Pengkajian (Keadaan) Desa

1. Pengertian Pengkajian keadaan desa adalah kegiatan penelitian tentang aspek-aspek kehidupan masyarakat yang dilakukan oleh masyarakat sendiri denga...

Pendataan Nasional Mahasiswa Baru PLS/PNF 2016
Terus Berkarya, Jangan Berharap Pada Negara

1. Pengertian

Pengkajian keadaan desa adalah kegiatan penelitian tentang aspek-aspek kehidupan masyarakat yang dilakukan oleh masyarakat sendiri dengan dipandu (difasilitasi) oleh para petugas lembaga pengembang program. Aspek-aspek kehidupan masyarakat yang ‘diteliti’ atau ‘dikaji’ tergantung kepada kebutuhan. Aspek-aspek secara umum meliputi :

  • Perekonomian masyarakat (mata pencaharian baik pertanian maupun bukan pertanian polonal sumber daya alam dan sumber daya manusia, dan sebagainya)
  • Kehidupan sosial-budaya masyarakat (adat istiadat,agama,orgamisasi masyarakat)
  • Pendidikan,kesehatan
  • Kehidupan politik (pandangan politik masyarakat) dan sebagainya

Hasil dari ‘penelitian’ atau ‘pengkajian’ ini adalah :

  • Sejumlah informasi tentang keadaan atau kondisi berbagai aspek kehidupan desa
  • Sejumlah masalah dan kebutuhan yang diungkapkan oleh masyarakat sendiri
  • Sejumlah potensi lokal yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya pengembangan kegiatan masyarakat

2. Tujuan :

Tujuan utamanya adalah memfasilitasi masyarakat desa untuk memahami keadaannya sendiri dan lingkungannya, sehingga terselenggara proses masyarakat menjadi ‘peneliti’ bagi pengembangan kegiatannya sendiri. Proses ini diharapkan sebagai proses pembelajaran untuk penguatan kemampuan analisis masyarakat.

3. Manfaat Pengkajian Keadaan Desa

Manfaat untuk Perencanaan Kegiatan

a. Bagi “orang dalam’ (masyarakat)

Kegiatan ini menimbulkan proses belajar dan ‘penyadaran’ tentang berbagai keadaan kehidupan dan lingkungan yang mereka hadapi. Penyadaran ini menimbulkan renungan untuk mencari jalan keluar dari keadaan-keadaan yang dianggap mengganggu.

 b. Bagi ‘orang luar’ (lembaga pengembang program)

  • Kegiatan ini merupakan proses belajar dan ‘penyandaran’ dalam memahai keadaan masyarakat, serta cara pandang dan nilai-nilai masyarakat yang mempengaruhi kehidupan mereka sendiri.
  • Proses ini akan menimbulkan dukungan masyarakat terhadap program yang didampinginya, apabila benar-benar berdasarkan kebutuhan-kebutuhab masyarakat, serta progra kemudian dikembangkan oleh masyarakat sendiri.

 Manfaat untuk Evaluasi Kegiatan

Bagi masyarakat :

  • Kegiatan ini menimbulkan ‘penyandaran’ tentang berbagai hal yang mempengaruhi upaya mereka untuk meningkatkan taraf hidupnya. Apabila masyarakat telah memiliki kemampuan, kegiatan-kegiatan lanjutan untuk meningkatkan kehidupan mereka, akan tetap berjalan.

Bagi orang luar (lembaga pengembang program) :

  • Hasil kegiatan ini bisa dijadikan bahan laporan pertanggungjawaban program kepada lembaga penyandang dana serta acuan perluasan program baik di desa yang bersangkutn maupun di desa lain.

