ORANG AWAM MENUNTUT

Skandal Century adalah sebuah sinetron terbaru dalam rangka memperingati 100 hari terpilihnya kembali SBY dan cabinet koalisi partainya. Sinetron yang...

Lima Jari untuk KETUMAMOYA _ 2
Nama Itu . . .

Skandal Century adalah sebuah sinetron terbaru dalam rangka memperingati 100 hari terpilihnya kembali SBY dan cabinet koalisi partainya. Sinetron yang mendapatkan berjuta-juta perhatian dari para rakyat Indonesia sehingga melupakan sejenak program kerja 100 hari presiden yang tidak jelas keberhasilannya.

Sinetron ini juga mengorbitkan banyak artis pendatang baru dan kembalinya artis lama, dimana artis baru berusaha untuk menjadi “beken dengan selalu berbicara tanpa substansi, dan artis lama yang sudah mempunyai kesepakatan untuk menjawab “tidak tahu .

Sebagai orang awam yang menjadi penggemar dari sinetron skandal Century saya menjadi pusing, kenapa semakin tidak jelas arah dan tujuan serta pesannya. Kalo boleh sedikit mengeluh, saya muak. Ingin berhenti menontonnya namun iklan iklan di media cetak maupun televisi selalu menggoda untuk melihat kembali. Terkadang seperti menonton sepakbola, selalu gregetan ketika permainan terlalu berputar-putar dan bola tidak masuk ke gawang.

Sempat terlintas bagaimana nasib para nasabah? kenapa harus terbentuk pansus? Apakah ini kasus hukum ataukah hanya dagelan politik terbaru dari Wakil Rakyat Production House?

Pertanyaan itu mengganggu karena melihat yang menjadi korban adalah para nasabah, tapi kenapa tidak ada kalimat atau kata-kata yang menyinggung tentang nasib mereka, tapi Alhamdulillah baru hari ini sedikit menyinggung hal tersebut.

Kemudian pertanyaan selanjutnya adalah kenapa harus terbentuk pansus? Ada sedikit catatan saya tentang kepemimpinan dari tahun 2005 s.d. sekarang, bahwa ternyata para pimpinan kita sangat suka sekali membentuk tim-tim yang bagi saya tumpang tindih tanggungjawabnya. Sebagai contoh ketika dibentuk KPK, apakah dirasa polisi sudah tidak dapat mengungkap kasus korupsi? ataukah memang korupsi bukanlah sebuah pelanggaran hokum?

Hal ini saya hubungkan dengan Pansus Century, karena keputusan pengadilan sudah jelas bahwa bank Century telah berbuat salah dan wajib membayar hak para nasabah. Jadi sekarang apa tujuan dari dibentuknya pansus ini?

Melihat kerja pansus, saya tidak heran yang muncul dari hasil-hasil rapatnya bersifat politis, kalau tidak tentang impeachment Presiden, atau tentang goyangnya koalisi dan menguatnya oposisi.

Hal yang wajar, karena yang dikedepankan oleh pansus adalah hal-hal yang tidak substantive, tentang menggoyang pemerintah ataukah mempertahankan pemerintah. Jadi semakin tidak jelas kerja pansus ini untuk apa.

Melihat sekilas, tugas polisi serta KPK dalam kasus ini sebenarnya sudah cukup, tidak perlu ada pansus yang hingga sekarang belum jelas fungsinya untuk menyelesaikan sinetron ini. Selain mempertontonkan bagaimana carut marutnya Indonesia.

Apabila dperkenankan orang awam ini untuk berharap, maka sebenarnya ingin saya berharap agar :

  1. Bubarkan Pansus Century
  2. Berikan hak-hak para nasabah yang menjadi korban
  3. Serahkan kasus Century kepada KPK

Mungkin harapan orang awam ini hanyalah sebagai hiasan wacana belaka, tapi setidaknya ini adalah salah satu dari banyak kejenuhan rakyat Indonesia terhadap hal yang sedang terjadi.

