Peningkatan Pendapatan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu melalui Pemanfaatan Bunga Mawar Sebagai Bahan Baku Pembuatan Minyak “Aromatherapy”

0
Dibaca 964

Peningkatan Pendapatan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu melalui Pemanfaatan Bunga Mawar Sebagai Bahan Baku Pembuatan Minyak “Aromatherapy”

Oleh:
Lela Monika Sari (140141604270-2014)
Avina Zifri Avianti (140141600593-2014)
Dina Hamdani (140141606275-2014)
M.Ilham Nurhakim (140141601559-2014)
Ririh Ayuningtyas (140141603857-2014)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2016

Latar Belakang

Letak geografis suatu desa akan menentukan berkembangnya suatu masyarakat. Masyarakat yang sejahtera dipandang sebagai masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi yang tinggi. Kesulitan yang biasa dihadapi adalah dalam mengolah sumber daya alam, karena melalui sumber daya alam yang dimiliki dapat menunjang kehidupan apabila dimanfaatkan secara maksimal. Aspek ekonomi memang tidak akan pernah lepas dari sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu daerah di ibaratkan kunci utama untuk meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih layak dengan terpenuhinya aspek-aspek kebutuhan.

Potensi yang dimiliki suatu daerah memang menjadi tolak ukur dalam tingkat perekonomian masyarakat. Apabila dikelola dengan baik oleh masyarakat, akan menjadikan sumber pendapatan yang melimpah. Tetapi apabila sumberdaya tersebut belum bisa di optimalkan sebaik mungkin, maka belum dapat mensejahterakan masyarakat. Di Desa Sidomulyo, kami melihat potensi sumber daya alam yang ada sangat luar biasa, potensi tersebut adalah potensi bunga mawar, namun masyarakat belum dapat mengoptimalkan karena masyarakat tidak tahu cara memanfaatkanya. Di Desa Sidomulyo sendiri, rata-rata petani mempunyai luas lahan minimal 200-400 m2 ini merupakan salah satu potensi lahan yang baik untuk dimanfaatkan untuk menanam apalagi daerah batu yang terkenal akan pertanianya.

Disamping itu, sumber daya alam yang begitu melimpah ini belumlah membuat petani di Desa Sidomulyo meningkatkan daya jual bunga mawar. Menurut data dari ketua GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani). Desa Sidomulyo mempunyai 15 kelompok tani yang mengelola lahan pertanian, tiap lahan dikelola oleh individu. Dimana dari kelompok itu tergabung dalam GAPOKTAN desa. Dalam 1 petak lahan, petani mampu menanam sebanyak 2500 bunga dan siap jual. Bunga yang siap jual biasanya kisaran usia 3-4 bulan yang sudah tumbuh kira-kira 40 cm. Bunga di Desa Sidomulyo biasanya dijual dengan kisaran harga Rp.2000-2500 untuk tiap polybagnya. Tetapi saat panen tidak bagus bunga terjual dengan harga murah kisaran Rp.1000-1500 tiap polybag, hal ini dikarenakan faktor cuaca yang tidak menentu membuat bunga menjadi jelek, bahkan menyebabkan tingkat persaingan yang tinggi antar petani untuk menjual bunga dengan harga lebih murah. Kendala lain yang dihadapi yaitu permintaan dan penawaran yang tidak sebanding dengan permintaan bunga mawar segar dalam skala besar akibatnya bunga mawar yang kurang segar kurang termanfaatkan dengan optimal.

Sangat penting bagi masyarakat mempunyai kemampuan dalam mengelola potensi alam yang dimiliki, mereka perlu memiliki keterampilan dalam mengembangkan hasil panen bunga secara optimal agar dapat mengembangkan pertanian bunga di Desa Sidomulyo. Setelah kita mengidentifikasi permasalahan tersebut, untuk meningkatkan perekonomian warga Desa Sidomulyo, kita dapat mengembangkan hasil panen bunga mawar untuk dijadikan minyak Aromatherapy. Dengan demikian maka dari potensi yang dimiliki warga Desa Sidomulyo dapat menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai jual yang tinggi, dan tentunya akan meningkatkan pendapatan warga.

  1. PERUMUSAN MASALAH
    Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat disimpulkan permasalahan sebagaiberikut:
    Bagaimana mengoptimalkan budidaya bunga mawar yang ada di Desa Sidomulyo?
  2. Bagaimana meningkatkan pengorganisasian kelompok tani dalam mengembangkan budidaya mawar di Desa Sidomulyo?
  3. Bagaimana bentuk pengolahan bunga mawar untuk dijadikan minyak Aromatherapy sebagai peluang usaha di Desa Sidomulyo?

TUJUAN

  1. Mengetahui cara mengoptimalkan budidaya bunga mawar yang ada di Desa Sidomulyo.
  2. Mengetahui cara meningkatkan pengorganisasian kelompok tani dalam mengembangkan budidaya mawar di Desa Sidomulyo
  3. Mengetahui bentuk pengolahan bunga mawar untuk dijadikan minyak Aromatherapy sebagai peluang usaha di Desa Sidomulyo.

INDIKATOR KEBERHASILAN PROGRAM

  1. Optimalnya potensi sumber daya alam utamanya bunga mawar yang ada di Desa Sidomulyo.
  2. Meningkatkan pengorganisasian kelompok tani dalam mengembangkan usaha di Desa Sidomulyo.
  3. Terbentuknya warga yang memiliki kemampuan mengolah bunga mawar menjadi minyak Aromatherapy di Desa Sidomulyo.

Peningkatan Pendapatan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu melalui Pemanfaatan Bunga Mawar Sebagai Bahan Baku Pembuatan Minyak “Aromatherapy”

Pra Proposal


dikirim oleh:
nurhakimilham73@gmail.com

Tinggalkan Balasan