Mahasiswa Unnes Temui Dirjen PNFI

UNGARAN – Sejumlah mahasiswa Unnes Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Selasa (6/7), menemui Dirjen PNFI Dr Hamid Mohammad PhD, di sela-sela pembukaan workshop PNFI dan Temu Kolegial Jurusan PLS Se-Indonesia di Kompleks P2PNFI Reg II Semarang. Mereka yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah se-Indonesia (Imadiklus), itu menyampaikan unek-unek tentang masa depan yang belum jelas.

Bagaimana nasib kami setelah lulus nanti Pak? tanya Aqil Aziz, koordinator Imadiklus Semarang-Yogyakarta.

Hamid Mohammad meminta para mahasiswa tetap semangat. Imadiklus juga menyampaikan rekomendasi secara tertulis kepada Dirjen, meski sebenarnya rekomendasi ditujukan kepada para dosen dan kepala jurusan PLS pada perguruan tinggi se-Indonesia.

Ada tujuh poin rekomendasi, antara lain memohon kejelasan tentang apa kompetensi dan profesi lulusan jurusan/prodi PLS yang disesuaikan dengan kebutuhan di tiap-tiap daerah. Persentase antara teori dan praktik minimal 60:40.
Ketua Umum Pengurus Pusat Imadiklus Panji Bahari Noor Romadhon (mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten) via telepon membenarkan, cakupan ilmu yang diterima mahasiswa jurusan PLS terlalu luas, tidak fokus, sehingga dari serapan ilmu, lulusan jurusan PLS bisa menjadi pengajar PNF, peneliti, manajemen, bahkan jadi LSM. Kami berharap kebijakan yang lebih fokus.

Rekomendasi itu berawal dari kegelisahan atas semakin banyaknya pemberitaan yang simpang siur tentang dunia ke-PLS-an. Di samping keinginan untuk turut serta memberikan sumbangsih dalam pertemuan Kolega PLS se-Indonesia di Kompleks P2PNFI Reg 2 Semarang.

Kepala P2PNFI Reg 2 Semarang Dr Ade Kusmiadi MPd menyatakan, workshop PNFI yang berlangsung 6-8 Juli, diharapkan bisa merumuskan hal-hal strategis untuk memperjelas arah pendidikan profesi di bidang PNF.

SUMBER SUARA MERDAKA


Loading...

74 Comments

  1. Trimakasih semunya , ini merupakan bukti IMADIKLUS trus berjuang

  2. Abdul Rahmat says:

    PLS sukses bukan ditempuh dengan usaha satu langkah. kita harus melakukan perjalanan panjang yang ditempuh selangkah demi selangkah. setiap langkah dengan tersenyum dan setiap senyum adalah modal untuk melangkah berikutnya. bravo imadiklus, by PLS-Universitas Negeri Gorontalo

  3. saya rasa bener memang cakupan ilmu yang didapat di PLS terlalu luas sehingga tidak fokus harus kemana tujuan kita, klo seperti itu ada baeknya dan tidaknya.. baeknya kita belajar kemana arah mana PLS akan kita kembangkan dan sisi tidak baeknya adalah bikin bingung acuan mana yg harus kita prioritaskan..moga ja rekomendasi nya segera di terima dan membawa pembaharuan buat lulusan dari jurusan kita…

  4. Lulusan Jurusan PLS masih ada peluang untuk jadi PNS di lingkungan Pendidikan untuk itu Imadiklus harus terus berjuang dan mendesiminasikan karya2nya . saran kepada dosen PLS hendaknya turut mendampingi perjuangan imadiklus dan berilah nilai yang memuaskan kepada mahasiswa saat ending, jangan kecewakan mahasiswa PLS

  5. saya rasa kalau bisa jangan hanya tertuju untuk menjadi PNS sebagai acuan untuk bekerja nantinya, tapi bagaimana untuk kita bisa mengelola dan memajukan suatu lembaga pendidikan, agar ilmu yag kita dapat tuh terealisasi..mohon relasi utnuk semua alumni PLS yg mempunyai lahan garapan agar senantiasa memberi info

