Menyendiri Untuk Berbagi IMADIKLUS Terimakasih Buah Tangannya

Menyendiri Untuk Berbagi IMADIKLUS Terimakasih Buah Tangannya Duduk di atas lantai beralaskan karpet tipis warna biru muda, aku memandangi layar lapto...

LOMBA ESSAY NASIONAL PENDIDIKAN NONFORMAL 2016
IT1 IMADIKLUS UM 2016: Berawal dan Berakhir

Menyendiri Untuk Berbagi IMADIKLUS Terimakasih Buah Tangannya Duduk di atas lantai beralaskan karpet tipis warna biru muda, aku memandangi layar laptop jadulku.  Jari-jemari ini sudah hafal betul apa yang menjadi tugasnya. Menekan tombol-tombol keyboard sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh organ pengatur seluruh bagian tubuhku.

Secara perlahan leher ini menoleh ke arah jendela yang belum tertutup oleh gorden. Aku memang belum sempat menutupnya karena terlalu asyik bercinta dengan laptop kesayangan.  Sengaja, aku menatap lekat keadaan di luar. Ternyata, hari sudah  gelap. Bukan lagi hanya gelap. Ku lihat angka di pojok kanan bawah layar, waktu menunjukkan pukul 22.09 WIB.

1

Lagi-lagi raga ini menyendiri. Baru ku sadari ternyata aku telah menyendiri 4 jam lamanya. Sepulang dari kampus, aku beranjak membersihkan diri, mengadu kepada Tuhan atas apa yang terjadi hari ini, makan untuk melanjutkan hidup yang penuh liku ini, kemudian menorehkan tinta sederhana di atas lembaran kosong untuk aku bagikan kepada insan penyandang hobi membaca atau siapapun yang membutuhkan. Jiwa pecinta ketenangan, menjadikanku menyukai tentang kesendirian. Aku menyendiri bukan berarti aku tak peduli. Aku menyendiri justru karena aku peduli. Dalam sehari aku harus menyisihkan beberapa bagian waktuku untuk menyendiri. Sendiri membuatku merasa lebih tenang, dimana hati dan pikiran berpaut menjadi satu, bekerjasama untuk melontarkan untaian kata sebagai simbol tentang apa yang tengah dirasakannya.

Tanpa sengaja terngiang di memori kejadian empat hari yang lalu. Ketika kegiatan IT 1 BPH IMADIKLUS Universitas Negeri Malang di Batu Malang. Saat itu, aku mengikuti materi “Konstitusi AD/RT” yang dibawakan oleh Teguh Akbar. Tiba-tiba terdengar suara memanggil namaku. Aku menoleh ke belakang.

“Hei kamu, ke sini!” Panggil mas Fendi Setiawan alumni UM. Akupun langsung menuruti permintaannya. Tiba-tiba tersodor dari tangannya sebuah benda berbentuk segi empat terbungkus plastik.

“Apa ini mas?” Tanyaku heran sambil menerima benda itu. Ia menjelaskan bahwa benda itu merupakan buah tangan hasil kesediaanku menuliskan kisah sukses alumni PLS beberapa bulan yang lalu. Mendengar penjelasan tersebut, hati ini terenyuh mendengarnya.

2

“Alhamdulillah… Terimakasih mas Fen.” Ucapku sambil menarik 1 cm ujung bibirku ke kanan dan ke kiri. Ucapan terimakasih pertama ku ucapkan kepada yang paling berhak menerima segala ucapan terimakasih karena telah memberiku kesempatan untuk bernapas, menjaga serta menyayangiku sampai saat ini. Mas Fendi mengatakan bahwa buah tangan itu adalah dari mas Agung Firmansyah yaitu alumni PLS Universitas Negeri Surabaya. Maka tak lupa pula aku berterimakasih yang teramat kepadanya. Berlipat-lipat terimakasih tak lupa pula aku persembahkan untuk para loyalis yang tak pernah lelah memberikan waktu, tenaga dan pikirannya sarta selalu memberi masukan dan motivasi untuk menjadikan kami lebih bersemangat sehingga dapat selalu berpikir positif untuk menghadapi tantangan di masa depan.

3

Sungguh, hati ini semakin tertarik untuk terus berbagi setetes pengetahuan melalui goresan tinta sederhana yang telah biasa aku lakukan. Menulis, tidak sesulit apa yang dibayangkan. Aku bukan penulis. Aku juga tidak mahir menulis. Akan tetapi, aku suka menulis. Bagaimana tidak? Aku hanya perlu menuangkan apa yang ada dalam hati dan pikiranku ke dalam lembaran kosong sampai tercoret tinta sederhana yang selalu menemani hari-hariku. Menurutku, semua orang bisa menulis karena menulis itu begitu mudah dan sederhana. Ketika salah, goresan tinta sederhana yang telah tertoreh di lembaran putih, bisa dihapus. Kita juga mempunyai waktu berpikir sebelum menulis tanpa ada orang yang mengetahuinya. Berbeda dengan saat berbicara. Kata-kata yang telah terucap hanya dapat bertahan dengan kurun waktu yang sangat singkat. Apa yang telah terucap juga tidak dapat ditarik kembali. Jadi, tak perlu menunggu waktu lama untuk memutuskan menulis. Ambil laptopmu,  tuangkan apapun yang ada dalam hati dan pikiranmu, usai itu bagikan! Siapa tahu bermanfaat bagi pembaca. Simple kan?


BIODATA PENULIS
Nama : Aminatus Sakdiah
Tahun Masuk PLS : 2014
Asal Universitas : Universitas Negeri Malang
CP : 085852565863
Email : aminatus.sakdiah@yahoo.co.id

COMMENTS

WORDPRESS: 1
  • comment-avatar

    asik asik jos kaos baru , saya tunggu kisah selanjutnya