Pengaruh Komik Porno Terhadap Perilaku Menyimpang Anak Sekolah Dasar

Pengaruh Komik Porno Terhadap Perilaku Menyimpang Anak Sekolah Dasar

Oleh 

Nadya Cahayani
PLS-UM

 

Dunia anak memang dunia yang identik dengan dunia tanpa batas, dunia angan, yang mempunyai daya khayal tinggi. Perilaku belajar khas seorang anak dapat disederhanakan dalam proses melihat, merekam, dan meniru semua dalam konteks permainan dan hiburan. Di ungkapkan oleh psikolog Seto Mulyadi bahwa anak usia limahingga sepuluh sesungguhnya adalah tahap kepatuhan anak pada apa-apa yang dikatakan orang tanpa mengerti alasannya [1]. Untuk itu mereka membutuhkan media komunikasi dalam bentuk apapun yang bisa menghibur mereka termasuk komik.

Komik merupakan cerita rangkaian gambar yang terpisah-pisah, tetapi berkaitan dengan isi ceritanya, dapat dilengkapi dengan maupun tanpa naskah. Definisi komik menurut Scott Mc Cloud menulis buku Understanding comics komik sebagai kata benda, menurutnya adalah adalah gambar-gambar serta lambang-lambang yang tertujukstaposisi (berdekatan/bersebelahan) informasi dan atau mencapai tanggapan estetis dari pembacanya[2].

Komik merupakan karya seni yang khas dengan menggabungkan seni menggambar, seni bercerita, dan seni tulis.  Bahkan disebut-sebut komik sebagai  “pintu masuk“ untuk kesenangan anak membaca.. Pesan yang disampaikan mudah dicerna anak. Satu aspek yang penting di sebuah komik adalah penggambaran tokohnya. Kekuatan gambar menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak . Imajinasi mereka  muncul saat melihat gambar dan membaca naskahnya. Penggambaran dalam bentuk gambar dan tulisan itu merupakan tuangan ide pengarang untuk menunjukkan mana tokoh utama dan mana tokoh penunjang, mana yang berperan protagonis dan peran antagonis, atau bahkan tokoh digambarkan memiliki dua sifat tersebut.

Pesan yang disampaikan komik sangat mudah dicerna, sehingga harus ada kontrol atau pendampingan pada setiap orang tua pada anaknya. Karena apa yang terkandung didalam komik belum tentu pasti aman dari hal-hal negatif. Selain komik yang berisi cerita positif, ada juga yang memanfaatkan komik untuk menyebarkan cerita negatif seperti pornografi. Salah satu contoh jenis komik pornografi yang terkenal adalah cerita Hentai. Didalam komik tersebut, mengekplorasi berbagai hal yang berbau seksual dengan visualisai cerita komik.

 Maraknya buku-buku asing di kalangan anak-anak merupakan dampak dari era globalisasi, Era globalisasi telah membuat kehidupan mengalami perubahan yang signifikan, bahkan terjadi degradasi moral dan sosial budaya yang cenderung kepada pola-pola perilaku menyimpang.

Hal ini sebagai dampak pengadopsian budaya luar secara berlebihan dan tak terkendali oleh sebagian remaja dan anak-anak. Persepsi budaya luar ditelan mentah-mentah tanpa mengenal lebih jauh nilai-nilai budaya luar secara arif dan bertanggung jawab[3].

Bagi anak-anak di bawah umur, masalah pornografi dapat mengaktifkan jaringan seks terlalu dini. Menurut psikolog Elly Risman (Pimpinan Yayasan Kita dan Buah Hati)

“Setelah mengkonsumsi pornografi anak-anak dan remaja secara perlahan-lahanakan terbangun perpustakaan porno diotaknya. Perpustkaan inilah yang setiap saat bisa diakses anak-anak. Makin lama makin tidak dapat lagi dirubuhkan. Karena itu banyak ahli berpendapat, kecanduan pornografi lebih ber bahaya daripada kecanduan narkoba. Karena tidak ada program yang ampuh menyembuhkannya. Bagi mereka yang sudah terkena racun pornografi (visual crack cocain/erototoxin), semua yang ada angannya dan dikepalanya adalah hal-hal          yang berbau porno”[4]

 

Jika tidak dikontrol dan diawasi, hal tersebut dapat memicu timbulnya masalah sosial, dimana tercipta situasi yang kurang dalam masyarakat. Contohnya ribuan anak-anak yang seharusnya riang gembira meniti masa muda dengan seabreg prestasi, kini mebelenggukan diri kepada pencuri masa depan di balik dinginnya tembok LP Anak. Kasus pemerkosaan yang dilaporkan kepada Polres Jakarta Timur misalnya juga meningkat 300% dalam kurun waktu 2002-2003. Menurut data Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (sebagaimana yang di kutip kabareskrim Polri Makbul Padmanegara 2006 ) 75% pelaku perkosaan mengakui perbuatannya dilakukan setelah menonton film porno.[5]

Problematika pengaruh komik pornografi terhadap perilaku menyimpang anak sangat menarik untuk dikaji karena komik dianggap sebagai media yang ampuh untuk menyampaikan nilai-nilai suatu informasi dan pengetahuan bagi pembacanya khususnya anak-anak. Gambar-gambar yang menarik serta mudah diserap oleh anak, membuat komik ini menjadi pilihan anak utnuk kesenangan anak membaca. Namun tidak semua komik yang dibaca oleh anak itu baik, ada unsur-unsur pornografi yang terkandung dalam isi komik itu sendiri. Berdasarkan latar belakang diatas penlis merumuskan masalah sebagai berikut; (1) factor-faktor apa saja yang menjadi pengaruh dalam perilaku menyimpang serta dampak yang akan terjadi, (2) kurang selektifitas dan kesadaran orang tua terhadap buku bacaan anak. (3) kurang adanya control/ pengawas dari orang tua, lingkumgan masyarakat, tentang pengaruh dari komik porno.

Adapun tujuan dari penlisan karya ilmiah ini yaitu; (1)Untuk mkurang adanya engetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan perilaku menyimpang pada anak serta dampaknya dari perilaku menyimpang. (2)Untuk memberikan gambaran tentang pentingnya keselektifan orang tua dalam memilih buku bacaan yang diberikan untuk anak-anak mereka. (3)Untuk memberikan gambaran kepada orang tua serta lingkungan masyarakat tentang perkembangan media yang mempengaruhi  (komik porno) serta dampaknya.

NB. Silahkan Copy Paste atau baca dan tinggalkan komentar anda tentang tulisan ini di bawah.
Isi Lengkap silahkan buka disini Pengaruh Komik Porno Terhadap Perilaku Menyimpang Anak Sekolah Dasar

Terimakasih.


Loading...

Leave a Comment

  • 10697323_802774583098010_7318506738031481139_o