Lomba Esai Nasional Pendidikan Non Formal 2016

Pemuda Gunung Pati Lomba Esai Nasional Pendidikan Non Formal 2016 Pemuda adalah ujung tombak perjuangan bangsa, pemuda pemimpin masa depan, pemuda ada...

Pengumuman Calon Pendamping dan Operator PKH Nasional 2016
Perangkat Desa Kabupaten Serang Dilatih Kelola Website

Pemuda Gunung Pati

Lomba Esai Nasional Pendidikan Non Formal 2016 Pemuda adalah ujung tombak perjuangan bangsa, pemuda pemimpin masa depan, pemuda adalah Pionir bangsa. Itu adalah beberapa kalimat yang menggambarkan tentang pemuda bahkan  UU N0. 20 tahun 2009 mengamanatkan mengenai kepemudaan bahwa, pembangunan kepemudaan bertujuan untuk terwujudnya pemuda yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertangung jawab, berdaya saing sereta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan dan kebangsaan. Dengan amanat UU tersebut maka pada 29-31 Agustus 2016 Universitas Negeri Semarang mangadakan kegiatan Lomba Esai Nasional Pendidikan Non Formal 2016 dengan tema “Strategi Pengembangan Program PNF Guna Menghadapi Permasalahan Bangsa” sebagai salah satu lahkah pembangunan kepemudaan melalui literasi.

Kegiatan lomba ini dimulai dengan pengiriman naskah esai mengenai beberapa sub tema yang telah di tentukan oleh panitia. Karena terdapat 4 sub tema, diantaranya mengenai Bonus demografi, Pendidikan berkelanjutan, Keluarga Harapan serta Kenakalan dan Degradasi Remaja. Dari beberapa sub tema setiap peserta berhak untuk memilih, kegiatan lomba ini bersifat homogen dikarenakan peserta yang mengikuti kegiatan ini memiliki jurusan PNF/PLS. sehingga ini adalah ajang unjuk gigi mahasiswa PLS/ PNF untuk memproklamirkan gagasan mengenai permasalahan bangsa melalui program PNF itu sendiri, terdapat 10 finalis yang terpilih untuk mempersentasikan gagasannya pada 30 Agustus 2016 di Semarang, adapun 10 finalis tersebut ialah Tri Astuti dan Sutrisno (Universitas Negeri Yogyakarta), Imama Wulandari (Universitas Negeri Semarang), Ahamad Rumawi (Universitas Negeri Yogyakarta), Tukhiroh dan Haryani (Universitas Negeri Semarang), Santika Nur Patimah dan Dewi Kristiana (Universitas Singa Perbangsa Karawang), Nur Inayah (Universitas Negeri Semarang), Rani Mucharomah dan Miftha Anggun (Universitas Negeri Surabaya), Nurhasanah dan Asrin Indah (Universitas Negeri Medan), Lulu Putri Utami (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa) Ade Sri Mulyani dan Kinari Astri (Universitas Pendidikan Indonesia).

Sepuluh finalis yang berasal dari beberapa daerah berkumpul pada 29 Agustus 2016 untuk mengikuti Technical Meeting. Dalam kegiatan LEN yang diketuai oleh Fiki Septiyanto peserta diberikan pengarahan oleh pihak panita mengenai teknik persentasi esok dan pengocokan urutan persentasi. Kegiatan ini di support oleh IMADIKLUS, MAZO dan Hima PNF UNNES.

30 Agustus 2016 ialah momen puncak dimana 10 finalis tersebut maju untuk memaparkan gagasan yang sebelumnya telah tertuang dalam esai mereka, setiap finalis maju baik kelompok maupun perorangan. Dengan atmosfer yang panas, semangat serta keyakinan yang membara. Finalis maju satu persatu dengan gaya penambilan yang berbeda ada yang pantun terlebih dahulu, drama, ber-puisi. Semua berlomba – loma untuk menampilkan hal yang terbaik. Kegiatan ini dimulai dari 8 pagi hingga 5 sore dengan menghasilkan keputusan pada hari ini   juga. Bukan soal menang atau kalah disini yang menjadi patokan, bagi saya proseslah hal yang sangat berharga karena saya bangga masih banyak generasi muda yang peduli untuk menuangkan gagasan mereka melalui literasi. Harapan kedepan bukan hanya sekedar tulisan, namun dapat dituangkan serta di praktikan sebagai solusi, seperti program P3K, E-Plus, Gubuk Tani, Kampung Dolanan, Hyponoterpy, dan masih banyak gagasan menarik yang sangat bagus untuk di praktikan. Singkat cerita sore itu adalah final dari Lomba Esai Nasional dimana dari 10 finalis yang terdiri dari 16 pemuda yang telah berkumpul di gunung pati pada 29 Agustus 2016, menunggu pengumuman pemenang lomba esai nasional pendidikan non formal munculah 3 nama yang disebutkan mulai dari Juara 1 sampai 3 lalu di susul dengan juara harapan 1 sampai 3. Dan gunung pati lah yang menjadi saksi, adapun nama – nama yang mejuari Lomba Esai Nasional Pendidikan Nonformal 2016 adalah :

  1. Juara 1 : Nur Inayah dari Universitas Negeri Semarang
  2. Juara 2 : Nurhasanah dan Asrin Indah dari Universitas Negeri Medan
  3. Juara 3 : Rani Muvharomah dan Miftha Anggun dari Surabaya

Adapun juara harapan sebagai berikut :

  1. Juara Harapan 1 :Ahmad Runawi dari Universitas Negeri Yogyakarta
  2. Juara Harapan 2 : Ade Sri Mulyani dan Kinari Astri dari Universitas Pendidikan Indonesia
  3. Juara Harapan 3 : Lulu Putri Utami dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Itulah hasil dari kegiatan Lomba Esai Nasional, semoga semakin banyak pemuda yang berkarya dan bersemangat untuk memajukan negeri ini.

Setiap perjalanan adalah kenangan, tulislah setiap kenangan yang kau lalui, agar tak hilang bagaikan jejak kaki yang terjiplak di atas pasir  hilang  begitu saja terhempas oleh kencangnya  angin

Lomba Esai Nasional Pendidikan Non Formal 2016

COMMENTS

WORDPRESS: 1
  • comment-avatar

    Makasih KK atas informasinya semuga bisa menjadikan Ipirasi teman teman
    Kami tunggu trus kisah dan info info inpiratif yang lain

    Ayo teman teman yang lain juga kami tunggu pastisipasinya di imadiklus.com