Panggil Pengelola PLS

JENEPONTO, UPEKS Ketua Lembaga Pemberantasan Mafia Hukum (LPMH) Kabupaten Jeneponto, H Suardi, meminta kepada anggota DPRD Jeneponto agar segera meman...

DETIK-DETIK RAPAT KERJA NASIONAL (RAKERNAS) V IMADIKLUS
MEMIKIRKAN 2 MEI UNTUK BERBUAT

JENEPONTO, UPEKS Ketua Lembaga Pemberantasan Mafia Hukum (LPMH) Kabupaten Jeneponto, H Suardi, meminta kepada anggota DPRD Jeneponto agar segera memanggil pengelola kegiatan keaksaraan fungsional tahun 2009.
Pasalnya, sejak kasus Pendidikan Luar Sekolah (PLS) yang diduga fiktif dan merugikan negara Rp3,2 miliar muncul, berbagai polemik yang melibatkan para pengelola.
Seperti yang terjadi di Desa Langkura PKBM Turatea Jaya, yang dikelola oleh Sahabuddin Tompo. Menurut Suardi, sikap yang ditunjukkan Sahabuddin menantang anggota dewan terutama di komisi C untuk membeberkan bukti, patut di puji dan diacungi jempol. Hanya saja sangat disayangkan pernyataan Sahabuddin yang simpang siur.
Seperti yang diberitakan di edisi sebelumnya, Sahabuddin Tompo selaku pengelola PLS Paket B tahun 2009, mengeluarkan pernyataan yang menantang anggota dewan dalam membeberkan bukti terkait penyelewengan dana PLS di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Jeneponto.
Bahkan terkesan mencueki pemanggilan anggota DPRD komisi C pada hari Jumâ„¢at (8/10). Akibatnya, sorotan yang tidak menyejukkan oleh berbagai pihak terutama LSM LPMH beraksi. Saat ini, LPMH gencar mengungkap berbagai kasus di Bumi Turatea.
Suardi juga menambahkan bahwa LMPH akan melakukan investigasi terhadap kegiatan PLS yang diduga banyak fiktif. “Investigasi ini kita lakukan jangan sampai kelompok pengelola melakukan manipulasi data kembali, untuk mengaburkan bukti yang dikantongi oleh pihak kepolisian, ujarnya.
Sementara itu, Isnaad Ibrahim, salah seorang anggota DPRD Jeneponto yang ditemui Upeks beberapa waktu lalu, sangat menyayangkan pernyataan Sahabuddin yang mengatakan bahwa anggota dewan jangan hanya jago kandang. “Kita lihat nanti siapa yang jago, karena kasus ini kita sudah rekomendasikan dan ditangani oleh pihak kepolisian Jeneponto, kata Isnaad.

COMMENTS

WORDPRESS: 2