“Keluarga baru itu bernama Ci” Cerita Striping P2M UPI (versi PLS UNY)

0
Dibaca 1.322

klko

“Keluarga baru itu bernama Ci” (Cerita Striping P2M UPI)

Oleh
Fitri Badriyah
PLS UNY

Ku beri nama cerita ini “Keluarga baru itu bernama Ci”969503_161630814020281_906254692_n

Episode “SATE”

Pengantar,,,

Modal nekat itu membuat ku bisa sampai pada sebuah keluarga besar bernama PLS FIP UPI, PLS UPI ini adalah saudara keluargaku, PLS FIP UNY. Sebenarnya, banyak sekali keturunan kerabat bernama PLS ini. Dan aku adalah anak salah satu dari PLS FIP UNY.

Pertama kali aku bertemu dengan bagian dari keluarga itu adalah saat aku baru saja tiba di stasiun kiaracondong. Sosok berkacamata dengan senyum manis itu adalah saudara baruku, namanya Bunga (ini nama yang sebenarnya loo…hehehe)

Ku persingkat di sabtu pagi, aku bertemu dengan saudara –saudara baruku di rumah yang tidak mungil itu. Rumah itu ternyata mempunyai nama, namanya Fakultas Ilmu Pendidikan, dan di rumah itu ada sebuah ruangan mungil bernama Pendidikan Luar Sekolah, disinilah aku bertemu dengan mereka semua. Saudara –saudara baruku. Mereka semua rata –rata orang sunda. Dan aku? JAWA tulen.

Diruang ini aku bertemu beberapa saudara baru ku, aku terkejut saat ternyata aku mempunyai saudara yang begitu jauh, ia bernama Frankie. Asalnya dari Gorontalo (UNG). Dan dia sendirian datang ke Bandung..woow….

Intan, Opik, Liska, Firman, Tami dan semua yang tak bisa ku ingat satu persatu, aku bertemu mereka. Adik -adikku. Anak dari pakde Ku, PLS FIP UPI.

Sementara, aku sedikit terkejut saat adikku dari Jember juga datang, Taqqin dan Bayu juga dengan saudari sepupuku Risda. Kang Angga, Kang Panji, Kang Hamdan, teh Dini,  Tiwi, Ainun (bukan istri Habibi), dan juga wajah –wajah saudara yang baru ku temui pagi itu yang datang dari padang Darman, Nina dan Besti. Ternyata perkembang biakan keluarga PLS kami cukup lancar juga karena aku banyak bertemu wajah –wajah saudara baru di moment ini. Dan mereka muda –muda. Unyu –unyu banget.

Oh ia, kalian pasti tau moment apa yang ku maksud. P2M => Paman Posyandu Malem –Malem…eh salah…

Pengabdian Pada Masyarakat..ini yang betul.

CHAPTER I

 

CI Walk, Braga, Gedung Merdeka, oke lidas..walau tak masuk…yg penting udah nyambangin dah…haha..

Tapi ada satu cerita yang harus kalian CERMATI disini, yaitu saat aku antusias pergi ke sebuah bangunan dengan nama aneh yaitu “GEDUNG SATE”.

What’s that?!

Bangunan berbentuk sate ukuran JUMBO kah? Pusat penjualan SATE kah? Dan imaginasi itu pun melukis bebas di otakku.

abra ka dabra…

aku sampai di lokasi yang dituju..

Bangunan berbentuk sate berukuran JUMBO yang ada di fikiranku RUNTUH. Hancur berkeping –keping.

Bagaimana dengan pusat penjualan SATE itu?

LENYAP saudara -saudara, badai Tsunami dan gempa bumi membuatnya Raib entah kemana.

Apa yang terjadi saudara –saudara? Gedung sate itu? yang aku pikir sesuatu yang tergambar megah di otakku itu..gedung itu..

Adalah Kantor dinas bupati (kalau gx salah)….

Terus dimana SATE nya??? Mana Sate nya????

Celingak celinguk aku nyari Wujud Sate… barat, timur, utara, selatan ..aku muter –muter nyari ikon atau apapun berwujud daging yang di tusuk kayu itu bernama SATE itu…al hasil???

NGGAK ADA! NIHIL!

Akhirnya setelah beberapa waktu aku menyerah dan aku Tanyakan perihal Sate ini pada saudariku yang setia mengantarku muter –muter kota bandung. Intan namanya.

“Intan, mana Sate nya?” (dengan wajah polos dan O’on). Intan mengangkat telunjuknya. Kearah atas dengan ringannya..

“Tuh…”

Sumpah…..

I wanna Scream Out LOUD suadara –saudara……..!!!

Tapi rasanya udara nyangkut  di tenggorokanku…

Kalian tau dimana letak SATE itu saudara –saudara?

Sate yang aku cari hingga rasanya anak ingusan sembuh dari ingusannya,

Orang kebelet sampai selesai melepas dahaga  (Bahasa nya sedikit Alay…)

Itu, saudara –saudara..

Itu..

di ujung itu….

Yang kecil bunder –bunder di ujung gedung itu… SATE itu ada di situ….!!!!

Kalau aja aku “Fitri nggak Tropika”,pasti aku udah sekarat kejang –kejang dengan mata melotot dan lidah terjulur….

Tapi apa? Karena aku adalah saudara kalian yang beriman sentausa dengan akhlak mulia…yang bisa kulakukan hanya mengelus dada sambil beristighfar…

YA Rabb kenapa PENANGKAL PETIR DI BILANG SATE????? tinggi sekali imajinasi mereka…aku aja nggak kepikiran…

Dan akhirnya aku kembali melanjutkan perjalanan dengan beristigfar tiada henti…

Sekian…..Bersambung…..

NOTE

Maaf jika ada salah kata, salah tulis, salah semuanya….kesamaan nama dan peran adalah disengaja..

It’s just for Fun Guys..

See You to Next Chapter…

(Nggak minat baca lagi padahal ya…hahaha)

1010947_4941003685462_594736497_n

Tinggalkan Balasan