 4. Alat-alat Pengkajian Keadaan Desa

Alat-alat untuk melakukan kajian desa disebut Teknik-teknik PRA. Teknik-teknik PRA lebih banyak digunakan untuk mengkaji keadaan desa dengan tujuan penyusunan Rencana Kegiatan. Tidak semua teknik PRA ini dipergunakan untuk melakukan kegiatan kajian keadaan masyarakat karena pengumpulan informasi ini sebaiknya sesuai dengan prinsip PRA yaitu hasil yang optimal.

Kajian keadaan atau kondisi desa dilakukan sesuai dnegan kebutuhan dalam Daur Program. Bagian di bawah ini memperlihatkan secara garis besar Proses Umum Penerapan PRA untuk penjajaga kebutuhan dan perencanaan program yang terdiri dari tahap-tahap :

  1. Persiapan kajian desa
  2. Pelaksanaan kajian desa
  3. Penyusunan rencana kegiatan
  4. Penulisan laporan
  5. Evaluasi penerapan PRA
  6. Tindak lanjut penerapan PRA

 5. Persiapan Pengkajian Desa

               Berdasarkan pengalaman di KPDTNT atau di luar KPDTNT, seringkali penerapan PRA program, bukan untuk memulai proncanaan ulang dilakukan untuk perencanaan program dari awal karena lembaga tersebut pada awalnya tidak menerapkan pengembangan program dengan Metode PRA, tetapi kemudian ingin mengembangkan program yang telah ada melalui suatu kegiatan pengkajian kebutuhan masyarakat. Pada dasarnya, agar memperoleh hasil yang optimal dan memperkecil risiko kegagalan, serta mempermudah pelaksanaan di lapangan, setiap kegiatan PRA membutuhkan persiapan yang baik.

6. Pelaksanan Pengkajian Desa

Pelaksanaan pengkajian desa berlangsung tidak lama setelah persiapan selesai dilakukan. Desain PRA atau rancangan kajian PRA dijadikan sebagai acuan serta tim PRA bertugas memfasilitasi proses diskusi masyarakat dengan menggunakan teknik- teknik PRA. Tim PRA tidak menetapakan target waktu karena bisa jadi masyarakatnya sedang terjadi musibah kematian atau yang lain sebagainya. Proses pengkajian desa ini biasanya berlangsung selama 1-2 hari sosialisasi atau pendekatan dan persiapan teknis, dan 4-5 hari untuk proses diskusi, sehingga pelaksanaaan kajian berlangsung sekitar seminggu. Selanjutnya akan ada langkah- langkah pengkajian desa yakni :

a. Kedatangan Tim PRA ke Lokasi

Tim PRA terdiri dari orang luar maupun anggota masyarakat. Tim PRA berasal dari lembaga pengembangan program dan narasumber dari lembaga mitra, datang ke lokasi pada waktu yang telah disepakati untuk bertemu dengan tim PRA yang berasal dari anggota masyarakat. Tim PRA akan mempersiapkan kembali segala sesuatu yang masih kurang untuk pelaksanaan kegiatan kajian desa bersama masyarakat.

Kedatangan Tim PRA ke Lokasi Berdasarkan pengalaman di KPDTNT, penerimaan tim PRA apabila berjumlah cukup bnayak atau sekitar 12-15 orang atau bahkan lebih akan diterima langsung dan secara formal oleh tokoh masyatakat. Mereka juga dengan sendirinya mengajak masyarakat untuk berkumpul untuk menerima kedatangan tim PRA. Kesempatan ini sangat dimanfaatkan untuk membahas maksud dan tujuan penerapan PRA atau kegiatan kajian desa. Selain itu tim Pra haus memberikan gambaran proses yang akan dilakukan  serta fasilitas agar masyarakat mengajukan pertanyaan- pertanyaan tentang kegiatan itu agar masyarakat bisa terlibat dalam kegiatan serta memahami tujuan dan manfaat yang ada didalam kegitan itu. Kesempatan itu juga dapat digunakan untuk membahas jadwal pertemuan dengan masyarakat yang dimana jadwal tersebut disesuaikan dengan masyarakat.