  6. Abdul Rahmat says:

    Kenapa kita masih memilih 'PLS" pada saat kita sudah tahu kalau PLS kita sekarang ini tidak memungkinkan untuk membawa kita ke masa depan yg lebih cerah?? Itulah kelemahan kita kali, ya??? Begitu juga seorang dokter yang melarang pasiennya merokok. Tapi malah ia didapati merokok. Apa tanggapannya ketika di tegur?? "Ini bukan RS! Di RS memang di larang merokok! karena di sana banyak pesakit asma!" Di saat kita sadar bahwa PLS tidak bermutu… lalu kenapa kita masih cinta PLS?? Karena tidak kuliah dianggap tidak berguna. Tidak bergengsi. Saya bertanya pada diri. Tak bermaksud merendahkan siapapun atau memberi penilaian buruk dengan menggunakan logika saya ini, tetapi inilah gambaran yang saya tangkap dari hasil pendidikan yang bernama PLS.

  7. @ abdul : wah pak…klo semua orang beranggapan sama apa yg anda pikirkan tentang PLS dan semua jurusan yg ada..maka apa jadinya nantinya??? klo memang kita tahu kondisi PLS seperti ini adanya…justru harusknya lebih cinta lagi pada PLS dan mencoba membaut PLS tidak seperti ini lagi..orang2 yang beranggapan pesimis tergadap PLS sebernya orang tersebut tidak cinta terhadap bidangnya..yaitu PLS kalau kita sudah cinta kepada sesuatu maka dengan cara apapun kita bakal sekuat tenaga memperjuangkannya..

  8. Abdul Rahmat says:

    hati2 tu… menjadikan PLS sebagai komoditas PNS, adalah sebuah kekeliruan karena PLS bukanlah produk massal seperti sepatu, mobil, atau komputer. Pendidikan adalah investasi bangsa di masa depan dan bukan barang pabrikan. Hasil dari pendidikan nantinya akan menentukan pembangunan bangsa ini.

  9. Abdul Rahmat says:

    Masyarakat menilai bahwa salah satu alat keberhasilan pendidikan adalah sejauh mana dia mampu membawa dirinya pada status sosial yang tinggi di masyarakat. Indikasinya adalah apakah seseorang itu bekerja dengan berpenampilan elegan (berdasi, pake sepatu mengkilap, dan membawa tas kantor) atau tidak, dan apakah seseorang tersebut bisa kaya dengan pekerjaannya? Kalau seseorang yang telah menempuh jenjang pendidikan (SLTA, D1, D2, D3, S1, S2, dan S3) lulus dan setelah itu menganggur maka dia telah gagal. Inilah barangkali yang menjadi latar belakang kenapa saya setuju dengan lebih fokusnya landasan filosofis keilmuan PLS. Yang jelas PLS bukanlah suatu proses untuk mempersiapkan manusia-manusia penghuni pabrik, berpenampilan elegan apalagi hanya sebatas regenerasi pegawai negeri sipil (PNS), tapi lebih dari itu PLS merupakan upaya bagaimana memanusiakan manusia. Tentunya proses tersebut bukan hal yang sederhana, Freire menggambarkan bahwa butuh komitmen yang kuat dari setiap komponen JPLS khusunya pemerintah bagaimana memposisikan pendidikan sebagai inventasi jangka panjang dengan produk manusia-manusia masa depan yang handal, berdaya saing, kritis dan bertanggung jawab. Kalau dunia pendidikan hanya diposisikan sebagai pelengkap dunia industri maka bisa jadi manusia-manusia Indonesia kedepan adalah manusia yang kapitalistik.

  10. jangan banyak berteori, teori itu sudah usang. sekarang coba realita di lapangan. dan harus dipahami mengapa Imadiklus menemui Dirjen PNFI ? itu semua ada latar belakangnya. Semua orang memahami pendidikan itu merupakan investasi new generation.

