PENDIDIKAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT PENDALUNGAN

PENDIDIKAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT PENDALUNGAN Oleh: Nanis Hairunisya Fakultas Ekonomi Universitas Panca Marga Probolinggo Abstrak Penelitia...

MEMIKIRKAN 2 MEI UNTUK BERBUAT
Bangga, Kreatif dan Ber’asa melalui IMADIKLUS INDONESIA

PENDIDIKAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT PENDALUNGAN

Oleh: Nanis Hairunisya

Fakultas Ekonomi Universitas Panca Marga Probolinggo

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan merekonstrusi nilai dan perilaku Masyarakat Pendalungan yang bisa dijadikan karakter pendidikan kewirausahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah grounded research, dengan tiga tahap pengumpulan data yaitu  untuk pendidikan karakter kewirausahaan. Pemaknaan penerapan budaya Pendalungan oleh pedagang ditunjukkan dengan sikap dan perilaku yang positif dan negative. Nilai dan perilaku positive yang ditemukan merupakan nilai asli budaya Indonesia yang bisa digunakan dalam pendidikan karakter kewirausahaan.

This study aims to exploration and got out from under the values, and behavior society Pendalungan that is to be entrepreneur character education. Research method that the use be grounded research. Data analysisis method that the uses be open, axial and selective coding. This research find meaning Pendalugan Culture for entrepreneur character education. The maning of application Pendalungan culture by merchantmen pointed out in attitude and behavior be positive and negative. The value and positive behavior be find it is a original value Indonesia culture that can the use in entrepreneur character education.

Kata-kata Kunci: Budaya Pendalungan, Perilaku, Pendidikan Karakter Kewirausahaan.

PENDAHULUAN

Kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja yang terjadi selama ini salah satu penyebabnya adalah karena pelaksanaan pendidikan mengabaikan eksistensi nilai. Pengabaian terhadap eksistensi nilai ini menyebabkan pelaksanaan pendidikan  menjadi tidak efektif dan kurang memberikan dampak yang signifikan terhadap hasil yang diinginkan. Hal ini terlihat pada kebiasaan, perilaku, nilai yang ada di dunia sekolah tidak sama dengan kebiasaan, perilaku, dan nilai yang ada di dunia kerja sehingga siswa/mahasiswa yang baru lulus merasa asing dengan nilai-nilai yang ada di dunia kerja. Salah satu bukti kesenjangan ini adalah masih dibutuhkan tiga bulan masa percobaan untuk bekerja bagi seorang sarjana selain itu masih banyak sarjana yang bekerja tidak sesuai bidangnya. Untuk itu diperlukan  penelitian dasar untuk menggali potensi nilai-nilai, sikap dan perilaku dari budaya asli yang dimiliki dan dipraktikkan oleh masyarakat Indonesia untuk diadopsi dalam dunia pendidikan . Lebih jauh peneliti menganggap ada persoalan nilai-nilai yang dipilih dan ada persoalan proses internalisasi nilai dalam pendidikan kewirausahaan di sekolah. Peneliti melihat bahwa pendidikan kewirausahaan yang ada sekarang kurang/tidak memperhatikan nilai-nilai budaya setempat sebagai akar dari budaya nasional.

Download File selengkapnya 17 halaman

[like-to-dl theme=”blue” url=”http://www.imadiklus.com/?dl_id=134″ like_url=”https://www.facebook.com/imadikluscom” message=”Klik like untuk download 17 halaman”]

COMMENTS

WORDPRESS: 1
  • comment-avatar
    Nanis Hairunisya 4 tahun

    semoga bisa jadi inspirasi bagi penulis yg lain