KEMAMPUAN SAINS SEDERHANA MELALUI TEKNIK BERMAIN AIR PADA ANAK KELOMPOK B TK

KEMAMPUAN SAINS SEDERHANA MELALUI TEKNIK BERMAIN AIR PADA ANAK KELOMPOK B TK SINAR JAYA KECAMATAN LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Abdul Rahmat & Meyla...

Bangga, Kreatif dan Ber’asa melalui IMADIKLUS INDONESIA
Konsep Desa Wisata Goa Pindul Kembangkan Potensi Desa Dan Pemberdayaan Masyarakat

KEMAMPUAN SAINS SEDERHANA MELALUI TEKNIK BERMAIN AIR PADA ANAK KELOMPOK B TK SINAR JAYA KECAMATAN LIMBOTO

KABUPATEN GORONTALO

Abdul Rahmat & Meylan Saleh

Dosen Universitas Negeri Gorontalo

abdulrahmat@ung.ac.id

Abstrak

Corresponding author of the preliminary findings that the Sinar Jaya TK ability to interfere with a good color as much as 5 people or 25%, whereas 15 children or 75% do not have the skills interfere with color. Fit these data we need a way to enhance the ability of simple science to children. Many of the strategies, methods and approaches that can be used to enhance the ability of a simple science to child during play, but this use has not shown good results. Therefore in this study the authors sought to find a solution through the method of problem solving techniques of water play. The purpose of this study to enhance the ability of modest science through the engineering group of children playing in the water.

The research was conducted in early childhood Sinar Jaya District Limboto Gorontalo district. The subjects in this study is the son of group B, amounting to 20 people, consisting of 14 men and 6 women. Economic background of parents is that there are varied work as farmers, employees, vendors and other work. This study consisted of two cycles and data were analyzed descriptively.

Based on the results of the study concluded that the use of color exploration game techniques to improve the ability of science is the cycle I have 5 children, or 25% of children who have the capability of science and in the second cycle there are 18 people or 90% of children who have the capability of science. Thus the cycle I was increasing the number of children who have the capability of science that is of 5 people or 25% to be 18 people or 90% in cycle II. These results means the hypothesis that the action reads if the method of administration tasks with color exploration game techniques applied effectively in the learning of science will be able to enhance the ability of kindergarten children Sinar Jaya group B Limboto Gorontalo district has been proven empirically.
Key words: science, water play

 

Pendahuluan

Perkembangan sains yang semakin kompleks dan pesat tidak memungkinkan guru menginformasikan semua fakta dan konsep pada anak didik sehingga diperlukan suatu pembelajaran yang dapat memotivasi anak untuk mempersiapkan diri belajar secara utuh dan tidak semata-mata berorientasi pada penguasaan konsep tetapi juga kemampuan sains sederhana . Kegiatan pembelajaran itu tidak hanya diarahkan untuk membuat anak mengusai sejumlah konsep pengetahuan melainkan juga diarahkan untuk mengembangkan sikap dan minat belajar serta berbagai potensi dan kemampuan dasar anak.

Kemampuan sains sederhana perlu dimiliki anak agar dapat mengembangkan pengetahuannya. Salah satu contoh pembelajaran sains di Taman Kanak-Kanak adalah melakukan eksplorasi warna. Kegiatan ini termasuk aktivitas belajar sains karena memiliki produk dan proses.  Sebagai produk sains kegiatan eksplorasi warna dilakukan dengan bahan yang digunakan yaitu gelas aqua, air, pewarna makanan merah, kuning, biru. Kegiatan eksplorasi warna mengikuti langkah-langkah tertentu seperti mengsi 3 gelas aqua dengan air bening (tidak berwarna), meneteskan pewarna merah ke dalam gelas pertama, kuning ke dalam gelas kedua dan biru ke dalam gelas ketiga. Sebagai produk kegiatan eksplorasi warna menghasilkan warna tertentu.

Bermain dengan air merupakan salah satu kesenangan anak dan juga bagian dari pembelajaran sains. Karena melalui bermain air anak dapat memiliki berbagai pengalaman tentang air. Air senantiasa menyesuaikan bentuknya dengan bentuk wadahnya. Air mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yng lebih rendah atau dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah. Air juga merupakan alat yang digunakan untuk mencampurkan zat lain sehingga berubah warna menjadi warna yang lain.

Hal ini sejalan dengan pendapat Yudha dan Rudyanto (2005: 67), bermain air dapat menghasilkan dampak pembelajaran yang lebih baik dibandingkan pembelajaran lainnya. Untuk lebih memudahkan guru dalam menerapkan metode bermain air maka disajikan berbagai teknik bermain air .

Pernyataan di atas dikuatkan oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Endri dkk (2003:25) bahwa pembelajaran teknik bermain air yang diterapkan di sekolah mulai TK sampai sekolah menengah atas dapat menimbulkan respon positif dari guru dan anak didik, mampu mengubah aktivitas guru dari banyak berceramah menjadi membimbing dan memotivasi anak didik.

Kajian Teori

Hakikat Sains Sederhana

Menurut Kresnadi (2001: 9) bahwa sains sederhana adalah kemampuan dasar untuk memperoleh pengetahuan tentang produk dari IPA berupa konsep-konsep, prinsip-prinsip, hukum-hukum dan teori-teori dari IPA. Setiap jenis kemampuan sains sederhana merupakan suatu keterampilan intelektual yang khas digunakan oleh semua ilmuwan serta dapat diterapkan untuk memahami fenomena apapun juga. Pendapat lain dikemukakan oleh Hadiat (2003: 10) yang menggambarkan pengertian kemampuan sains sederhana sebagai keterampilan intelektual, sosial maupun fisik yang diperlukan untuk mengembangkan lebih lanjut pengetahuan atau konsep yang telah dimiliki.

Sementara itu Semiawan (2007: 16) mendefinisikan kemampuan sains sederhana adalah keterampilan proses adalah keterampilan anak untuk mengolah hasil (perolehan) yang didapat dalam kegiatan belajar mengajar yang memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk mengamati, menggolongkan, menafsirkan, meramalkan, menerapkan, merencanakan penelitian dan mengkomunikasikan hasil perolehannya tersebut.

Menurut Harlen (Kresnadi, 2001: 19) menegaskan bahwa kemampuan sains sederhana adalah pemahaman tentang dunia disekitar kita tergantung pada perkembangan konsep-konsep tetapi perkembangan konsep-konsep ini tergantung pada penggunaan keterampilan proses. Funk, J.H.et al. (Jaelani, 2005:15) mengatakan bahwa kemampuan sains sederhana (Science Processes Skill) sebagai hal-hal yang dilakukan ahli sains (saintis) dalam mereka belajar dan melakukan investigasi (penyelidikan).

Dari beberapa pendapat para ahli diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan sains sederhana adalah keterampilan ilmiah yang mencakup keterampilan kognitif atau intelektual, keterampilan psikomotor dan keterampilan sosial.

Download Jurnal Selangkapnya

  KEMAMPUAN SAINS SEDERHANA MELALUI TEKNIK BERMAIN AIR PADA ANAK KELOMPOK B TK SINAR JAYA KECAMATAN LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Di download (83,1 KiB, 141 hits)

COMMENTS

WORDPRESS: 0