Peranan Motivasi dalam Proses Belajar dan Pembelajaran

0
Dibaca 51.685

diklus1

Peranan Motivasi dalam Proses Belajar dan Pembelajaran

Oleh

Cahyani Anggi R. | Ika Nurul Marthaningtyas | Alimatul Ulum | Estha Setyarini | Farah Hanifatul | Leily Astriningrum

PLS UM

PENDAHULUAN

 A.         Latar Belakang

Belajar merupakan kegiatan sehari-hari. Kegiatan belajar tersebut dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Tetapi kegiatan belajar tersebut tergantunga dari minat dan keinginan masing-masing individu. Belajar membutuhkan motivasi dari keluarga, pendidik, lingkungan, dan diri sendiri. Dalam makalah ini kami tidak hanya membahas motivasi bagi peserta didik tetapi kami juga membahas motivasi bagi para pendidik. Peranan dan pentingnya motivasi sangat berpengaruh dalam proses belajar dan pembelajaran. Maka dari itu dalam makalah ini kami membahas tentang peranan motivasi dalam proses belajar dan pembelajaran.

B.         Topik Bahasan

       Peranan Motivasi Dalam Proses Belajar dan Pembelajaran

C.         Tujuan dan Penulisan Masalah

Makalah ini membahas tentang kesadaran pendidik dan peserta didik akan pentingnya motivasi dalam proses belajar dan pembelajaran. Untuk meningkatkan mutu pendidikan agar pendidik dan peserta didik untuk lebih memahami pentingnya motivasi belajar.

 

PEMBAHASAN

 Peranan dan Pentingnya Motivasi

A. Pengertian Motivasi

         Siswa belajar karena di dorong oleh kekuatan mentalnya. Kekuatan mental itu berupa keinginan, perhatian ,kemauan, atau cita-cita. Motivasi adalah kekuatan mental yang mendorong terjadinya suatu motivasi sebagai dorongan mmental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia termasuk perilaku belajar. Tiga komponen utama dalam motivasi yaitu :

  1. Kebutuhan
  2. Dorongan
  3. Tujuan

B.  Peranan Motivasi dalam Belajar

         Motivasi belajar tidak hanya penting bagi peserta didik akan tetapi penting juga bagi pendidik. Pentingnya motivasi belajar bagi peserta didik sebagai berikut :

  1. Menyadarkan kedudukan pada awal belajar,proses dan hasil akhir.
  2. Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar.
  3. mengarahkan kegiatan belajar
  4. membesarkan semangat belajar
  5. Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja.

Manfaat motivasi bagi pendidik :

  1. Membangkitkan, meningkatkan dan memelihara semangat peserta didik untuk belajar sampai berhasil
  2. mengetahui dan memahami motivasi belajar peserta didik di kelas
  3. meningkatkan dan menyadarkan pendidik untuk memilih satu diantara bermacam-macam peran
  4. memberi peluang pendidik untuk “Unjuk Kerja”

 II.         Jenis dan Sifat Motivasi

A.  Jenis Motivasi

         Motivasi di bedakan menjadi 2 jenis :

  1. Motivasi Primer        : adalah motivasi yang didasari pada motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya bersal dari segi biologis atau jasmani manusia.
  2. Motivasi Sekunder      : adalah motivasi yang dipelajari. Motivasi sekunder juga disebut motivasi sosial.

         Menurut Thomas dan Znaniecki motivasi sekunder digolongkan menjadi keinginan-keinginan.

         Menurut Mc Cleland menggolongkannya menjadi kebutuhan-kebutuhan.

B.Sifat Motivasi

  1. Motivasi intrinsik merupakan dorongan yang berasl dari dalam diri sendiri
  2. Motivasi Ekstrinsik merupakan dorongan dari luar dirinya

III.     Motivasi dalam belajar

         Dalam perilaku belajar terdapat motivasi belajar. Motivasi belajar tersebut ada yang intrinsik dan ada yang ekstrinsik. Penguatan-penguatan motivasi-motivasi belajar tersebut berada di tangan pendidik dan anggota masyarakat lain.  Guru sebagai pendidik bertugas memperkuat motivasi belajar pada usia wajib belajar. Orang tua bertugas memperkuat motivasi belajar sepanjang hayat. Guru bertindak membelajarkan siswa yang memiliki motivasi intrinsik.

         Pesreta didik adalah pebelajar yang paling berkepentingan dalam menghayati belajar. Ada peserta didik yang telah berkeinginan memperoleh pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan sejak kecil. Peserta didik tersebut memiliki motivasi intrinsik. Peserta didik yang lain baru memiliki keinginan, memperoleh pengalaman, keterampilan dan pengetahuan berkat teman sebayanya. Mereka ini memiliki motivasi ekstrinsik. Dalam proses belajar mengajar, guru melakukan tindakan mendidiuk seperti memberi hadiah, memuji, menegur atau memberi nasehat. Tindakan guru tersebut berarti menguatkan motivasi intrinsik, tindakan tersebut juga berarti mendorong peserta didik belajar, suatu penguatan motivasi intrinsik. Peserta didik tertarik belajar karena ingin memperoleh hadiah, atau menghindari hukuman. Dalam hal ini pesrta didik menghayati motivasi intrinsik atau ekstrinsik, dan bertambah bersemangat untuk belajar.

UNSUR-UNSUR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR

Cita-cita atau Aspirasi Peserta didik

Motivasi belajar tampak pada keinginan anak sejak kecil.Keberhasilan mencapai keinginan tersebut menumbuhkan kemauan bergiat, bahkan di kemudian hari menimbulkan cita-cita dalam kehidupan. Timbulanya cita-cita di barengi oleh perkembangan akal, moral, kemauan, bahasa, dan nilai-nilai kehidupan.

Kemampuan siswa

Keinginan seorang anak perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan untuk memcapainya. Secara singkat dapat dikatakan bahwa kemampuan akan memperkuat motovasi anak untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan.

Kondisi siswa

Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi belajar.

Kondisi lingkungan siswa

Lingkungan siswa dapat berupa keadaan alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan sebaya, dan kehidupan kemasyarakatan. Sebagai anggota masyarakat maka peserta didik dapat teropengaruh oleh lingkungan sekitar. Oleh karena kondisi lingkungan pesrta didik perlu dipertinggi mutunya.

Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran

Peserta didik memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan dan pikiran yang mengalami perubahan berkat pengalamn hidup.

1. Upaya guru dalam membelajarkan siswa

Guru adalah pendidik yang berkembang. Tugas profesionalnya mengharuskan dia belajar sepanjang hayat. Upaya guru membelajarkan siswa terjadi di sekolah dan di luar sekolah.

2. Upaya meningkatkan motivasi belajar

      a. Optimalisasi penerapan prinsip belajar .

      b. Optimalisasi unsur dinamis belajar dan pembelajaran

      c. Optimalisasi pemanfaatan pengalaman dan kemampuan siswa.

      d. Pengembangan cita-cita dan aspirasi belajar. 

Tinggalkan Balasan