  11. @ arif : MANTAB GAN….itu yang di tuju

  12. Ngga usah khawatir Lulusan Jurusan PLS masih bisa diterima di PNS walaupun prosentasenya sedikit justru sulit untuk ke Perusahaan karena dosen2 ngga mengerti perubahan sekarang ini. Dosen tahunya Kampus, baca buku outcome jurusan PLS kagak dipikir

  13. landasan filosofis keilmuan PLS yang dikemukakan abdul rahman itu sudah jadul maaf……..pak AR. seharusnya kita semua mahasiswa, alumnus dan akademisi serta konsultan atau yg ngaku2 dosen PLS berfikir, bagaimana solusinya mengapa lulusan PLS kurang mendapatkan prosentase yg bagus dalam tatanan menjadi PNS itu maksudnya. Dan saya memahami mengapa sampai Imadiklus menemui Dirjen PNFI? Kenapa tidak menemui Direktur Perusahaan Sepatu? Di sini ada satu poin yg harus dicermati jika memang pendidikan itu investasi jangka panjang.."good" saya setuju , Justru disinilah letak keikutsertaan lulusan PLS dengan modal pendidikan yg mantap maka berperan atau bergabunglah menjadi PNS, karena di sanalah lulusan PLS dapat membangun bangsa yg bermartabat sesuai apa yg telah diterima dibangku kuliah.

  14. Abdul Rahmat says:

    alhamdulillah, mahasiswa PLS sudah bisa membangun dialektika kritis, lanjutkan… good news, di kab. gorontalo formasi 2009 kemaren sudah terekrut 4 orang, mhs jurusan pengembangan masyarakat UIN jogka terekrut di dinas sosial 12 orang, semoga ini menjadi langkah awal pak dirjen PNFI untuk mengapresiasi harapan2 mhs PLS masa mendatang…

  15. nah gitu donk cool…wong sampaian dosene dewe…hikhikhik salam kenal pak dosen….

  16. sejak imadiklus di Malang dulu pak Dirjen juga mengatakan hal yang sama, yakni "tetep semangat ya"….hmmm….insyaAllah…buat Pak Dirjen juga tetep semangat ya… saya paham Tanggung Jawab anda sangat besar demi kemajuan PLS (baik mahasiswa, program, satuan2, dll) begitu juga kami sebagai mahasiswa^_^

  17. Abdul Rahmat says:

    11 Agenda penting jurusan PLS bagi peserta workshop ungaran:1. Political will kebijakan PLS2. restrukturisasi kelembagaan yang tak kunjung memihak3. telaah kurikulum nasional4. sertifikasi institusi, jurusan dan PTK-PNF5. polarisasi kompetensi dasar PLS6. payung hukum tutor7. Peningkatan kesejahteraan PTK-PNF8. desain andragogika berbasis lokal 9. kelayakan lab. dan perpustakaan berbasis e-learning10. pengembangan org. kemahasiswaan PLS, stakeholders, dan mitra kerja11. …………. bisa di tambah

  18. Ipi Karawang says:

    saya memahami imadiklus dan perjuangannya, komentar arif nasdianto benar dalam masa seperti ini, memang hendaknya dosen PLS dapat mengawal perjuangannya, mereka2 itu (mahasiswa) adalah manusia biasa dan punya cita-cita yg luhur untuk dapat membangun bangsa dan negaranya , tidak salah jurusan PLS identik dengan PNS, semuanya itu ada sejarahnya dan latar belakangnya serta kemampuan lulusan PLS rata2 mengarah PNS (dibidangnya)

  19. Abdul Rahmat says:

    An important recom from imadiklus to dirj PNFI. Dirj at every level sit down with the subordinate who report directly to them and together they determine appropriate and feasible goals for the subordinate, and bargain over the budget that the subordinate will need so as to achieve these goals. The participation of subordinates in the objectives-setting process is away of strengthening their commitment to achieving their goals and meeting their budgets. Another reason why it is so important for subordinates (both individuals and teams) to participate in goal setting is so they can tell Dirj what they think they can realistically achieve. bravo, IMADIKLUS, enjoy uor self, n nice to meet u

  20. Abdul Rahmat says:

    insya allah perjuangan imadiklus pasti tercapai dengan komitmen kita bersama…amin.

  21. Ipi Karawang says:

    english language used on the still less excuse ….

