“PONDOK AGROSUMO ” PUSAT PENGELOLAAN KAMPUNG AGROWISATA DI DESA PONCOKUSUMO KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG

0
Dibaca 713

Abstrak

Masyarakat sasaran yang dituju adalah masyarakat Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Desa ini terletak di sebelah Timur Kota Malang dengan jarak 29 km dari pusat kota. Wisata ynag tersedia di Desa Poncokusumo adalah wisata petik apel, wisata petik jeruk, wisata petik krisan, wisata olahan kripik, dan outbound. Selain itu wisata juga di lengkapi area sepedah danhil, campground dan homestay.

Namun kelemahan dari agrowisata di daerah Desa Poncokusumo adalah wisata yang ada tidak dikelola melalui “satu pintu”. Setiap wisatawan yang datang langsung menuju tempat wisata yang diinginkan hingga terkesan setiap tempat wisata memiliki pengunjungnya sendiri-sendiri. Hal ini menyebabkan lemahnya pendataan terhadap wisatawan serta kurangnya pemertaan pada obyek wisata yang ada.selain itu juga tidak adanya penjelasan wisata ketika pengujung mendatangi wisata petik apel,jeruk, krisan dan pengolahan kripik.

            Strategi yang dilakukan ada 3 yaitu pengorganisasian, pemerataan dan perbaikan kualitas serta penambahan aspek edukasi.  Strategi pengorganisasian melalui pendampingan kesekertariatan dan penunjang kesekretariatan dalam menjelaskan destinasi wisata. Strategi pemerataan dan perbaikan kualitas melalui pelatihan outbound, pelatihan Bahasa Inggris Dasar, pelatihan pengelolaan website, penyuluhan SOP alur pengunjung dan promosi melalui website , instagram serta company profile. Strategi penambahan edukasi dilakukan dengan penambahan tahap menjelaskan tentang apel, jeruk, krisan dan kripik sesuai dengan destinasi masing-masing serta penggantian nama menjadi wisata edukasi.

            Hasil dari “pondok Agrosumo” adalah terciptanya pengelolaan wisata yang dapat mengorganisir dan mengeksplor tempat-tempat wisata di Agrowisata Desa Poncokusumo. Hal ini dimulai dengan perbaikan kualitas pengelola wisata, promosi tempat wisata dan pengorganisasian wisata melalui “satu pintu”. Terciptanya kesekertariatan yang dapat berfungsi sebagai pusat informasi wisata, pendaftaran dan tempat pendataan wisatawan. Sampai laporan ini dibuat, program ini telah terlaksana dengan 85 % dan sisanya akan dilaksanakan hingga Juli minggu ketiga yaitu pendampingan, pembuatan plang wisata dan evaluasi bersama.

Kata kunci : Pondok Agrosumo, pengelolaan, kampung, agrowisata.


PENDAHULUAN

Indonesia sebagai negara agraris memiliki sumber daya alam yang beragam. Kekayaan sumber daya alam ini dapat dipergunakan sebagai objek pariwisata alam. Seperti wisata yang terdapat di desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Wisata yang satu ini berkonsep agrowisata dimana pengunjung dapat memetik apel sendiri langsung dari pohonnya. Agrowisata Poncokusumo menawarkan wisata petik apel karena Poncokusumo merupakan daerah penghasil apel yang memiliki kualitas tidak kalah dengan apel Batu. Poncokusumo berada di ketinggian 1200-1400 Mdpl sehingga sangat baik untuk pertumbuhan buah apel. Selain itu masih banyak wisata yang ditawarkan antar lain wisata petik jeruk, wisata  bunga krisa, area sepedah danhil, outbond, dan wisata pengetahuan produk olahan apel. Fasilitas yang tersedia adalah ground camp dan home bagi wisatawan yang ingin bermalam.

