Orang Asing Terkesan Dengan TBM@Mall di Plaza Semanggi

LATAR BELAKANG TBM@MALL MALL SEBAGAI PUSAT PERADABAN DUNIA MODERN Kita tidak lagi dapat menutup mata tentang bagaimana pusat-pusat perbelanjaan atau y...

Membuat Gravatar Supaya Komentar Memiliki Foto Pribadi
Tersesat dalam Keindahan

LATAR BELAKANG TBM@MALL

MALL SEBAGAI PUSAT PERADABAN DUNIA MODERN

Kita tidak lagi dapat menutup mata tentang bagaimana pusat-pusat perbelanjaan atau yang sekarang disebut Mall. Mall memegang peranan penting dan menjadi pusat kegiatan masyarakat. Bagaimana tidak, berbagai kegiatan dan hiburan berpusat di Mall, Sebut saja berbagai pameran atau exhibition, launching produk, arisan, dan acara keluarga, Fasilitas bermain untuk anak, bahkan Mall dewasa ini sudah mulai memfasilitasi pelanggannya dengan berbagai fasilitas untuk  ibadah, mulai dari membangun mushola yang bersih dan nyaman sampai membuat kebaktian gereja di dalam Mall. Tentu saja tidak ketinggalan Mall juga menjadi tempat ekspresi perilaku konsumtif dan tampak jelas Mall telah menjadi Pusat Peradaban Dunia Modern.

 

RENDAHNYA MINAT BACA , MEMBACA BELUM MENJADI BUDAYA

Membaca memang belum sepenuhnya menjadi budaya masyarakat Indonesia. Sejak dahulu orang lebih banyak memilih didongengi, dituturi, nonton wayang, nonton film, dan dengarkan musik daripada kegiatan membaca. Ditambah lagi rendahnya minat baca masyarakat dibanding minat lain seperti ngobrol, ngrumpi, nonton TV, main game, tidur untuk mengisi waktu luang.

Perilaku diatas disebut-sebut merupakan dampak dari harga buku berkualitas yang mahal dan masih terbatasnya fasilitas membaca gratis bagi masyarakat.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Dr Mohamad Nuh menyampaikan keprihatinan Beliau tentang minat baca masyarakat Indonesia yang rendah ditambah kurangnya ruang dan fasilitas membaca di ruang publik, misalnya di pusat-pusat perbelanjaan. Sebenarnya adalah kewajiban bagi para pengelola pusat perbelanjaan untuk menyediakan fasilitas umum seperti toilet, tempat parkir,  dan ruang ibadah. Sayangnya, pihak pengelolan Mall belum merasa bahwa menyediakan sebuah ruang untuk membaca bagi keluarga sebagai salah satu fasilitas yang harus disediakan oleh pihak Mall melalui program CSR nya.

Menyambut arahan menteri tersebut, Direktur Pendidikan dan Pembinaan Masyarakat Kementrian Pendidikan dan kebudayaan, Ibu Ella Yulaelawati PhD menginisiasi berdirinya Taman-taman Bacaan gratis  di ruang publik seperti rumah sakit, teriminal bus, stasiun kereta,  dan pusat perbelanjaan. Beliau menunjuk Dewi Hughes International Foundation untuk memotori penyelenggaraan pendirian Taman Bacaan Masyarakat di Mall atau yang disebut dengan TBM@ Mall

 

Foto : Peserta asing yang mengikuti seminar internasional Keaksaraan Berbasis Bahasa Ibu dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Juma’t sore sekitar pukul 16.30 (02/11/2012) terkesan dengan TBM@Mall di Plaza Semanggi.

Sejumlah Delegasi E-9 terdiri atas Mesir, India, Meksiko, Nigeria, dan Pakistan serta negara-negara ASEAN seperti, Kamboja, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand mengaku mendapat hal baru dalam kunjungan lapangan ke TBM@Mall Plaza Semanggi.

Kunjungan ini merupakan salah satu acara dari serangkain agenda dalam seminar internasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Ditjen Paudni Kemendikbud RI. “Kami sangat terkesan dengan TBM@Mall ini, kami akan coba mengadopsi ide ini di Kairo, banyak mall juga di sana,” ujar Muhammad Jamal, delegasi dari Mesir.

Kunjungan ini dipandu langsung oleh penyelanggara sekaligus pemilik Dewi Hughes International Foundation yaitu dewi hughes.

Pembelajaran yang dilakukan di TBM@Mall plaza semanggi ini dilaksanakan dengan berbasis IT, dan mempunyai semboyan: “e-learning, Fun place dan fun learning”. TBM ini didesain dengan fasilitas dan pelayanan yang baik, sehingga membuat siapapun yang masuk didalamnya merasa betah dan nyaman.

Tentunya hal ini sangat mendukung adanya TBM@mall ini, didukung juga dengan fasilitas yang modern dan canggih. Pengunjung yang masuk tidak hanya dapat membaca buku yang ada di rak, tetapi di TBM ini juga disediakan beberapa tablet PC yang berisi bermacam-macam E-book yang, sehingga memudahkan pengunjung untuk mengakses dan mendapatkan buku yang mereka perlukan. Di TBM@mall ini juga difasilitasi dengan Smart TV.

TBM ini dapat dikunjungi oleh siapapun. TBM ini juga biasa digunakan sebagai tempat meeting. Didalamnya disediakan minuman gratis dari sponsor. Adapun yang menjadi mitra TBM@mall ini antara lain: Coca Cola, KFC, Dinas Pendidikan terkait, Samsung, dsb. Untuk ruangan yang digunakan sebagai TBM ini juga merupakan sponsor dari plaza (gratis).

Di TBM@Mall ini instruktur PAUD sedang belajar bagaimana membuat blog, sehingga nantinya diharapkan mempunyai blog sendiri-sendiri. Selain itu juga diadakan training selama 100 jam untuk guru sehingga mereka nantinya akan mendapat sertifikat mengajar. Di TBM@Mall ini juga biasa diadakan kompetisi blog yang di sponsori oleh KFC sebagai program CSR-nya.

TBM@mall ini juga menyelenggarakan program Home Schooling yaitu setara SD, SMP, dan SMA.

Ketika ditanya oleh salah seorang pengunjung yang bernama Christin tentang dari mana memperoleh buku, Hughes mengungkapkan: “Buku-buku ini dari sumbangan dari mitra ataupun donatur, beli juga ada, dari mendiknas juga ada. Aku nggak ngambil untung apa-apa dari taman bacaan ini, karena inikan untuk masa depan anak-anak Indonesia juga,” paparnya. (eko)

 

Ditulis oleh
Nurin dan Agung (PLS UNESA) | 03 November 2012

COMMENTS

WORDPRESS: 0