Kontribusi Pembelajaran dalam Pendidikan Luar Sekolah

0
Dibaca 853

Kontribusi pendidikan terhadap pembelajaran bermakna di PLS

Pendidikan sendiri mempunyai arti sebagai proses membelajarkan manusia dan pendidikan juga mempunyai kaitan yang sangat erat dengan sebuah pembelajaran apapun dalam bidang PLS, pendidikan adalah sebagai wadah pada proses perencanaan program, pelaksaan program, penilaian kegiatan pembelajaran, sehingga apabila pendidikan tersebut berjalan, akan terjadi suatu hasil yang optimal dengan adanya 3 hal tresebut. Dan tidak menutup kemungikan pendidikan akan mampu mewujudkan suatu perkembangan dalam sistem pembelajaran.

Aliran psikologi yang mempunyai kontribusi terhadap program PLS

Aliran psikoanalisis ini dikenalkan oleh Sigmund Freud. Dalam teori Freud dinyatakan bahwa satu  – satunya hal yang mendorong kehidupan manusia adalah dorongan id (libido seksualita), mendapat tantangan keras. Dalam libido seksualita, seseorang berusaha mempertahankan eksistensinya karena  bermaksud memenuhi hasrat seksualnya. Dalam pandanga psikologi humanistik, teori Freud hanya menjelaskan adanya kebutuhan ynag paling mendasar dari manusia, yaitu kebutuhan fisioligis dan tak mampu memberikan untuk empat kebutuhan manusia yang lain. Freud mengatakan bahwa dalam diri seseorang terdapat tiga sistem kepribadian, yang disebut Id, Ego dan Superego.

  • Id  adalah bagian kepribadian yang menyimpan dorongan – dorongan biologis manusia – pusat insting, dimana id mempunyai peranan dalam berpikir secara reflek, dan tidak berpikir secara rasional. Pada dasarnya id adalah pemikiran awal yang dibuat oleh otak dalam menilai sesuatu yang mereka jumpai. Sehingga tidak menutup kemungkinan adanya persepsi yang mendasari pemikiran individu tersebut.
  • Ego adalah mediator antara hasrat – hasrat hewani dan tuntutan rasional dan realistik. Freud mengibaratkan hubungan ego-id sebagai penunggang kuda. Penunggang akan memperhatikan tentang keadaan realitas, sedangkan kudanya mau keman  – mana. Sehingga dalam hai ini, Ego akan cenderung menggunakan sisi emosi tanpa mampu berpikir secara rasional, sehingga Id dan Ego akan menjadi satu kesatuan yang akan diseimbangkan oleh superego.
  • Super-Ego  berisi kata hati yang berhubungan dengan lingkungan sosial dan mempunyai nilai  – nilai moral sehingga merupakan kontrol atau sensor dari setiap dorongan  –  dorongan yang datang dari Id . superego berkembang pada permulaan masa anak sewaktu peraturan – peraturan diberikan oleh orang tua, dengan memberikan hadiah dan hukuman. Perilaku yang salah (yang memperoleh hukuman) menjadi bagian Aliran dari conscience anak, yang merupakan bagian dari superego. Perbuatan anak semula dikontrol oleh orang tuanya, tetapi apabila superego telah terbentuk dari dirinya sendiri. Superego merupakan prinsip moral yang akan menjadi suatu prinsip yang dimiliki oleh individu tersebut.

Sehingga Aliran ini memberikan suatu pengarahan dan pemahaman lebih mendasar tentang bagaimana membentuk suatu karakter dan memahami pemikiran yang dialami setiap individu dalam proses belajar.

Fungsi psikis kaitannya dengan tugas Fasilitator PLS

Fungsi psikis tersebut dalat mempengaruhi proses pebelajaran peserta didik dalam penyampaian materi apabila kita sebagai fasilitator tidak memperhatikan psikis peserta didik. Dalam hal ini fungis psikis juga mempunyai hubungan yang sangat erat dengan psikologi peserta didik. Seperti halnya psikis anak AUD, SD, SMP, SMA, bahkan orang dewasa juga mempunyai perbedaan psikis dan psikologinya dari satu individu dengan individu yang lainnya, sehingga fasilitator harus benar-benar memperhatikan peserta didik yang akan mengikuti program pembelajaran

  • Posisi psikologi pendidikan dalam psikologi umum

Dalam gambar ini dapat dikatakan bahwa psikologi pendidikan adalah suatu proses pembealajaran yang memperhatikan psikologi dari peserta didik dalam prosesnya mengikuti suatu pembelajaran.

Teknik mempelajari perilaku dan analisis kelebihan dan kekurangan

Buku harian adalah salah satu teknik mempelajari perilaku dimana mempunyai kelebihan:

  • kita dapat mengetahui perilaku individu dari tulisan mereka, cara mereka menulis, keteraturan mereka dalam menulis, serta apa isi dari tulisan mereka.

Sedangkan kelemahan dari media ini adalah:

sulitnya memperoleh data tersebut karena bersifat pribadi, perubahan waktu yang akan membuat data yang diperoleh tidak akurat lagi, terdapat sebagian orang yang tidak suka menulis diari sehingga sulit untuk mengidentifikasikannya.

By: Winda
PLS UM

igiarmasfufah@gmail.com

Tinggalkan Balasan