MERDEKA, DAN HARUS MERDESA

3
Dibaca 2.788

17 Agustus Tahun 45

Itulah Hari kemerdekaan kita

Hari merdeka, nusa dan bangsa

Hari lahirnya bangsa Indonesia

Merdeka…

Sekali merdeka tetap merdeka

Selama hayat masih dikandung badan

Kita tetap setia, tetap sedia

Mempertahankan Indonesia

Kita tetap setia, tetap sedia

Membela Negara kita

KITA SUDAH MERDEKA

Gema kumandang lirik lagu tersebut selalu terdengar ketika memasuki bulan Agustus, bulan di mana pada tanggal 17 bangsa Indonesia dengan berani dan lantang menyuarakan kepada dunia tentang kemerdekaan sebuah bangsa, kebebasan dari penjajah bangsa asing,kebebasan untuk menentukan nasib.

Merdeka, dalam Kamus Bahasa Indonesia sama artinya dengan bebas, dapat mengatur dan melaksanakan sesuatu dengan kemauan sendiri, tanpa adanya paksaan, ancaman, atau tekanan orang lain.Merdeka adalah kebebasan seutuhnya yang dimiliki setiap manusia, dan juga dalam konteks ini, sebuah bangsa.

Dalam upacara upacara yang biasa dengan formal diadakan di intasi-instasi pemerintah dan sekolah-sekolah,selalu saja dibacakan tentang pembukaan UUD 45, namun jarang sekali yangmencoba memaknai apa yang menjadi tujuan dalam UUD 45 tersebut.

Tujuan Nasional yang termaktub pada pembukaan UUD 45 adalah:

1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruhtumpah darah Indonesia;

2. Memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskankehidupan bangsa;

3. Ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Dari tujuan nasional yang telah dirancang oleh para pendahulu kita, maka akan terlihat sebuah cita-cita yang teramat mulia, dan pada akhirnya kita bisa merasakan bahwa ternyata sebuah kemerdekaan bukanlah tujuan akhir, namun sebuah gerbang untuk menjadikan bangsa Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.

Kita sudah merdeka bung, merdeka dari penjajahan FISIK bangsa asing.

SAATNYA KITA MERDESA

Terkadang sangat miris melihat kenyataan bahwa Negara sudah tidak dapat berbuat apa-apa untuk menuju tujuan tersebut, mulai dari ketergantungan kepada pihak asing (dijajah melalui ekonomi, politik dan budaya), pemerintahan yang korup (dijajah oleh uang), dan rakyat yang apatis serta kehilangan jati diri (dijajah oleh pesimisme dan mental instan).

3 orde yang telah dilewati, 3orde juga yang tidak bisa membuktikan apakah kita sudah mencapai kata merdesa.

Merdesa merupakan kata yang,rasanya, tidak terlalu dikenal secara luas dan jarang dipakai dalam percakapan.Juga, jarang muncul menyertai kalimat-kalimat panjang pada pidato-pidato membela rakyat. Padahal, kata Merdesa ada di dalam kamus Bahasa Indonesia dan kata tersebut berasal dari khasanah Indonesia. Kata Merdesa ini memiliki arti yang bagus, ialah hidup layak, patut dan sejahtera.

Modal awal kemerdekaan secara fisik dari bangsa asing adalah sebuah batu loncatan bagi kita untuk menuju bangsa yang merdesa, hidup layak, patut dan sejahtera. Tidak akan lagi kita melihat pengemis di jalanan, tidak akan lagi melihat orang tinggal di kolong jembatan, tidak akan lagi melihat siswa gantung diri dan sekeluarga membakar diri.

Saatnya kita yakinkan diri, bahwa bangsa kita siap untuk merdesa.

Momentum peringatan kemerdekaanini haruslah dengan khidmat kita aplikasikan tidak hanya dengan bentuk budaya foya-foya dan senang-senang, akan tetapi kita coba juga untuk merenungkan dan menyiapkan sebuah konsep kemerdesaan. Tidak hanya dengan menuntut kepada pemerintah yang sedang tidak bisa mendengar dan melihat namun juga mengisi persiapan kemerdesaan layaknya Sukarni sang golongan muda dan Soekarno sang golongan tua.

Merdesa memerlukan basis ideologi dan praktik-praktik politik, sosial, ekonomi dan budaya, yang memungkinkan terbangunnya struktur dan etos kolektif bangsa. Ideologi tersebut tentu sangat lekat dengan sosialisme kerakyatan.Dengan basis ideologi tersebut, maka konsep Merdesa dapat di break-down menjadi tata kelola kekuasaan yang sarat dengan regulasi politik, moral, hukum, sosial dan budaya, di mana masyarakat mendapatkan hak-hak dasarnya sehingga mampu hidup sejahtera,patut dan layak.

Sudahilah permainan kata-kata kemerdekaan dalam bibir, karena memang kita sudah merdeka dari penjajahan fisik bangsa asing.

Saatnya kita meneriakkan Merdesa dan mempersiapkannya.

MERDESA ATAU SENGSARA

Wallahu’alam bish showab

Sebuah tulisan yang terobsesi dari kata “Merdesa”

17082010 03.08 PM MAHARTA

Panji Bahari

Ulil ALbab Wannabe

3 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan