Perilaku Orang Dewasa Berdasarkan Pendidikan dan Perlakuan Dari Lingkungan Sekitar

0
Dibaca 3.123

Oleh
Aminatus Sakdiah
Universitas Negeri Malang

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) perilaku orang dewasa berdasarkan pendidikan yang telah dilakukannya, (2) perilaku dua orang dewasa asal Malang yang mempunyai background berbeda, (3) dampak perlakuan dari lingkungan sekitar terhadap kedua orang tersebut, (4) perlakuan yang perlu diperhatikan dalam penuntasan perilaku yang kurang diharapkan adalah komunikasi dan perlakuan yang baik (adil) dari lingkungan sekitar.

Kata kunci: perilaku orang dewasa, perlakuan sekitar, alternatif penuntasan

Orang dewasa pasti memiliki perilaku yang berbeda. Bahkan anak-anak dan remaja pun demikian. Pendidikan sangat mempengaruhi pola perilaku seseorang. Ananda S & S. Priyanto (2010:130) menuliskan “pendidikan adalah proses perubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan”. Kabanyakan seseorang yang berpendidikan tinggi mempunyai perilaku yang baik. Selain itu, perilaku lingkungan sekitar juga mempunyai pengaruh besar terhadap parilaku seseorang. Dua orang dewasa berbeda asal Malang yang bernama pak Parno dan pak Khandzar contohnya. Mereka adalah adik kakak yang mempunyai riwayat pendidikan yang berbeda. Meskipun mereka tinggal di tempat yang sama, bukan jaminan untuk memiliki perilaku yang sama atau bahkan hanya mirip. Pak Parno adalah lulusan SD, beliau tidak mempunyai istri dan mendapat perlakuan yang kurang baik dari lingkunga sekitarnya. Sementara pak Kandzar dulu lulusan SMA, beliau mempunyai istri dan anak, beliau juga mempunyai pekerjaan, serta mendapat perlakuan yang baik dari lingkungan sekitar. Berdasarkan perbedaan tersebut, hal yang menjadi permasalahan adalah perilaku yang kurang diharapkan dari pak Parno muncul. Penuntasannya dapat diberikan perlakuan yang baik (adil) dari lingkungan sekitar. Jalinan komunikasi yang baik juga dibutuhkan. Dari hasil penelitian ini diharapkan agar mempunyai manfaat perubahan perilaku bagi kaum yang kurang mendapat perhatian atau tidak mendapatkan perlakuan yang adil dari lingkungan sekitarnya, khususnya bagi seseorang yang mempunyai kehidupan sama dengan pak Parno. Selain itu, juga diharapkan agar seseorang tidak membeda-bedakan dalam memperlakukan orang dewasa karena setiap orang mempunyai cita-cita untuk bahagia.

METODE

Penelitian ini dilakukan selama 7 bulan di Kota Malang. Dua bulan pertama, digunakan pendekatan kuantitatif untuk melakukan survei serta pendekatan kualitatif untuk melaksanakan analisis dokumen, pengamatan dan wawancara. Penelitian dua bulan pertama dilakukan untuk menghasilkan perbedaan perilaku orang dewasa. Penelitian lokasi dan latar penelitian dilakukan secara bertahap. Pertama, lokasi penelitian ditentukan di Kota Malang. Penentuan Kota Malang didasarkan pada strategisnya tempat peneliti tinggal dengan tempat tinggal obyek yang diteliti. Tiga bulan selanjutnya, dihasilkan aspek apa saja yang membuat dua perilaku orang dewasa tersebut berbeda. Hal ini dilakukan menggunakan pendekatan pengamatan dan wawancara. Pengamatan ditujukan kepada siapa saja yang hidup di sekitar kedua obyek tersebut yakni keluarga dan mahasiswa yang bertempat tinggal di kost Ngopienet tepatnya di jalan Terusan Ambarawa No.03 Malang. Wawancara ditujukan langsung kepada obyek dan warga sekitar (mahasiswa dan tetangga). Alat yang diguanakan peneliti adalah indra untuk mengamati dan seperangkat alat tulis seperti bolpoin, kertas dan laptop untuk mendokumentasikan hasil penelitian. Prosentase kehadiran peneliti 97% atau setiap hari hadir karena obyek penelitian tinggal di kost lantai satu sebagai penjaga kost.

HASIL

            Berdasarkan penelitian orang yang tinggal di kost Ngopient jalan Ambarawa No.03 Malang berjumlah 20 orang. Dua puluh orang tersebut diperinci menjadi 3 orang / 1 keluarga yaitu pak Kandzar, istri dan anak pak Kandzar, 1 yaitu pak Parno, dan 16 mahasiswa yang menyewa kost tersebut.

Tabel perbandingan di bawah ini merupakan hasil penelitian.