  22. Lulusan PLS, PNS bukan satu2nya tujuan, kenyataan dilapangan justru sarjana non pls yg sokses menekuniberkarya bidang pls contoh buka PAUD, Pelatih Pendidik Paud, Memimpin LPK, konsultanh pnf dan lain, sebetulnya lapangan kerja banyak yg dapat diciptakan sendiri

  23. qiqiiqii …..pak jumberan ojo koyo ngono to , yah..jika sebgai manager LKP, ok….lah.. ,

  24. Saya setuju perjuangan mereka mhs PLS, perjuangan saya selaku mhs pls prog. sarjana muda th 1980 menghadap langsung kepada Kepala Bidang Dikmas (Bp Harsono) dulu lulusan pls mengajar di sekolah, saya usul lulusan pls harus disalurkan sesuai bidang dikmas, al-hasil saya dkk diangkat sebagai Pamong SKB, sampai sekarang / setelah pensiun saya tetap berjuang bidang pls

  25. hehehe….salut pak jumberan , tanggal 15-17 juli 2010 ada acara dibanjarmasin tentang kualifikasi PTKPNF, mungkin DR. Endro yg ke sana

  26. Edi Basuki says:

    siiip…teruslah berdialog….

  27. Dalam rekomendasi tersebut di point pertama kami tidak menekankan kepada lahan kerja sebagai PNS atau "seragam" secara nasional..Kami hanya mencoba ikut memakai konsep the right man on the right place..Terimakasih atas komentar2 dr semua yg membuat kami semakin terbakar untuk terus bergerak..@pak edifile sudah dkirim yah pak..

  28. Edi Basuki says:

    imadiklus mantaf…teruslah berteriak, teruslah bergerak, lantangkan suaramu….dan jangan lupa segala hasil di tulis ndek sini….selain utk dokumen ya juga utk dibaca, siapa tahu pembacanya terinspirasi

  29. Ahmad Hamdan says:

    mau tnya donk..maksud bapak Dirjen yang tetap semangat itu gmn…??d tnggu jga hasil rekomendasi'a..

  30. Edi Basuki says:

    tetap semangat itu kamsudnya ojo nglokro, jangan pesimis, tapi terus bergerak dan berteriak menunjukkan eksistensi dan kompetensi lulusan PLS yg senyatanya dgn bekal ilmunya bisa masuk mana2…..

  31. 6-8 juli di P2PNFI semarang, digodok kurikulum,lab dan asosiasi agar kita mempunya kompetensid dan lulusan PLS lebih terarah serta sesuai dengan kebutuhan masyarkat saat ini.

  32. Imam Shofwan says:

    Semoga Maksud & Tujuan Tercapai, sehingga Masa Depan PLS Cerah… amin

  33. Siap pengawal Dr. Endro hub HP xxx2009

  34. cerah bukan hanya sekedar kata cerah,,, tapi cerah yang seungguhnya… AMIEEN….

  35. Febrian Rico says:

    ingat basic keilmuan kita teman-teman,kompetensi kita sbg mhsw PLS…jgn smpai keinginan untuk memperjelas keilmuan malah membuat suatu konsep yg salah kaprah..jika PLS difokuskan kpd slh satu profesi apa yang terjadi dengan yang lain??jika PLS difokuskan pada salah satu profesi,maka teman-teman harus mengubah nama PLS,kan PLS memiliki banyak kompentesi,bukan hanya seragam PNS saja lho…awas terjadi diskriminasi keilmuan..toh para sarjana PLS tidak menggeluti bidang profesi yang sama,.jiika PLS difokuskan kepada salah satu profesi maka akan dibawa kmn profesi teman-teman yang lain,…misal pamong belajar diangkat jadi profesi PLS,lalu bagaimana nasib teman-teman yang berprofesi sebagai desainer program,penilik, konsultan,peneliti,praktisi sosial??kuota penerimaan PNS tiap daerah maupun pusat memang wajib,.tapi sebagai srjana PLS, PNS adalah jalan terakhir menju roma yang akan dipilih…apa Anda pikrkan tentang menjadi PNS??Pengabdian??atau Pekerjaan??jika Anda berfikir untuk pengabdian,tidak harus menjadi seorang PNS pun Anda dapat melakukan pengabdian kpd masyarakat…jika Anda berfikir untuk pekerjaan??saya sarankan Anda keluar dari jurusan PLS…PLS untuk pengbdian Bung…jgn lupa Ideologi PLS…jaya PLS !!