Namun kelemahan dari agrowisata di daerah Desa Poncokusumo adalah pada pengorganisasian tiap wisata yang tersedia. Wisata-wisata tersebut tidak dikelola melalui “satu pintu”. Setiap wisatawan yang datang langsung menuju tempat wisata yang diinginkan hingga terkesan setiap tempat wisata memiliki pengunjungnya sendiri-sendiri. Hal ini menyebabkan lemahnya pendataan terhadap wisatawan serta kurangnya pemertaan pada obyek wisata yang ada.

Masalah lainnya adalah manfaat dari segi pendidikan bagi wisatawan yang berkunjung ke agrowisata ini. Tidak banyak dampak positif seperti ilmu pengetahuan yang mereka terima, hanya rasa puas setelah bersenang-senang di tempat wisata. Sebagai tempat wisata selain memberikan kesenangan sebagai pelepas penat seharusnya juga memberikan suatu wisata edukasi sebagai salah satu bentuk pembelajaran yang sifatnya non-formal. Sehingga tidak hanya kesenangan yang mereka dapat tetapi ilmu pengetahuan yang diterima setelah mengunjungi tempat wisata tesebut.

Seperti penjelasan di atas kami mempunyai solusi yang diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut melalui Program Kreativitas Mahasiswa yang berjudul “Pondok Agrosumo” Pusat Pengelolaan Kampung Agrowisata di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Dalam hal ini “Pondok Agrosumo” akan berperan sebagai “pintu utama” masuknya wisatawan. “Pondok Agrosumo” akan memberikan informasi tempat, harga dan transportasi juga mawarkan tempat-tempat untuk menginap bagi wisatawan yang ingin bermalam disana. Luaran yang diharapkan adalah terciptanya “Pondok Argosumo’ yang dapat mengorganisir dan mengeksplor tempat-tempat wisata di Agrowisata Desa Poncokusumo.

GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN

     Masyarakat sasaran yang dituju adalah masyarakat Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Desa ini terletak di sebelah Timur Kota Malang dengan jarak 29 km dari pusat kota. Butuh waktu sekitar kurang lebih 1 jam 15 menit perjalanan untuk sampai ke Desa Poncokusumo. Desa Poncokusumo berbatasan dengan Kecamatan Tumpang di sebelah utara, Kabupaten Probolinggo di sebelah timur, dibagian selatan ada Kecamatan Wajak dan Kabupaten Lumajang, sedangkan sebelah barat ada Kecamatan Tajinan.

Desa Poncokusumo memiliki potensi alam yaitu apel, jeruk, dan bunga krisan. Untuk apel kebun yang dimiliki untuk bertanam apel ada seluas 800 Ha. Sehingga mayoritas warga Desa Poncokusumo bekerja sebagai petani. Potensi alam yang dimiliki sangat banyak sehingga dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk dijadikan sebagai tempat wisata antara lain wisata petik apel, wisata petik jeruk, wisata petik krisan, wisata olahan kripik, dan outbound. Selain itu wisata juga di lengkapi area sepedah danhil, campground untuk berkemah dan homestay untuk menginap. Dengan banyaknya tempat wisata yang ditawarkan di Desa Poncokusumo ini membuat banyak wisatawan dari segala penjuru datang untuk menikmati wisata yang ada. Tetapi kebanyakan dari mereka datang hanya untuk petik apel. Karena tidak banyak dari mereka yang tahu bahwa di desa ini ada barbagai tempat wisata.

 

METODE PELAKSANAAN

Metode yang akan dilaksanakan adalah dengan pelatihan, pendampingan dan penambahan sarana untuk promosi di Desa Poncokusumo dengan proses sebagai berikut:

Gambar 1. Bagan Metode Pelaksanaan

  1. Sosialisasi program dan kesepakatan brand “Pondok Agrosumo”

Sosialisasi dimaksudkan agar pengelola wisata dapat mengenal dan memahami alur program dalam meningkatkan potensi dan wisatawan di desa poncokusumo. Selain itu dalam sosialisisasi ini juga diadakan forum diskusi tentang masalah dan harapan yang selama ini di hadapi pengelola wisata.

