Pendidikan Untuk Penduduk Pulau Terpencil dan Kasus Pendidikan di Pulau Mursala

4
Dibaca 40.289

PENDIDIKAN UNTUK PENDUDUK DI PULAU TERPENCIL

Kasus: Pendidikan Di Pulau Mursala

Oleh Dian Nur A.
Jurusan Pendidikan Luar Sekolah
Universitas Negeri Malang

  1. A.       Karakteristik Secara Umum
    1. 1.           Karakteristik Pendidikan di Pulau Terpencil

Wilayah Indonesia yang luas dan terdiri atas ribuan pulau serta beragamnya kekayaan adat yang dimiliki beserta suku-suku di dalamnya membuat sebagian warga tersebut tidak dapat menikmati proses pendidikan dan fasilitas lainnya yang diberikan oleh pemerintah kepada anak bangsa. Harus diakui juga bahwa faktor sarana dan prasarana penghubung seperti jalan, jembatan dan lain sebagainya memberikan pengaruh terhadap kurangnya akses yang dapat dirasakan oleh penduduk di daerah terpencil.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Investasi di bidang pendidikan tidak saja berfaedah bagi perorangan, tetapi juga bagi komunitas bisnis dan masyarakat umum. Pencapaian pendidikan pada semua level niscaya akan meningkatkan pendapatan dan produktivitas masyarakat.

Pendidikan tinggi harus berperan dalam mendorong daya saing tenaga kerja Indonesia. Sayang pendidikan tinggi di Indonesia semakin sulit diakses oleh sebagian masyarakat terutama penduduk pedesaan atau penduduk daerah terpencil. Ini yang menjadi penghambat bagi ketersediaan tenaga kerja terdidik. Indonesia yang merupakan benua maritim, yang merupakan kawasan laut, yang ditebari pulau-pulau membawa masalah tersendiri dalam menyediakan pendidikan yang mudah diakses oleh semua.

Hambatan geografis menjadi persoalan dalam penyediaan layanan pendidikan yang bermutu di seluruh Indonesia. Pendidikan adalah kekuatan pendorong bagi pembangunan sosial dan ekonomi di setiap negara (Cholin, 2005; Mehta and Kalra, 2006 dalam Hattangdi and Gosh). Oleh karenanya, sangatlah penting untuk menemukan cara-cara baru untuk menyediakan pendidikan yang bermutu, mudah diakses, dan terjangkau bagi semuanya. Melalui pendidikan dapat dilakukan suatu proses sosial dalam masyarakat untuk menuju pada peningkatan kualitas hidup yang mencakup semakin meningkatnya equality, kebebasan, dan kemampuan mengendalikanlingkungan. Melalui pendidikan dapat ditingkatkan kualitas kesehatan dan intelektualtiasindividu sehingga mereka daya saingnya semakin meningkat pula.

Tiga tantangan besar pendidikan di Indonesia adalah akses pendidikan bagi semua orang, kualitas pendidikan yang belum merata, dan alokasi anggaran dan keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Sementara dunia sekarang sedang menuju ke masyarakat informasi yang ditandai dengan munculnya pembelajar seumur hidup. Masyarakat dapat mengakses pengetahuan melalui teknologi informasi dan komunikasi agar tetap dapat mengikuti laju perke mbangan pengetahuan termutakhir (Plomp, Pelgrum & Law, 2008).

Dalam masyarakat informatika, pendidikan memegang peran yang semakin penting dalam kemajuan ekonomi suatu Negara. Pendidikan tidak hanya meningkatkan productive skill individual tapi juga menjadikan orang memiliki kekuatan. Pendidikan memberikan kepada mereka rasa percaya diri dan kemampuan untuk menyerap pikiran-pikiran baru, meningkatkan derajat interaksi sosial, memberi akses bagi peningkatan kualitas kesehatan dan memberikan banyak keuntungan yang bersifat intangible (Kozma, 2005). Oleh karena itu perlu dipikirkan strategi pengembangan pendidikan untuk daerah tertinggal dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang ada saat ini.

  1. 2.           Karakteristik Penduduk di Pulau Terpencil

Dalam Surat Keputusan Presiden No. 111 tahun 1999 disebutkan bahwa Pengertian Komunitas Adat Terpencil adalah kelompok sosial budaya yang bersifat lokal dan terpencar serta kurang atau belum terlibat dalam jaringan dan pelayanan baik sosial, ekonomi maupun politik. Berdasarkan pengertian tersebut, maka kelompok masyarakat tertentu dapat dikategorikan sebagai Komunitas Adat Terpencil jika terdapat kriteria-kriteria umum yang berlaku universal sebagai berikut: berbentuk komunitas kecil, tertutup dan homogen; pranata sosial bertumpu pada hubungan kekerabatan; pada umumnya terpencil secara geografis dan relatif sulit dijangkau; pada umumnya masih hidup dengan sistem ekonomi sub sistem; peralatan teknologinya sederhana; ketergantungan pada lingkungan hidup dan sumber daya alam setempat relatif tinggi; terbatasnya akses pelayanan sosial, ekonomi, dan politik.

Dengan demikian maka berdasarkan kriteria tersebut Komunitas Adat Terpencil dapat dikelompokkan berdasarkan habitat dan atau lokalitas sebagai berikut: dataran tinggi/pegunungan; dataran rendah; daerah rawa; daerah pantai/laut; daerah pasca/rawan konflik; daerah perbatasan; kawasan industri; daerah rawan bencana; dan wilayah pemekaran.

Daftar Pustaka

Katy Gardner & David Lewis, Antropologi, Pembangunan dan Tantangan Pasca Modern “ terjemahan Yosef Maria Florisan “ Cet. I “ Maumere: Penerbit Ledalero, 2005.

Drs. Sanapiah Saleh, Pendidikan Luar Sekolah di dalam Sistem Pendidikan dan Pembangunan Nasional, Penerbit Usaha Nasional, 1981

http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=21024:tuntaskan-buta-aksara-sampai-ke-desa-terpencil&catid=121:artikel&Itemid=159

http://niasonline.net/2008/06/04/kepulauan-nias-konsekuensi-sebuah-ketidakstabilan-dan-ketidakpastian-kondisi-alam-bagian-iii-2/

http://bakkara.blogspot.com/2006_05_01_archive.html

http://afwannst.wordpress.com/category/berita-tapteng/page/2/

http://regional.coremap.or.id/downloads/BME_Sosek_Jago2-Batam2007.pdf

http://jalanwisatadiindo.blogspot.com/2008/11/indahnya-lombok.html

http://forum.infoanda.com/viewtopic.php?f=3&t=15421&view=previous

http://dkp.go.id

http://www.jurnalnet.com/konten.php?nama=BeritaUtama&topik=5&id=864

http://beritasore.com/2008/12/18/pangdam-pengamanan-pulau-terpencil-tetap-dilaksanakan/

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=10247

http://ansel-boto.blogspot.com/2007/11/kemiskinan-informasi-yang.html

http://nias.surveilans-respon.org/profil-kesehatan/

http://serdangbedagaikab.go.id/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=875&Itemid=1

http://batampos.co.id/Mingguan/Cakap/Drs_H_Daria,_Bupati_Lingga.html

http://202.146.5.33/kompas-cetak/0709/07/daerah/3818789.htm

http://pendidikankita.com/?content=tokoh_detail&idb=37

http://bintanglaut.wordpress.com/category/pendidikan/

http://prasetijo.wordpress.com/2009/01/09/paradigma-pemerintah-dari-masyarakat-terasing-ke-komunitas-adat-terpencil/

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here