MODUL PELATIHAN CALON PELATIH PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KELUARGA DI SATUAN PENDIDIKAN

0
Dibaca 592

Pendidikan Nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional tersebut, diperlukan kemitraan yang kuat antara keluarga dan satuan pendidikan, juga dengan masyarakat. Dengan demikian, ekosistem yang terdiri dari tri sentra pendidikan (keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat) bias menjadi lingkungan pendidikan yang kondusif bagi ruang belajar anak. Didorong oleh semangat untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang selaras dan harmoni tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membentuk direktorat baru, yaitu Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga. Direktorat ini berkedudukan di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas). Tugas Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2015 adalah melakukan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pendidikan keluarga.

Modul ini merupakan acuan dalam pelaksanaan bimbingan teknis penyelenggaraan pendidikan keluarga pada satuan pendidikan. Namun demikian, narasumber, fasilitator, dan penyelenggara dapat mengembangkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan tanpa mengurangi esensinya.

MODUL PELATIHAN CALON PELATIH PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KELUARGA DI SATUAN PENDIDIKAN Modul pelatihan calon pelatih ini terdiri dari: Unit

  1. Kebijakan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga. Unit ini membahas tentang kebijakan, program, dan strategi yang dilakukan oleh direktorat pembinaan pendidikan keluarga dalam upaya memperkuat jalinan kemitraan antara satuan pendidikan dengan keluarga dan masyarakat.
  2. Pendidikan Keluarga di Era Digital. Unit ini membahas tentang pendidikan keluarga di era digital. Orang tua diharapkan mampu melindungi anak-anak dari ancaman digital, tetapi tidak menghalangi potensi manfaat yang bisa ditawarkannya. Unit ini juga mengeksporasi sumber belajar yang dapat dijadikan acuan bagi semua pihak dalam mendidik anak. Laman sahabat keluarga merupakan laman resmi Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga yang berisikan banyak sumber belajar yang bermanfaat bagi orang tua yang memiliki anak di usia PAUD, SD, SMP, SMA/K.
  3. Pengasuhan Positif. Unit ini membahas tentang pengasuhan positif. Pola asuh positif tidak hanya mampu mencetak anak cerdas intelektual, tapi juga dapat menempa anak agar tumbuh ceria, kuat secara fisik dan mental, serta cerdas emosi dan spiritual. Pola ini dikembangkan berdasarkan komunikasi yang baik dan perhatian yang positif untuk membantu anak berkembang. Unit 4: Arah Pendidikan Anak dan Remaja. Pada unit ini akan dijelaskan karakteristik anak dan remaja dan pendekatan pro-aktif untuk mengantarkan anak menjadi remaja yang religius, tangguh, mandiri, nasionalis, dan berintegritas sehingga tidak melalui krisis, dan cepat tanggap ketika ada masalah sehingga menjadi sosok yang berkarakter dan memeiliki budaya prestasi.
  4. Remaja Tangguh dan Isu Isu Rawan di Seputarnya. Unit ini membahas usaha dalam membentuk karakter positif pada anak dengan melibatkan anak anak sendiri sangat penting dan mendesak untuk dilakukan. Anak anak akan lebih menyadari bahwa mereka bisa melindungi dirinya serta melindungi anak anak lain di seputar mereka.
  5.  Dukungan Psikologis Awal bagi Anak. Remaja utama tidak mengalami krisis, jika remaja mengalami krisis (situasi sulit) dengan adanya dukungan psikologis awal diharapkan dapat kembali kepada pencapaian remaja utama. Situasi sulit diantaranya merupakan situasi yang sering kali dihadapi anak dan remaja dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari hal kecil seperti memiliki hambatan belajar, sulit beradaptasi sampai dengan hal-hal seperti bullying dan kekerasan yang dialami baik di keluarga, satuan pendidikan atau pun masyarakat. Jika situasi ini teridentifikasi dan segera diatasi tentunya akan memiliki dampak pemulihan psikologis lebih v PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KELUARGA DI SATUAN PENDIDIKAN cepat dan tidak menjadi lebih berat.
  6. Membangun Kemitraan dengan Keluarga dan Masyarakat. Unit ini mengeksplorasi pemahaman tentang pentingnya satuan pendidikan menjalin kemitraan dengan keluarga dan masyarakat, serta peran dari masing-masing pihak untuk membangun ekosistem pendidikan yang kondusif untuk menumbuh kembangkan karakter dan budaya berprestasi peserta didik. Disamping itu, Unit ini membahas siklus pengelolaan pendidikan keluarga di satuan pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, supervisi dan evaluasi, serta peningkatan mutu pendidikan keluarga di satuan pendidikan. Unit ini membahas tentang pelaksanaan pendidikan keluarga di satuan pendidikan, yang meliputi pertemuan wali kelas dengan orang tua/wali, kelas orang tua, kelas inspirasi, dan pentas kelas akhir tahun ajaran.
  7.  Pertemuan Wali Kelas dengan Orang Tua/Wali. Unit ini membahas tata cara pertemuan wali kelas dengan orang tua/wali minimal dilakukan 2 kali dalam 1 semester. Pertemuan awal dilakukan pada hari pertama masuk sekolah untuk membangun komitmen dan menjalin komunikasi dengan pihak orang tua/wali, sehingga mereka terlibat aktif dalam pendidikan anak.

Download modul MODUL PELATIHAN CALON PELATIH PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KELUARGA DI SATUAN PENDIDIKAN

Tinggalkan Balasan