dosen jangan hanya meluluskan mahasiswa tanpa prospek dan keterampilan yang jelas tergantung mahasiswanya juga sih

Nulias apa lagi ya udah kehabisan ide + menulis ternya mambuat lapar 😆

bagi teman teman PLS dan Pihak terkait di mohon sumbang saranya

23 KOMENTAR

  1. Dosen, mahasiswa, dan alumni PLS telah banyak kiprahnya di dalam/ di luar kampus. bahkan sangat banyak. tinggal gebyar kegiatan dan bendera yang harus dikibarkan di samping karyanya.

  2. klu oronomi daerah sudah mnimbulkan raja-raja kecil yang sok berkuasa pls memang harus hadir sebagai pemberontak yang bergerak dengan pennyadaran rakyat dengan konsep pemberdayaan masyarakat, dengan kurikulum pembentukan oposisi atas nama rakyat hahahahahaha

  3. klu oronomi daerah sudah mnimbulkan raja-raja kecil yang sok berkuasa pls memang harus hadir sebagai pemberontak yang bergerak dengan pennyadaran rakyat dengan konsep pemberdayaan masyarakat, dengan kurikulum pembentukan oposisi atas nama rakyat hahahahahaha

  4. Dosen, mahasiswa, dan alumni PLS telah banyak kiprahnya di dalam/ di luar kampus. bahkan sangat banyak. tinggal gebyar kegiatan dan bendera yang harus dikibarkan di samping karyanya.

  5. butul mas, dosen, mahasiswa dan alumni PLS dah menorehkan karya dlm bidang pemberdayaan masyarakat, sayangnya lemah dalam pemberitaan, makanya perlu di publikasikan lewat media dan makanya sampiyan2 nuliso dan kirim ke kami…wekekekek….

  6. butul mas, dosen, mahasiswa dan alumni PLS dah menorehkan karya dlm bidang pemberdayaan masyarakat, sayangnya lemah dalam pemberitaan, makanya perlu di publikasikan lewat media dan makanya sampiyan2 nuliso dan kirim ke kami…wekekekek….

  7. kayaknya medianya dah tersedia mas, mulai dari jugaguru.com, ipabipusat.org, majalah VISI, majalah PNF plus, majalah terbitan BPKB/BPPNFI dan majalah pendidikan lainnya. tinggal bgmn orang PLS memanfatkan utk menampakkan jati dirinya ? mau dan mampukah ?

  8. kayaknya medianya dah tersedia mas, mulai dari jugaguru.com, ipabipusat.org, majalah VISI, majalah PNF plus, majalah terbitan BPKB/BPPNFI dan majalah pendidikan lainnya. tinggal bgmn orang PLS memanfatkan utk menampakkan jati dirinya ? mau dan mampukah ?

  9. ayo, kita berlomba2 menulis. tapi lebih menggigit lagi publikasi lintas sektor, bukan hanya internal qta. mengikuti even-even yang pihak lain belum mengerti PLS/PNF.

  10. Edi Pramono : ada 2 adi ya , semangat menulis untuk mahasiswa PLS emang sangat kurang pak buktinya saya Masih belajar dan males malesan, hanya reme klo pas diskusi, dan setelah diskusi mereka pada lupa akan konstistenya

  11. Edi Pramono : ada 2 adi ya , semangat menulis untuk mahasiswa PLS emang sangat kurang pak buktinya saya Masih belajar dan males malesan, hanya reme klo pas diskusi, dan setelah diskusi mereka pada lupa akan konstistenya

  12. jadi semua mahasiswa pls itu sama ya…
    sama melakukan perubahan dalam pergerakan..
    tapi kenapa pls itu masih di pandang sebelah mata.
    kami mahasiswa pls UNIMED sampai sekarang masih terusberjuang untuk membuat pls lebih dikenal dan bukan menjadi alternatif. mohon saran nya ya teman2 sesama mahasiswa pls apa yang harus kita lakukan dalam pergerakan memajukan pls….

Tinggalkan Balasan