Mereka Buku, Merayu Langit

0
Dibaca 314

Mereka Buku, Merayu Langit

Merakit karya besar akan terasa mudah apabila kita tahu caranya. Namun, akan terasa sangat sulit jika kita tidak tahu. Apalagi karya tersebut adalah buku. Penulis harus melakukan berbagai riset terlebih dahulu untuk menambah informasi sebagai bahan tulisan, dan hal ini membutuhkan waktu yang tidak singkat. Khususnya penulis pemula, akan lebih menyakitkan lagi setelah buku selesai malah ditolak oleh penerbit.

Cara yang dilakukan pemuda Bunulrejo, Blimbing, dalam menggarap buku pertamanya ini bisa kita tiru. Gunung Mahendra, Ketua Forum Lingkar Pena Malang ini menerbitkan buku kumpulan cerpen berjudul Merayu Langit setelah cerpen-cerpen tersebut dimuat koran maupun mendapatkan juara lomba. Terbukti, setiap akhir narasi cerpen selalu terdapat keterangan “Cerpen ini menjadi juara…, Cerpen ini dimuat koran Malang Post pada…, Cerpen ini dimuat Radar Malang pada….”.

Cara seperti ini malah dapat dikatakan sebagai uji kelayakan suatu karya. Dimuat koran misalnya, tentu cerpen sudah melewati tahap seleksi dan telah berkompetisi dari berbagai cerpen kiriman orang lain. Dengan demikian tudak perlu takut lagi untuk ditolak penerbit ketika akan membukukannya.

Pada Merayu Langit, kisah Marwan dan Lilla menjadi cerita yang disuguhkan Gunung pada bab pertama buku ini. (Halaman 9)

Mereka berdua adalah siswa dari satu Sekolah yang sedang memiliki kedekatan. Marwan menaruh hati pada Lilla, Lilla pun juga suka dengannya. Lantas Marwan memberanikan diri dengan segala resiko yang ada untuk menyatakan perasaannya. Berjudul ‘Menyulam Pemanas Semesta’, kisah cinta kasih seperti ini nyatanya sudah menjamur dimana-mana. Namun cara Gunung  mengambil sudut pandang terlihat tidak biasa sehingga menimbulkan kesan tersendiri, dan ini unik.

Lain lagi dengan cerpen berjudul ‘Merpati dan Ribuan Matahari’. (Halaman 82)

Gunung sama sekali tidak memainkan sudut pandang dalam menceritakan kisah Heilland, seekor merpati yang menjadi tokoh utamanya. Aksi heroik Heilland, merpati Jerman dalam membantu negaranya dikisahkan sangat sengit, penuh perjuangan, dan antara hidup atau mati. Namun lagi-lagi, akhir cerita akan membuat pembaca menghela nafas lantas berujar “oalaah..” . Karena, terlihat plot cerita dikemas dengan rapi sengaja untuk mengagetkan pembaca.

Dalam menceritakan suatu peristiwa, penggambaran keadaan pada cerita terlihat kompleks dan detail pada setiap cerita. Sehingga akan membuat pembaca hanyut dalam suasana cerita. Sedangkan jalan cerita yang diberikan terlihat tidak terlalu panjang. Ditambah penggambaran cerita yang penuh majas,  judul Merayu Langit ini terasa tepat digunakan sebagai judul buku. Langit selalu dapat menjadi representasi hal-hal indah maupun puitis.

Layaknya cerpen-cerpen yang disatukan. Isi buku  terlihat seperti parsial-parsial yang kurang beraturan. Sehingga ketika menemui bab baru, bisa saja akan sangat jauh pembahasannya dengan bab sebelumnya. Namun juga terdapat beberapa bab cerpen yang terlihat masih berkesinambungan dengan satu tema.

Sebagian cerita ber-genre action, sebagian lagi ber-genre drama. Setidaknya jika dilihat dari tema cerita yang diberikan. Lain lagi jika dilihat dari keterangan akhir cerita yang sama-sama cerpen terseleksi.

Terlihat unik ketika Gunung menyisipkan bahasa Jerman-nya pada beberapa narasi. Barangkali ini bisa menjadi poin tambahan untuk mengemas cerita semakin menarik. Mengingat biasanya hanya bahasa Inggris saja yang digunakan oleh penulis-penulis lain dalam menyusun cerita.

Membuat cerpen lantas dibukukan seperti Merayu Langit ini akan membuat penulis lebih mudah dalam mengerjakannya. Penulis tidak perlu memikirkan seluruh isi buku dalam satu waktu. Bahkan seiring dengan cerpennya dimuat koran, dapat dikatakan mengenalkan pembaca dengan penulis sebelum penulis menerbitkan bukunya. Meski hal ini bukan berarti tanpa kelemahan. Disisi lain, bisa saja penulis kurang teliti terhadap apa yang Ia  kerjakan karena digarap sepotong demi sepotong. Terbukti ada satu kesalahan, salah satu bab tidak terdapat pada rangkaian daftar isi.

Selain kita dapat menikmati cerita-cerita yang dihadirkan penulis. Buku ini dapat digunakan untuk mempelajari cerpen yang menjadi juara lomba,  maupun dimuat koran, terutama cerpen dimuat koran Malang Post. Keterangan dimuat koran Malang Post memiliki porsi paling banyak disajikan dalam buku ini. Akhir kata, selamat membaca!.


Judul : Merayu Langit
Penulis : Gunung Mahendra
Penerbit : CV Jejak
Cetakan : Pertama, September 2017
Tebal : 148 hlm; 14 x 20 cm
ISBN : 978-602-5455-16-2
Peresensi : Khoirul Muttaqin, Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah UM/Ketua Komunitas Booklicious Malang

*Resensi dimuat Malang Post 4 Feb 2018
*Edukasi yang tengah dikembangkan youtube chanel Buku Taqin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here