b. Peleburan (sosialisasi) Ulang

Setelah tim PRA melakukan pendektan- pendekatan kepada masyarakat selama proses persiapan sebelumnya. Namun masih perlu digunakan pendekatan kepada masyarakat agar mereka mengetahui bahwa rencana kedatangan yang dahulu disampaikan sekarang dilaksanakan. Selanjutnua tim PRA berusaha melebur menjadi bagian dari masyarakat itu. Selama 1-2 hari petama kegiatan yang dilakukan adalah memperkenalkan diri kepada kalangan masyarakat, menyampaikan ajakan kepada masyarakat yang belum mengetahui kegiatan itu untuk mengikuti kajian desa bersama masyarakat yang lainnya.

Tim PRA tinggal dirumah penduduk, yang jumlahnya sekitar 2-3 orang dalam satu rumah. Selama tinggal di rumah penduduk tim PRA membantu keluarga yang ditempatinya untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Dengan begitu penduduk akan merasa gembira, sehingga tim PRA diundang bergilir untuk menempati rumah-rumah yang lain.

c. Pengumuplan Informasi

Kegiatan PRA dilakukan dengan teknik- teknik PRA yakni pertemuan pertama dilakukan dalam suatu pertemuan dengan masyarakat disuatu tempat yang telah disepakati. Kemudian tim PRA menyampaikan proses diskusi pertama yang akan dilakukan. Kegiatan pengumpulan ini direncanakan sejumlah hari, berikut adalah proses pelaksanaan yang bisa dilakukan dilingkungan KPDTNT:

d. Mengawali Diskusi dengan Masyarakat

Pada  diskusi  pertama agak sulit bagi masyarakat untuk mengajukan usulan topic kajian. Biasanya pemandu atau Tim PRA kemudian mengusulkan satu topik kajian desa yang paling umum, kajian yang seringkali digunakan untuk memulai proses diskusi dengan masyarakat.

e. Menetapkan Teknik yang Digunakan

Bagaimanapun, penguasaan metode dan teknik – teknik PRA dimiliki oleh Tim PRA bukan oleh masyarakat. Karena itu, pemilihan teknik PRA yang digunakan difasilitasi oleh Tim PRA. Tim PRA bisa memperkenalkan teknik – teknik PRA itu dengan cara dan bahasa sederhana kepada masyarakat, yaitu :

  • Apa itu teknik pemetaan, alur sejarah, bagan kelembagaan, penelusuran lokasi ( transek) dsb ( istilah – istilah sebaiknya diganti dengan bahasa yang lebih sederhana )
  • Bagaimana teknik – teknik itu dipergunakan untuk mengkaji suatu informasi

Dengan penjelasan seperti diatas, masyarakat diharapkan dapat juga memperkirakan teknik apa yang kemudian ( selanjutnya ) akan dipergunakan.

f. Menetapkan Fokus Informasi

Setelah diskusi pertama, biasanya muncul sejumlah informasi yang di anggap penting. Pemandu oleh Tim PRA memfasilitasi masyarakat untuk memilih topik bahasan berikutnya. Proses pemilihan informasi berikutnya selalu berasal dari gagasan – gagasan masyarakat. Sedangkan teknik – teknik kajian atau teknik – teknik PRA berikutnya disesuaikan dengan topik yang akan didiskusikan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan menetapkan topik – topik kajian berikutnya agar informasi semakin dalam dan fokus pada sejumlah informasi terpenting adalah :

  • Informasi yang dikaji setiap teknik selalu saling melengkapi
  • Menghubungkan informasi yang diperoleh setiap teknik

Proses pengkajian keadaan desa dengan masyarakat, digambarkan sebagai piramida terbalik.

Oleh
Gita Amanda dan Kelompok 6
dalam MK.analisis kebutuhan dan sumber belajar (rangkuman materi kuliah)
PLS UNESA

COMMENTS

WORDPRESS: 0