Pendidikan Luar Sekolah Pilihan Kedua, Mengapa?

0
Dibaca 198

Pendidikan Luar Sekolah Pilihan Kedua, Mengapa?. Saya diterima di PLS UNESA melalui jalur SNMPTN yang merupakan pilihan kedua saya. Pilihan pertama saya adalah PG-PAUD UNESA karena selain saran dari orang tua karena memang orang tua memiliki sebuah yayasan PAUD dan saya disuruh untuk meneruskannya, saya juga tertarik dengan kePAUDan karena berhubungan dengan anak kecil dan saya juga ingin mengerti bagaimana mendidik anak-anak yang berada pada masa-masa golden age.

Saya menempatkan PLS UNESA pada pilihan kedua merupakan sebuah ketidaksengajaan. Waktu itu saya lolos seleksi SNMPTN tingkat sekolah SMA saya. Kemudian sekolah saya membagikan sebuah angket kepada para siswa yang lolos SNMPTN tingkat sekolah untuk mengisikan jurusan dan universitas yang akan dimasuki.  Waktu itu tujuan saya hanya PG-PAUD UNESA dan PG PAUD UM (Universitas Negeri Malang), sementara di SNMPTN menyediakan 3 pilihan. Saya ingin mengisi semua pilihan tersebut, dan akhirnya saya mencari pilihan cadangan yang passing grade nya lebih rendah dari PG-PAUD UNESA untuk jaga-jaga. Kemudian saya mencari informasi apa saja jurusan yang tersedia di UNESA. Awalnya saya minat dengan Psikologi, tetapi passing grade nya lebih tinggi dan saya yakin peminatnya banyak sekali. Dan juga di sekolah saya ada yang memilih Psikologi UNESA yang nilainya lebih tinggi dari saya, otomatis peluang saya diterima sangat minim. Kemudian saya menemukan jurusan Pendidikan Luar Sekolah yang pada saat saya searching memang passing grade nya lebih rendah dari PG-PAUD. Sebenarnya saya juga tidak mengerti yang tertera di internet tersebut apakah datanya valid atau tidak, tapi saya yakin itu akan menjadi patokan saya untuk menempatkan pilihan pada SNMPTN. Awalnya saya tidak tahu sama sekali PLS itu apa, belajar tentang apa, kemudian saya mencoba mecari informasi tentang PLS di internet. Ternyata PLS jurusan yang seru menurut saya, karena dari informasi yang saya dapat PLS itu mendidik masyarakat dari berbagai kalangan dan usia. Dan menurut saya banyak peluang kerja untuk lulusan PLS. Itulah yang membuat saya yakin dan memantapkan hati untuk memilih PLS meskipun hanya pilihan cadangan. Tapi setidaknya ketika saya tidak diterima di PG-PAUD dan diterima di PLS saya tidak akan kecewa. Dan alhamdulillah saya lolos seleksi SNMPTN dan diterima di PLS UNESA. Jadi, tidak ada unsur terpaksa ketika saya menjadi mahasiswa jurusan PLS.

Saya memiliki banyak harapan ketika menjadi mahasiswa PLS UNESA. Saya berharap saya akan memiliki banyak pengalaman yang bermanfaat bagi diri saya dan juga orang lain. Saya ingin lebih mengeksplor diri saya agar dapat menjadi pribadi yang memiliki pengetahuan lebih luas mengenai pendidikan bagi masyarakat. Saya juga berharap agar saya bisa menjadi lebih percaya diri terhadap diri saya sendiri ataupun ketika berada di depan orang banyak. Saya berharap sekali bisa berkembang menjadi lebih baik ketika menjadi mahasiswa PLS.

Ketika sudah lulus dari PLS, saya berharap semoga ilmu yang sudah saya pelajari di PLS bermanfaat bagi diri saya sendiri dan juga orang lain. Saya ingin menjadi bagian dari orang-orang yang berjuang untuk meningkatkan kecerdasan bangsa. Saya berharap saya bisa dan mampu untuk membantu masyarakat di luar sana yang membutuhkan pendidikan. Karena masih banyak masyarakat yang terpinggirkan, terbelakang dan tertinggal di plosok-plosok Indonesia yang harus diperjuangkan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang sama seperti di kota-kota besar di Indonesia. Saya tidak terlalu berharap untuk bekerja di sebuah instansi pemerintah (Kedinasan), karena ilmu saya dari PLS akan saya dedikasikan untuk mengabdi pada masyarakat. Semoga apa yang saya harapkan dan cita-citakan dapat terwujud.

 

Penulis

Hajar Safira Nahdliya
PLS UNESA 2017
email: safiranahdliya@gmail.com

Tinggalkan Balasan