Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Bidang Pendidikan

Asas Pendidikan dan Kebijakan Pendidikan Sebelum membahas kaidah dari asas pendidikan tersebut maka perlu adanya suatu penerangan akan arti asas pendi...

Pekik Salamku, A Luta Continua!!! 1964 PLS
Upgrading Hima PLS Universitas Negeri Yogyakarta 2017

Asas Pendidikan dan Kebijakan Pendidikan

Sebelum membahas kaidah dari asas pendidikan tersebut maka perlu adanya suatu penerangan akan arti asas pendidikan itu sendiri. Asas pendidikan merupakan landasan atau dasar dalam melaksanakan kegiatan pendidikan. Negara Indonesia saat ini menganut dua asas pendidikan yaitu : (1) asas Tut Wuri Handayani, (2) asas pendidikan sepanjang hayat (life long learning) yang dari kedua unsur ini sampai saat ini masih menjadi landasan pergerakan sektor pendidikan di Indonesia. Tut Wuri Handayani dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara yang bermakna bahwa seorang pendidik hanya sebagai “pengikut” atau mengawasi dari belakang serta memberikan dorongan- dorongan pada peserta didik agar terwujudnya tujuan dari pendidikan tersebut. Hal ini dilakukan agar peserta didik mampu bergerak sesuai dengan kreasi serta ekspresi yang dimiliki, jadi selain terwujudnya tujuan pendidikan peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar saat menjalani proses pendidikan tersebut. Asas yang kedua yaitu asas pendidikan sepanjang hayat (life long learning) yang bermakna bahwa manusia mempunyai peluang yang sama untuk memperoleh atau meningkatkan kecerdasan, wawasan, dan nilai hidup yang terwadahi dalam lingkup pendidikan. Pendidikan yang dimaksud disini yaitu pendidikan yang tidak mengenal ruang dan waktu sehingga tidak ada kata terlambat untuk melakukan proses pendidikan.

Realitas yang terjadi saat ini bahwa pendidikan nasional sedang dilanda krisis yang dikarenakan rendahnya kualitas luaran atau output pendidikan itu sendiri. Sempitnya ruang gerak lulusan serta masih banyaknya praktek- praktek kegiatan dari pihak penguasa yang masih belum dapat memegang arti sebuah pendidikan itu sendiri. Maka dari itulah perlunya pembenahan secara fundamental terlebih dahulu dengan membuat, memahami dan meresapi suatu kebijakan- kebijakan yang nantinya dapat membentuk masyarakat yang demokratis, damai dan sejahterah.

Kebijakan pendidikan tertuang dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 1— 5 yang berbunyi: (1) setiap warga Negara wajib mendapat pendidikan, (2) setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayai, (3) pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang, (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dari belanja Negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional, (5) pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan tehnologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Dalam Sistem Pendidikan Nasional UU No.2/1989, Pendidikan Nasional adalah usaha sadar yang memungkinkan Indonesia mempertahankan kelangsungan hidupnya dan mengembangkan dirinya secara terus-menerus dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pada GBHN 1999— 2004 Dapat diketahui bahwa visi pembangunan pendidikan nasional ialah “(1) khususnya dalam bidang pendidikan dinyatakan bahwa pendidikan bermakna diperlukan bagi pengembangan pribadi dan watak bagi hidup kebersamaan dan toleransi, (2) kita memerlukan membangun suatu masyarakat yang demokratis, damai, berkeadilan dan berdaya saing” ( Tilaar, H.A.R, 2002: 67). Diketahui bahwa misi pendidikan nasional ialah “menciptakan suatu sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu, dalam rangka mengembangkan kualitas sumber daya manusia” ( Tilaar, H.A.R, 2002: 67). Visi dan misi yang telah dijadikan patokan tersebut dapat terlihat bahwa unsur pembangunan nasional dipusatkan pada pengembangan sumber daya manusianya karena sumber daya manusia inilah yang nantinya dapat menjadi poros pergerakan bangsa Indonesia.

 Hubungan Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Pendidikan

Pada dasarnya suatu pendidikan dikatakan berhasil apabila sudah sesuai dengan landasan atau dasar pembentukan tujuan pendidikan yang telah diatur oleh suatu negara. Negara Indonesia memiliki lima landasan pendidikan yaitu : (1) landasan filosofis pendidikan, (2) landasan sosiologis pendidikan, (3) landasan kultural pendidikan, (4) landasan psikologis pendidikan, (5) landasan ilmiah dan teknologi. Landasan inilah yang menjadi acuan dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia, namun pada realitas yang ada saat ini bahwa sebagian masyarakat Indonesia masih berpendidikan rendah dan hal inilah yang membuat dampak negatif terlambatnya pergerakan maju Negara Indonesia mengingat pendidikan merupakan unsur fundamental dalam hal pemajuan suatu negara. “Artinya, jika mutu pendidikan ingin mencapai tingkat pencapaian terbaik maka sumber daya manusiapun harus ditingkatkan. Tentu saja meningkatkan mutu sumber daya manusia harus melalui proses pendidikan pula, bukan secara tiba-tiba” ( Dani, Setiadwi. 2011 (Online).

DAFTAR RUJUKAN

Tilaar, H.A.R. 2002. Membenahi Pendidikan Nasional. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Dani, Setiadwi. 2011. Perlunya Peningkatan (Sumber Daya Manusia) di Bidang Pendidikan untuk Kehidupan (dan Kebudayaan).(Online). http://setiadwidani.blogdetik.com/2011/03/30/perlunya-peningkatan-sumber-daya-manusia-di-bidang-pendidikan-untuk-kehidupan-dan-kebudayaan-yang-lebih-baik/, diakses pada tanggal 28- Januari-2015, 20:10

Abraham. 2012. Problematika Pendidikan di Indonesia. (Online). https://abraham4544.wordpress.com/umum/problematika-pendidikan-di-indonesia/, diakses pada tanggal 28- Januari-2015, 21:46

Oleh : Ario Pramono | PLS Universitas Negeri Malang’2013

COMMENTS

WORDPRESS: 1
  • comment-avatar

    Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai ekonomi. Ekonomi merupakan suatu ilmu yang sangat penting untuk dipelajari untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari. Saya memiliki beberapa tulisan sejenis mengenai ekonomi yang dapat dilihat di http://www.ejournal.gunadarma.ac.id