Menyikapi Isu Susu Bayi Berbakteri Enterobacter Sakazakii Di Kalangan Masyarakat

0
Dibaca 2.511

Menyikapi  Isu Susu Bayi Berbakteri Enterobacter Sakazakii Di Kalangan Masyarakat

Oleh
Evin Dwi Hananing
PLS-UM

 

Masa bayi adalah masa dimana individu dilahirkan yang beralih dari rahim ke dunia. Yaitu sebuah lingkungan baru yang menuntutnya dapat berkembang sesuai dengan perkembangannya. Masa bayi adalah masa yang membutuhkan perhatian khusus baik secara psikologis, sosial dan biologis. Secara Psikologis dan social bayi haruslah mendapatkan hal-hal yang nyaman baik itu perhatian, kasih sayang dari orang sekitar dan orang tua. Namun secara biologis bayi semestinya  mendapatkan gizi yang cukup sesuai dengan perkembangannya.

Balita (bayi dibawah lima tahun) memiliki karakteristik yang berbeda dengan orang dewasa. pada masa masa ini pertumbuhan sangat cepat dan signifikan. Namun dalam kasus issue susu berbakteri Enterobacter Sakazakii balita yang dibahas kali ini adalah bayi dengan usia 0- 12 bulan, Karena susu formula yang dibahas kali ini untuk perkembangan bayi berusia 0-12 bulan.

Dalam perkembangan bayi gizi sangat diperlukan. Gizi yang cukup dapat mendukung tumbuh kembang anak terutama dalam perkembangan jasmaninya. Karena pada usia balita sangat rentan terhadap penyakit. Gizi yang cukup juga dapat membantu bayi dalam perkembangan kecerdasan otaknya. Namun dewasa ini balita diberikan susu formula untuk mendukung pertumbuhannya. Hal tersebut terjadi karena beberapa alasan terutama bagi balita berumur 0-12 bulan, Umumnya seorang ibu memberikan ASI(Air Susu Ibu) karena ASI memiliki gizi yang cukup bagi perkembangan bayi dan antibiotic. Namun ada juga yang sejak lahir diberikan susu formula yang dikarenakan ibunya tidak memiliki ASI yang cukup untuk buah hatinya.Pada Abad ke-19 Piere Budin dalam Materinite di Paris mulai menggunakan Susu Sapi sebagai pengganti ASI[1]

Baru-baru ini banyak issu yang berkembang tentang susu formula untuk bayi yaitu adanya kasus susu bayi berbakteri Enterobacter Sakazakii[2]. Hal ini tentu membuat orangtua khawatir terutama kaum  ibu.

“KOMPAS.com — Hari ini, Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan  Institut Pertanian Bogor (IPB) akan mengklarifikasi dan mengumumkan soal cemaran bakteri Enterobacter sakazakii (E. sakazakii) dalam susu formula anak-anak dan makanan bayi.  Pengumuman nama-nama merek susu yang tercemar ini akan dilakukan di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika”.

“Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) telah memerintahkan Kementerian Kesehatan, BPOM dan IPB untuk mengumumkan nama produsen susu formula yang ditemukan mengandung bakteri tersebut.”

“Perintah itu dikeluarkan karena ada salah seorang warga yang menggugat hasil penelitian itu dan menuntut pemerintah mengumumkan para produsen susu sehingga bisa mengambil tindakan pencegahan. MA yang memenangkan gugatan itu kemudian memerintahkan ketiga pihak, yakni Kemenkes, Badan POM, dan IPB mengumumkan nama produsen”.

“Berdasarkan hasil penelitian IPB terhadap 74 sampel susu formula, 13,5 persen di antaranya mengandung bakteri berbahaya tersebut. Penelitian sendiri telah dilakukan pada 2008, tetapi ketiga pihak tersebut tidak bersedia mengumumkan.”[1]

Dari berita yang tertulis diatas, telah mengakibatkan berbagai polemik, bagi orangtua khususnya Yaitu konsumen pengguna susu formula untuk bayinya. Dari latar belakang diatas sehingga  dapat dirumuskan masalah sebgai berikut: (1)Pengertian bakteri Enterobacter Sakazakii, (2) Dampak  issu susu Enterobacter Sakazakii, (3) Perkembangan Bayi Hingga Umur 1 Tahun, (4) Pemahaman Orang Tua dalam Tumbuh Kembang anak melalui asupan gizi, (5) Kandungan Gizi di dalam ASI, (6) Peran Pendidikan Luar Sekolah melalui Pendidikan Kesehatan bagi orang tua agar lebih memahami kesehatan terutama untuk balita (buah hatin

Karya tulis ini bertujuan (1) Untuk  memaparkan permasalahan susu Bayi Enterobacter Sakazakii, (2) Memberikan Usulan melalui Pendidikan Kesehatan  kepada orang tua agar mengurangi rasa khawatir dalam mengkonsusmsi susu untuk balita dan belajar untuk Kembali ke ASI Eksklusif.

NB. Silahkan Copy Paste atau baca dan tinggalkan komentar anda tentang tulisan ini di bawah.
Isi Lengkap silahkan buka disini Menyikapi  Isu Susu Bayi Berbakteri Enterobacter Sakazakii Di Kalangan Masyarakat

 

Tinggalkan Balasan