No. Keterangan Pak Kandzar Pak Parno
1. Pendidikan SMA SD
2. Keluarga Punya Tidak punya
3. Pekerjaan Bekerja Tidak bekerja
4. Sehari-hari Bekerja, mengurusus keluarga, dan lain-lain Makan, minum,  menonton TV
5. Perlakuan dari keluarga Diakui (beri amanah untuk menjaga kost) Kurang diakui (hanya boleh menempati kost)
6. Perlakuan dari orang sekitar (mahasiswa, tetangga) Dihormati Kurang dihormati

 

Keterangan
Berdasarkan tabel perbandingan di atas, peneliti dapat member penjelasan sebagai berikut.

  1. Pendidikan pak Kandzar lebih tinggi dari pak Parno hasilnya pak Kandzar jauh lebih nyambung ketika diajak bicara.
  2. Pak Kandzar menikah dan mempunyai satu anak. Beliau dapat membagi beban hidupnya dengan keluarganya. Sementara pak Parno tidak menikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pak Parno kurang perhatian sehingga perilaku yang dominan pada diri beliau adalah suka berbicara sendiri.
  3. Pak kandzar jauh ebih sibuk dibandingkan dengan pak Parno yang tidak mempunyai pekerjaan.
  4. Dalam kehidupan sehari-hari pak Kandzar melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat yang meliputi bekerja, mengurus keluarganya dan sebagainya. Berbeda dengan pak Parno yang hanya makan, minum, menonton TV.
  5. Kost Ngopienet adalah milik bu Parni yang diserahkan ke pak Kandzar untuk dijaganya. Sehingga ketika mahasiswa yang bertempat tinggal sementara di situ bertanya kepada pak Parno, pak Parno cenderung merendahkan diri dan menyuruh mereka bertanya kepada pak Kandzar saja.
  6. Mahasiswa yang tinggal di Ngopienet jarang berbincang-bincang dengan pak Parno karena takut dan menganggap beliau aneh. Begitu pula dengan tetangga sekitar, mereka lebih senang berbincang dengan pak Kandzar.

Permasalahan yang terdapat di sini adalah perilaku pak Parno yang meliputi: suka berbicara sendiri, gampang marah, sering merendahkan diri, jarang mandi, sering berkata yang kurang enak didengar (menyindir orang di sekelilingnya), nada bicaranya tinggi, rusuh, dan sebagainya. Hal tersebut membuat orang di sekitarnya menjauhinya karena tidak menyukainya. Permasalahan di atas dapat diatasi melalui penjalinan komunikasi yang baik antara keluarga dan masyarakat sekitar dengan korban (pak Kandzar).

PEMBAHASAN

Dinyatakan bahwa penelitian bertujuan untuk mengetahui perilaku orang dewasa berdasarkan pendidikan dan perlakuan dari lingkungan sekitarnya. Seperti hasil penelitian di atas masalah yang timbul adalah perilaku yang kurang baik akibat faktor dari dalam (diri sendiri) dan faktor dari luar (lingkungan).  Hal tersebut mempengaruhi perkembangan seseorang sebagaimana penjelasan “dalam perkembangan dan perilaku manusia dipengaruhi oleh faktor dari dalam dan dari luar”(M. Ngalim Purwanto, 2013:122). Dari permasalahan di atas peneliti dapat menafsirkan bahwa cara untuk mengatasinya adalah dengan komunikasi dan  perlakuan yang baik. Ali Syaifullah (1990:127) menarik kesimpulan sebagai berikut.

Suatu bentuk kesatuan kehidupan sosial yang tidak didasarkan kepada interest saja (kepentingan), yang bersifat subyektif golongan kelas tertentu. Tegasnya di sini kepentingan massa manusia lebih tinggi derajatnya daripada kepentingan kelas golongan manusia tingkat tertentu.

PENUTUP

Simpulan

            Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh faktor dari dalam dan dari luar. Akan tetapi, berdasarkan penelitian faktor pengaruh terbesar terdapat pada faktor dari luar (lingkungan).

Saran

            Berdasarkan simpulan di atas, maka saran yang diajukan dirumuskan sebagai berikut. Masyarakat yang tinggal di sekitar Ngopienet jalan Terusan Ambarawa No.03 disarankan untuk bersikap adil kepada semua orang, tidak membeda-bedakan golongan berdasarkan pendidikan dan bertoleransi terhadap sesama. Kepada seseorang yang mendapat perlakuan kurang adil diharapkan berpikir positif dan menerima saran yang bersifat membangun. Kepada seluruh masyarakat yang mempunyai keluarga disarankan untuk selalu menyayangi dan memperhatikan keluarganya serta tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya.

DAFTAR RUJUKAN

S., Ananda & Priyanto, S. 2009. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Kartika Putra Press.

Purwanto, M. Ngalim. 2013. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Syaifullah, H. Ali. 1990. Pendidikan Internasional dan Adult Education. Surabaya: Usaha Nasional.

Biodata Penulis
Hai nama saya Aminatus sakdiah (Ami). Saya adalah mahasiswa Universitas Negeri Malang program studi Pendidikan Luar Sekolah angkatan 2014. Teman-teman biasanya menghubungi saya melalui email aminatus.sakdiah@yahoo.co.id atau No. HP 085748418455. Asal saya dari Jombang. Di Malang, saya tinggal di Jalan Terusan Ambarawa No.03.

Tinggalkan Balasan