  36. jangan suka ngarang dan beridiologi. Mari kita mempelajari lagi Undang2 sisdiknas . Realita di lapangan PNS yg menangani tenaga PNFI sangat membutuhkan tenaga profesional dan lulusan jurusan PLS sangatlah tepat untuk mengisinya. Selanjutnya maslah lulusan PLS dapat di terima di lain sektor (Di @ DU) silahkan.

  37. Jika lulusan PLS tidak mau mengisi PNS bid.PNFI ya silahkan

  38. pak kabid,…sing mau ngangkat PNS sopo…

  39. Febrian Rico says:

    sy spkt bhwa PNFI membutuhkan tnga profesional, dan memang srjna PLS-lah yang tepat dan wajib untuk menigisi'a..tp bkn hanya PNFI yang mmpnyai mslh tsbt,di profesi lain juga sama…bahkan Indonesia juga bgtu, kurang profesional..bnyk sarjana yang tidak ditempatkan pada tempatnya, cenderung asal-asalan..wahh sprti smph sj..apalagi pemerintah daerah yang memiliki azas "kekeluargaan"..jgn harap azas profesional akan terwujud..UU yang tinggal UU,.termasuk sisdiknas,.mari kita tinjau dilapangan bgmana pelaksanaan UU sisdiknas di daerah maupun pusat…

  40. @pak sugiyonoyang dmaksud saudara rico adalah jangan sampai lupa bahwa kompetensi PLS tidak hanya di bidang mengajar (pamong belajar)untuk PNS mungkin itulah memang yang dipikirkan oleh sebagian orang yg memilih untuk brjuang di luar jalur Abdi negara "formal" (PNS)@Ricocoba di baca rekomendasi imadiklus..tdk menyinggung tentang PNS..

  41. @ sugiyonomarto, santai aja lagi…mahasiswa pls nya sendiri dalam diskusi ini belum muncul…komennya, baiknya tanyakan dulu..sampaian pingin kemana… jadi orang susah atau jadi orang berkelana….qiqiqiqiqiqk

  42. @mas Panji terus berjuang!!!!!, Katakan kepada indonesia Lulusan PLS lebih cakap menangani bid.PNFI, saya katakan seperti ini bukan hanya PB, tapi inspiratif, inovatif, kreatif di bid PNFI semuanya dari Lulusan PLS, walau nanti aplikasi di lapangan bisa kerjasama dengan lulusan non PLS , itu pengalaman saya

  43. education for oll, PNF sejak jaman Soekarno-sekarang dan masa akan datang tetap dikperlukan bukti UU No 20/ 2002 sisdiknas, semua penduduk yg ditampung pend.formal hanya sebagian kecil lainnya non formal, kalau dikatakan jurusan PLS tidak jelas kemana arahnya….wajib diperjuangkan kepada pemerentah/ Mendiknas

  44. @pak Arifprovokasi'y harus ketemu langsung lagi lah pak kaya di UNJ..Tadi baru diCAS ulang ma pak Iis d pandeglang..Saya sepakat njelimet'y soal the right man on the right place n profesionalisme harus dcontohkan..bukan hanya dhujat n diamini saja..Saya rasa jur PLS bisa memulainya..hee..

  45. @pak Jumberansaya sedikit berpikir kapitalis nih pak..Soal akan kemana arah lulusan jur PLS kami mempertanyakan'y ke mesin produksi'y yaitu kajur/prodi PLS..Coz sarjana adalah produk dr situ..Oleh sebab itu surat kami tujukan ke kajur..Kalau soal kebijakan ada atau tidak'y jatah di birokrat (PNS) Bru kami mempertanyakan k pemerintah..namun setelah ada kejelasan produk tentunya..