Bagaimanakah nasib kita para rakyat Indonesia ketika sekarang melihat bagaimana negeri ini selalu saja menjadi permainan para artis-artis murahan yang mempunyai panggung bernama Dewan. Tertawa getir selalu terlihat di bibir. Tertawa karena melihat segala tingkah laku yang diperlihatkan artis artis tersebut dan getir karena tidak ada kejelasan untuk nasib negeri ini.

13.59 WIB 10022010 sambil menonton sinetron Skandal Century

Panji Bahari Noor Romadhon

(Ketua IMADIKLUS Nasional, Sekum HmI MPO Cab. Serang dan Kadiv. Pengembangan Jaringan Kresma Plus)

COMMENTS

WORDPRESS: 36
  • comment-avatar

    haduh kearah politik nih

  • comment-avatar

    Curhat….
    hahaha…

  • comment-avatar

    saya juga sudah muak, metode kualitatif tapi paradigma pake kuantitatif.. bikin lieur yang nonton, mending nonton ipin ma upin aja, betul..betul..betul….

  • comment-avatar

    saya juga sudah muak, metode kualitatif tapi paradigma pake kuantitatif.. bikin lieur yang nonton, mending nonton ipin ma upin aja, betul..betul..betul….

  • comment-avatar

    gak ah pak…hehehe…

  • comment-avatar

    gak ah pak…hehehe…

  • comment-avatar

    gak ah pak…hehehe…

  • comment-avatar

    gak ah pak…hehehe…

  • comment-avatar

    ya udah rapat HMI aja……

  • comment-avatar

    ya udah rapat HMI aja……

  • comment-avatar

    Hihihi….Ngambek bapaknya.,…Waduh,,,,

  • comment-avatar

    Hihihi….Ngambek bapaknya.,…Waduh,,,,

  • comment-avatar

    Hihihi….Ngambek bapaknya.,…Waduh,,,,

  • comment-avatar

    Hihihi….Ngambek bapaknya.,…Waduh,,,,

  • comment-avatar

    enggak, sapa tahu jadwalnya bersamaan…

  • comment-avatar

    enggak, sapa tahu jadwalnya bersamaan…

  • comment-avatar

    Nonton bisa sambil rapat pak…hee…Pak minta nama Pendidikan Luar Sekolah di Malaysia dan Brunei dong…

  • comment-avatar

    Nonton bisa sambil rapat pak…hee…Pak minta nama Pendidikan Luar Sekolah di Malaysia dan Brunei dong…

  • comment-avatar

    Nonton bisa sambil rapat pak…hee…Pak minta nama Pendidikan Luar Sekolah di Malaysia dan Brunei dong…

  • comment-avatar

    Nonton bisa sambil rapat pak…hee…Pak minta nama Pendidikan Luar Sekolah di Malaysia dan Brunei dong…

  • comment-avatar

    wah tidak tahu namanya apa disana…

  • comment-avatar

    wah tidak tahu namanya apa disana…

  • comment-avatar
  • comment-avatar
  • comment-avatar
  • comment-avatar

    Haduh…

  • comment-avatar

    kan suka aneh namanya, masa belajar di luar bilik sekul…

  • comment-avatar

    kan suka aneh namanya, masa belajar di luar bilik sekul…

  • comment-avatar

    Hahaha…Aya aya bae si Bapak mah…

  • comment-avatar

    Hahaha…Aya aya bae si Bapak mah…

  • comment-avatar

    Hahaha…Aya aya bae si Bapak mah…

  • comment-avatar

    Hahaha…Aya aya bae si Bapak mah…

  • comment-avatar

    pusing sih bahasanya, ni saya lagi ngedit jurnal temen dari malaysia, lieurnya gak ketulungan…….

  • comment-avatar

    pusing sih bahasanya, ni saya lagi ngedit jurnal temen dari malaysia, lieurnya gak ketulungan…….

  • comment-avatar
  • comment-avatar