“Mencari Potongan Mimpi Baru”

(Catatan Perjalanan Semnas Dan Rakernas Imadiklus 2014) Bermimpi itu harus diwujudkan dengan kerja nyata, jika yang dimaksud kerja nyata banyak hal ya...

Falsafah Ilmu dan Teori Pendukung Pendidikan Luar Sekolah
PLS BERMASYARAKAT
perjalanan imadiklus wilayah 1

perjalanan imadiklus wilayah 1

(Catatan Perjalanan Semnas Dan Rakernas Imadiklus 2014)

Bermimpi itu harus diwujudkan dengan kerja nyata, jika yang dimaksud kerja nyata banyak hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya. Salah satu sikap dari kerja nyata itu dilakukan oleh pemuda-pemuda Indonesia (7-9/3/14) yang tergabung pada Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Indonesia (IMADIKLUS Indonesia). Kegiatan tersebut diawali dengan Seminar Nasional kemudian dilanjutkan dengan menyusunan program kerja pada Rapat Kerja berskala Nasional tujuannya untuk membentuk program kerja nasional dalam upaya menghimpun aspirasi mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah baik.

Kegiatan yang dihadiri oleh 11 Universitas dari seluruh bagian wilayah perwakilan Universitas di Indonesia seperti UNESA, UNEJ, UNY, UNJ, UNTIRTA, UNPAR, UNM, UPI, UNKAR, UNINUS, dan tuan rumah UIKA, serta tidak ketinggalan UM. Dari Universitas Negeri Malang mengirimkan 5 delegasi untuk mewakili membawa aspirasi mahasiswa jurusan PLS UM. 5 punggawa Universitas Negeri Malang ini memulai perjalannya dari stasiun Kota Malang, menempuh perjalanan sekitar 18 jam menuju Bogor, yang sempat singga di stasiun Jatinegara Jakarta kemudian melanjutkan perjalanannya dengan KRL menuju Stasiun Kota Bogor.

Sambutan yang hangat diberikan oleh beberapa panitia dari Universitas Ibn Khaldun Bogor sebagai tuan rumah ini dapat mengobati rasa bosan akibat dari perjalan kereta yang sangat lama. Tidak hanya sambutan yang hangat rasa kekeluargaan juga menambah suasana keakraban karena banyak bertemu dengan pemuda-pemuda perwakilan Universitas di berbagai wilayah Indonesia, yang mempunyai latar belakang berbeda dari tiap-tiap wilayah dengan tujuan menyatukan indonesia. Pengalam baru ini bertemu dengan pemuda-pemuda yang membawa apirasi mahasiswa jurusan PLS untuk diwujudkan ini merupakan pengalaman yang tidak bisa digantikan..

Perjalan yang panjang dari Kota Malang untuk mengumpulkan potongan mimpi datangnya dari pemuda pengubah bangsa tidak berhenti sebatas pengenalan saja. Dihari pertama Seminar Nasional dan Rakernas dilakukan (8/3/14) dimulai dengan Seminar Nasional “Kebijakan Dan Upaya Dalam Meningkatkan SDM Indonesia Melalui Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, Informal Menuju Era Globalisasi 2020”. Melalui Seminar Nasional tersebut menitipkan pesan untuk pemuda Indonesia khususnya organisasi pengerak perubahan seperti IMADIKLUS ini “karena ilmu dapat menjadikan pendidikan sebagai gerbang perubahan menuju masa depan yang mampu membentuk Insan Indonesia yang mandiri dan berkualitas. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Oleh sebab itu Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (IMADIKLUS) merupakan salah satu komponen dari masyarakat yang turut bertanggung jawab untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional tersebut. Disisi lain, secara Individu anggota IMADIKLUS merupakan sasaran dari pencapaian tujuan nasional itu sendiri yang harus mampu membentuk dirinya menjadi manusia yang mandiri dan berkualitas, (Kutipan Seminar Nasional Universitas IBN Kaldun Bogor 7/3/14)

Perjalananan menyambung potongan mimpi untuk mewujudkan cita-cita bangsa sebagai bentuk perubahan kearah yang lebih baik dilanjutkan pada hari kedua (8/3/14). Agendanya adalah melakukan Rapat Kerja penentuan program kerja untuk mewujudkan aspirasi anggota IMADIKLUS INDONESIA dimulai jam 8 malam. Proses rapat tersebut  memutuskan membagi program kerja dalam tiga departemen antara lain Departemen Aksi atau Advokasi dengan tugas pokok kerja sebagai wadah untuk mewacanakan audiensi kepada instansi pemerintahan. Tidak hanya itu departemen ini juga dapat dijadikan sebagai media lokal, sarana informasi kebijakan pendidikan luar sekolah yang terbaru, serta menerima penyampaian informasi dari wilayah maupun Universitas yang mengalami permasalahan mengenai PLS. Departemen yang kedua adalah Litbang (Penelitian dan Pengembangan) tugas pokok kerjanya mewadahi lomba yang dapat dilaksanakan pada masing-masing Universitas mengenai karta tulis ilmiah PLS. Departemen ini dapat disebut sebagai memorinya  IMADIKLUS, karena semua jenis data mengenai alumni Imadiklus maupun pengurus dan anggota Imadiklus. Dan yang ketiga adalah Departemen Pendidikan dan organisasi bertugas menyediakan program kerja yang bersifat insidental seperti seminar IT (Imadiklus Training), aplikasi pengenalan ke-PLS an, menjalin hubungan mitra dengan stakeholder.

Rapat kerja yang juga menetapkan 11 pengurus pusat baru ini berkerja sebagai monitoring dan koordinasi dengan pengurus harian Wilayah dan Universitas masing-masing. Penyampungan potongan mimpi yang selanjutnya, dengan adanya kegiatan audiensi di tiga badan instansi pemerintahan berupaya untuk memberikan kejelasan mengenai kesempatan bekerja yang berlatar belakang Pendidikan Luar Sekolah. Ketiga instansi pemerintahan itu antara lain KEMENPORA (Kementrian Pemuda dan Olahraga), DEPDIKNAS (Departemen Pendidikan Nasional), dan yang terakhir BPPAUDNI (Badan Pemerintah Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal Dan Informal). Dari hasil akhir tersebut masing-masing instansi pemerintahan memberikan kesempatan lapangan pekerjakaan bagi lulusan pendidikan luar sekolah, kecuali BPPAUDNI  tidak dapat menerima audiensi dikarenakan tidak adanya pihak yang dapat melakukan audiensi. Kejelasan kesempatan pemberian lapangan pendidikan sudah diumumkan pada laman web masing-masing instansi yang berkaitan.

Penyatuan potongan-potongan mimpi tersebut bukan menjadi akhir dari perjuangan oraganisasi, melainkan potongan-potongan mimpi ini menjadi awal terlahirnya i sikap mengubah bangsa sebagai agen pembaharu yang berbasis masyarakat. Karena PLS ada untuk anda yang mau belajar berfikir mengubah bangsa yang baik. (ff/ev/dkk)

by : Evi Ratnasari (PLS UM)

COMMENTS

WORDPRESS: 1
  • comment-avatar

    seng posting wes pensiun tapi masih komitmen kontribusi ke imadiklus.com, mantappp… 😀