  46. @ panji ;sip… semangat!!!…^_^

  47. UPTD/PUSAT, seperti SKB, BPKB Prov/ Regional bnyak diperlukan, yg jadi masalah yg menyusun formasi kebutuhan adalah pemerentah daerah ( mereka itulah yg perlu diberikan masukan )

  48. @pak Ahmaddi Banten sudah dbuka 7cpns thun kemarin..tapi yang lucu kadis sendiri mempertanyakan kompetensi kami..Hal yang sama ditanyakan oleh Ditjen PNFI ktika kami audiensi..Inti'y jatah bisa diberikan,asal dengan kompetensi yang jelas..begitu pak yang kami tangkap..Tapi Insya Alloh g akan berhenti sampai di sini pak..Ada rencana dari saya untuk coba mengirimkan surat permohonan audiensi dengan BKKD di tiap2 daerah..jadi para penggiat PLS bisa menjelaskan apa yang dmaksud dengan PLS kepada mereka..mudah2n bisa ada perjuangan juga di tiap2 daerah..

  49. @ mas Panji : mohon bisa dijelaskan grand design pergerakannya…

  50. Kompetensinya jelas tenaga teknis pls , bisa pamong belajar/ tenaga lapangan pls, staf bidang pls. contoh saya sejak awal 1981 -sekarang tetap di pls karena keahlian saya tidak ada penggantinya. Dulu th 2000 saya pegang kekuasaan, rekrutmen saya utamakan jur.PLS, memang pejabat sekarang tidak mengerti pls itu sendiri

  51. @panji: mohon maaf …coba tanyakan kepada dosen PLS sejelas2nya (apakah masih sama sewaktu saya jadi mhs PLS)1. apa konteks adanya jurusan PLS2. apakah materi bidang sudah sesuai dg konteks jurusan3. apa tujuan kuliah di PLS4. lulusan PLS outcome-nya kemana …Seharusnya Imadiklus punya data alumnus PLS dan pekerjaannyapertanyaan buat Mahasiswa PLS (@panji)1. Apa harapan anda setelah lulus dari jurusan PLS2. Dibidang apa sih …..3. Kira2 bidang yg disukai bisa diterima di instansi pemerintah atau dudi

  52. Panji Kadis Banten itu teman saya beliau Alumnus PLS IKIP N Jakarta (UNJ) percayalah panji beliau ngetes saja….insya Allah nanti aku kasih HPnya (kalau belum ganti) Bulan yang lalu saya bertemu dengan beliau acara pertemuan alumnus PLS IKIP Jakarta

  53. Pak Dirjen PNFI juga lulusan PLS,

  54. @ Pak Arif : banyak lulusan PLS yang udah sukses ada yang jd Dirjen, bahkan 2 Perguruan Tinggi di Kota Malang jg dipimpin oleh para lulusan PLS.salut..ingin sekedar sharing keadaan PLS di Kota Malang, bahwasanya outcome PLS tidak terlalu diperhatikan oleh jurusan. Pihak birokrat malah memperluas jalur masuk mahasiswa, memperbanyak jumlah mahasiswa PLS, dengan cara promosi sana promosi sini. Akan tetapi belum mampu memikirkan bagaimana outcomenya. Hal ini dibuktikan dengan beberapa pengajar yang mengajar alakadarnya, mengejar proyek, menghubungkan kuliah dengan proyek pribadi pengajar. Setelah masa2 menjelang wisuda, barulah kita dilepas selayaknya anak ayam oleh induknya…Namun, bagi kami selaku mahasiswa juga punya banyak tanggung jawab untuk membantu jurusan merumuskan fokus kompetensi jurusan kami…

  55. @Pak ArifMohon maaf…memang ketidaknyamanan ini sudah berlangsung secara jama'ah,,,makanya saya berani melakukan tindakan "lancang" ini…Untuk pak Kadis itu Kadis Pendidikan Provinsi pak, n beliau alumni PLS Untirta…Tapi boleh saja pak saya minta no'y…Kabid PNFI Provinsi?Untuk masalah itu saya tidak persoalkan omongannya…tapi saya persoalkan sebab kenapa beliau berbicara seperti itu,,Masukannya akan saya bawa ke rapat pak..

