Perbukitan Menoreh yang ada di sisi barat Jogja menyuguhkan panorama alam yang luar biasa. Mulai dari sejuknya perbukitan yang senantiasa dirundung kabut di pagi dan sore hari, berpadu apik dengan berbagai air terjun yang mengalir dari sumber mata air alami. Ada juga hutan hijau, goa-goa, pedesaan dengan bangunan rendah khas pegunungan hingga kesenian tradisional yang sangat eksotis. Tak heran bila banyak wisatawan yang sedang berlibur di Kulon Progo menjatuhkan pilihan destinasi wisatanya pada salah satu wisata yang ada di perbukitan menoreh. Salah satu wisata di perbukitan Menoreh yang menyuguhkan berbagai suasana alam yang menarik adalah Goa Kiskendha.

Goa Kiskendha terletak di Desa Jatimulyo, Kabupaten Kulon Progo adalah wisata budaya yang merupakan situs arkeologi sekaligus religi. Dengan lahan seluas 6 Ha Goa Kiskendha memiliki berbagai keindahan alam yang dapat dinikmati, diantaranya adalah sungai yang mengalir di luar hingga masuk kedalam Goa, Taman yang membentang dan tentu saja wisata susur goa yang dihiasi stalagnit-stalagnit di dalamnya. Selain itu pada bagian luar dinding goa terdapat ukiran relief yang indah menceritakan potongan dari epos Ramayana yaitu kisah Sugriwa – Subali, sebuah kisah pertempuran yang pernah terjadi pada kerajaan Kiskendha yang juga dilengkapi dengan sebuah tarian kolosal pada hari-hari tertentu untuk memvisualisasikan kisah tersebut.

Sayangnya saat ini potensi yang dimiliki Goa Kiskendha kurang terkelola dengan baik. Tarian Kolosal yang seharusnya dipentaskan untuk menarik pengunjung dan melestarikan kisah serta budaya yang ada di Goa Kiskendha telah vakum selama kurang lebih satu tahun, hal ini dikarenakan untuk mementaskannya diperlukan persiapan yang panjang dan memakan biaya yang cukup mahal sehingga kelompok penari Jatimulyo menjadi tidak produktif.

Melihat permasalahan yang dihadapi oleh Wisata Goa Kiskendha tersebut mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yaitu Indah Nur Aini (Sastra Inggris), Alberic Kencana Adhi Pradana (Pendidikan Luar Sekolah) dan Irma Oktaviani (Sastra Inggris) yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) menyelenggarakan pelatihan tari berdasarkan kisah Sugriwa – Subali versi mini pada kelompok masyarakat sadar wisata Jatimulyo dan pelatihan bahasa Inggris serta pembuatan buku kisah Sugriwa Subali sebagai upaya pengembangan wisata Goa Kiskendha, Kulon Progo.

Indah Nur Aini selaku ketua Tim menjelaskan “Harapan kami, dengan diselenggarakannya pelatihan ini kelompok masyarakat sadar wisata Jatimulyo menadi lebih produktif. Rencananya Tari Sugriwa-Subali Versi mini ini akan dipentaskan per 3 bulan sekali pada acara Menoreh Tourism Festival Kulon Progo yang dilaksanakan secara bergilir pada lokasi wisata yang ada di perbukitan Menoreh selain itu tari ini juga akan rutin dipentaskan pada event Safaran yang ada di desa Jatimulyo itu sendiri. Sejauh ini tarian Sugriwa-Subali versi mini ini telah dipentaskan satu kali pada tanggal 21 Juni 2018 di Goa Kiskendha bersama dengan kesenian kesenian lainnya dalam acara Menoreh Tourism Festival 2018 yang dihadiri kurang lebih 3000 pengunjung. Sementara pelatihan bahasa Inggris dan pembuatan buku kisah Sugriwa-Subali bertujuan sebagai pendukung upaya pengembangan Wisata Goa Kiskendha”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here