Muharto Bridge Clean (MK: Pengembangan Kurikulum PLS)

Jembatan kali Brantas adalah salah satu jembatan yang terletak di jalan Muharto, kota Malang. Jembatan ini adalah salah satu penghubung yang paling de...

Kenapa Harus Ada Pendamping Desa ?
Keanekaragaman Kebudayaan di Indonesia

IMG_2739Jembatan kali Brantas adalah salah satu jembatan yang terletak di jalan Muharto, kota Malang. Jembatan ini adalah salah satu penghubung yang paling dekat jaraknya untuk menuju ke kota Malang namun pemandangan yang tidak indah seringkali dijumpai oleh pengguna jalan yang melewati jembatan tersebut. Pemandangan tidak indah itu adalah sampah-sampah yang berserakan di tepi jembatan, bukan hanya mengganggu pemandangan saja tetapi sampah tersebut juga menimbulkan bau yang tidak sedap dan tentunya mengganggu para pengguna jalan. Sampah-sampah yang berada dijembatan tersebut berasal dari warga sekitar yang bertempat tinggal disekitar jembatan serta warga dan pedagang yang biasanya melewati jembatan tersebut. Tidak hanya tepi jembatan saja yang penuh dengan sampah berserakan tetapi sungai yang berada di bawah jembatan juga dipenuhi dengan sampah yang sengaja dibuang ke sungai tersebut, bahkan petugas kebersihan yang biasanya membersihkan sampah ditepi jembatan juga mebuang sebagian sampah ke sungai. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu diadakan suatu program yang dapat menyadarkan masyrakat sekitar agar tidak membuang sampah di tepi jembatan maupun di sungai.
Banyak program yang dapat dilakukan untuk menanngani masalah sampah di jembatan Muharto ini salah satunya adalah “MBC (Muharto Bridge Clean)” Tujuan dari program ini adalah untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan disekitar kita, selain itu juga mengajak masyrakat untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan.
Dalam program ini terdapat tiga sub program yaitu sosialisasi bahaya sampah, pembuatan tempat pembuangan sampah, dan kampanye MBC (Muharto Bridge Clean). Sub program yang pertama yang bernama sosialisasi bahaya sampah bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang dampak negatif yang diakibatkan oleh sampah untuk kesehatan dan cara
mengolah sampah agar dapat dimanfaatkan. Sub program yang kedua pembuatan tempat pembuangan sampah bertujuan untuk menampung sampah yang dihasilkan oleh warga sekitar karena di daerah tersebut tidak ada tempat pembuangan sampah akhir sehingga banyak masyarakat sekitar yang membuang sampah di tepi jembatan. Dan yang terakhir sub kegaitan kampanye MBC (Muharto Bridge Clean) ini dilakukan untuk memberitahukan kepada masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas bahwa jembatan Muharto adalah kawasan yang harus bebas dari sampah.
Sub program yang pertama, sosialisasi bahaya sampah ini dilakukan kepada masyarakat yang tinggal disekitar jembatan Muharto. Langkah awal yang dilakukan yaitu mendatangi tokoh masyarakat sekitar untuk diajak bekerjasama dalam program ini, selain mengajak untuk bekerja sama juga meminta izin karena kegitan tersebut dilakukan dalam lingkungan masyarakat jembatan Muharto. Kegiatan sosialisasi ini selain membutuhkan kerjasama dari tokoh masyarakat dan masyarakat sendiri juga memerlukan kerjasama dari pihak-pihak yang terkait seperti Dinas
Kebersihan Kota Malang dan juga Dinas Kesehatan setempat. Sub program yang kedua, pembuatan tempat pembuangan sampah. Tempat pembuangan sampah ini dibuat sebagai upaya untuk mencegah masyarakat agar tidak membuang sampahnya ke tepi jembatan. Sub program ke dua ini pertama-tama dilakukan dengan cara bekerjasama dengan tokoh masyarakat sekitar untuk mendiskusikan tentang sampah yang berserakan di tepi jembatan. Selain berdiskusi dengan tokoh masyarakat hal lain yang akan dilakukan yaitu menjaring pendapat serta solusi yang diinginkan masyarakat melalui kegiatan tahlilan atau pengajian yang biasanya rutin dilakukan oleh warga. Setelah itu dengan mengajak kepala desa atau tokoh masyarakat setempat untuk mendatangi dinas kebersihan setempat dengan tujuan meminta bantuan pembuatan tempat pembuangan sampah. Selanjutnya untuk sub program ke tiga yaitu kampanye MBC (Muharto Bridge Clean) dilakukan dengan cara bekerjasama dengan komunitas sperti Earth Hour, Perhumas Malang, dan anggota Karang Taruna yang tinggal disekitar jembatan Muharto. Kampanye ini akan dilakukan pada hari minggu di CFD (Car Free Day), pada saat kampanye ini mereka akan memaparkan bagaimana kondisi jemabatan yang pada jam-jam tertentu penuh dengan sampah selain itu mereka juga akan
memaparkan akibat apa saja yang dapat ditimbulkan apabila masyarakat terus menerus membuang sampah di tepi jembatan. Kampanye ini dilakukukan karena tidak hanya masyarakat yang tinggal disekitar jembatan saja yang membuang sampah disana tetapi ada juga masyarakat dari daerah lain yang sengaja lewat dan membuang sampah di tepi jembatan tersebut.

Program ini dihapakan dapar memberikan manfaat untuk masyarakat yang tinggal disekitar jembatan Muharto maupun pengguna jalan lain yang melewati jembatan tersebut. manfaat lain yang diharapkan yaitu dapat menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah di tepi jembatan Muharto maupun kali dibawah jembatan tersebut, memberikan fasilitas berupan tempat penampungan atau tempat pembuangan sampah akhir, serta mengajak anak muda dilingkungan tersebut agar lebih peka terhadap lingkungan mereka.

oleh : Reni Wahyu Safitri

COMMENTS

WORDPRESS: 0