  56. @Pak AhmadJustru itu pak,,,Mungkin waktu tahun 1980 PLS bisa dengan kompetensi seperti itu..Tapi dengan perkembangan jaman yang pesat, sepertinya kompetensi PLS juga perlu dikembangkan lebih dahsyat lagi…Saya juga seperti merasa perkembangan dunia ke-PLS-an jadi seperti stagnan dan kalah jauh dengan PS,,,Mohon maaf kalau salah…

  57. DR. Suprani bagaimana terhadap mahasiswa PLS Untirta

  58. Betul, kebutuhan belajar juga menyesuaikan kemajuan teknologi, apalagi penilik th 1990 an tidak mau belajar sudah pasti ketinggalan.

  59. Ramzil Majdi says:

    zaman kian berubah, kemajuan kini memuncak, akan tetapi sebaik KITA SEMUA Nih yang keluar dari Produk harus di pikirkan llah, kalau tidak lumpulah semua organ lembaga PNFI dari pusat k daerah. harus kita rumuskan bareng antara mahasiswa dan birokrat.jangan berpikir pakai dengkul bagi kalangan birokrat ingat hidup d dunia sebentar Men………

  60. Ramzil Majdi says:

    walaupun jurusan kita terbentuk sudah lumayan lama, tapi kenapa di kalangan pemikir sangat tidak mendengar apa itu PLS dan PNFI tolong sangat kawan kita semua harus maju jangan maju sebagian saja. kita ibarat roda mobil dan motor,dll. kalau ruji yang mengitari dan memperkuat roda tidak ada/sebelahnya saja maka roda itu tidak mutar kan. jangan seperti roda tidak memutar itu kita sampai tidak ada yang menjadi penerus KITA semua nih. INGAT MEN………………. ini kedepanNya bumerang bagi kita yang memengang amanah ini baik kita sekarang sebagai mahasiswa, alumni PLS, dan Pejabat PNFI itu sekalipun tidak samapai ke penerus kita maka kita BERDOSA ……….

  61. @Pak AhmadMakanya kami (mahasiswa) harus melompat dari batu pijakan yang telah bapak-bapak dan senior taruh…seharusnya kami tidak harus sampai memberikan rekomendasi ketika ternyata bapak sudah memberikan, seharusnya sekarang kami berpikir tentang inovasi bukan pragmatis…tapi apa mau di kata…saat ini inilah perjuangan kami…:-)

  62. waw… klasik => menyusun strategi baru

  63. hehehe,,,,Yah kumaha deui kang…gini lagi gini lagi….

  64. aqil says:

    Banyak Bekerja banyak bicara,, tetep semangat temen2 imadiklus, apapun masalahnya, apapun rintangannya pastikan kita tetep optimis. ingat perjuangan kita masih sangat panjang……………! ayoo…..bareng-bareng kita tunjukan eksistensi kita ke-semua kalangan masyarakat di daerah masing-masing. kita timbulkan pencitraan yang bagus terkait dengan apa itu program-program pls.

  65. aqil says:

    IMADIKLUS itu harus Mentel (dalam bahasa jawa) yang artinya kita harus merangkul, merangkul disemua jajaran birokrasi PNFI atau UPT PNF untuk melakukan pencitraan tentang apasaja yang bisa dilakukan oleh IMADIKLUS agar kita bisa dikenal terlebih dahulu, baru kemudian setelah dikenal kita sisipkan sedikit-demi-sedikit apa yang ingin menjadi tujuan utama kita
    Bila perlu kita tingkatkan pencitraan tentang dirikita (PLS) melalui IMADIKLUS di kalangan temen-temen komunitas.

  66. Panji says:

    Aamiin…

    Ayo kita mulai semua…

  67. yang salah itu birokrasinya….ga tau kalau ada ahli PLS……

  68. aqil says:

    ga tau karena ga ada yang ngasih tau Mbak Denik… ibarat orang mau main bola klo mau dapetin bola dan ingin menjebol gawangnya ya otomatis romantis harus jemput bolanya donk.. heheheee…

  69. asta says:

    hdup PLS……

  70. tolong donk
    saya mw mengajukan judul skripsi bulan desember..
    saya bingung mw nyari judul yang pas buat skripsiku dan jurusanku…
    buat teman2 PLS, carikan saya judul yang pantas ya…
    trimsss

Leave a Comment