  1. Pengorganisasian melalui :
  2. Pendampingan Kesekertariatan untuk Show Window tentang penyambutan tamu dan penjelasan destinasi wisata.
  3. Penunjang kesekeretariatan adalah video, brosur, buku pop up wisata, x-banner dan plang wisata
  4. Pemerataan dan erbaikan Kualitas Melalui :
  5. Pelatihan Outbound (Fun Game dan Safety High Rope)

Kegiatan pelatihan ini mendatangkan pemateri yang ahli di bidang outbound terutama di safety high rope. Pelatihan ini akan menambah wawasan tentang fun game dan mengevaluasi keamanan daalam menggunakan higrope. Ini penting dilakukan karena pada hakekatnya jasa outbound terutama high rope merupakan jasa yang berhubungan langsung dengan nyawa wisatawan. Jadi keamanan dalam melakukannya adalah hal yang utama. Pelatihan ini akan dimulai dengan praktek langsung fun game, dilanjutkan dengan teori tentang kaeamanan high rope. Setelah itu peserta langsung mempraktekkan cara menangani pengujung sebelum, saat dan setelah menggunakan jasa outbound highrope.

  1. Penyuluhan dan pendampingan SOP pengunjung

Penyuluhan ini dilakukan untuk perbaikan kualitas dalam melayani tamu. Diikuti oleh perwakilan perbidang tempat wisata. Hal ini diharapkan akan menciptan tutor teman sebaya. Jadi tiap perwakilan yang sudah paham akan menyebarkan ilmunya ke anggota yang lain. Pendampingan dilakukan agar pengelola dapat memahami maksud dari SOP pengunjung dan dapat menaatinya.

  1. Pelatihan Bahasa Ingris untuk pengelola wisata

Pelatihan bahasa inggris dasar berguna untuk menambah keterampilan pengelola wisata dalam menyambut wisatawan asing. Pemateri adalah tutor bahasa inggris yang sudah berpengalaman di bidangnya. Peatihan dilakukan dengan pembagian kelompok kecil. Tiap kelompok kecil akan didampingi oleh 1 orang tutor dan akan mempraktekkan langsung cara melayani wisatawan asing.

  1. Pelatihan, penyerahan web dan pendampingan

Setelah menyelesaikan pembuatan web dan company profile akan dilakukan pelatihan pengelolaan web sekaligus penyerahan web. Pelatihan ini dilakukan untuk mempersiapkan bagian pengelolaan web agar dapat siap melanjutkan pengelolaan web meskipun program pkm ini telah selesai.

  1. Promosi dilakukan dengan pembuatan Website, pembuatan instagram serta pembuatan company profile. Website daan instagram d pilih karena internet memiliki jaringan yang luas sehingga tidak terbatas jarak. Sedangkan company profile dibuat dalam rangka pengenalan tempat.
  2. Penambahan aspek edukasi melalui :
  3. Penambahan aspek edukasi dalam bidang petik apel, petik jeruk, krisan dan kripik dilakukan dengan penambahan sesi penjelasan tentang proses pertumbuhan apel, jeruk, krisan atau pengolahan kripik tergantung wisata yang pilih. Selain itu juga penggantian nama antara lain :
  4. Dari wisata petik apel menjadi wisata edukasi apel
  5. Dari wisata petik jeruk menjadi wisata edukasi jeruk
  6. Dari wisata petik krisan menjadi wisata edukasi krisan
  7. Dari wisata pengolahan kripik menjadi wisata edukasi pengolahan kripik
  8. Evaluasi Bersama “Pondok Agrosumo” dilakukan untuk mengetahui kelemahan dan kelabihan mulai dari proses, hasil serta dampak dari “Pondok Agrosumo”.

HASIL YANG DICAPAI DAN POTENSI BERKELANJUTAN

Pelaksanaan Program dimulai dari sosialisasi dan diskusi dengan pengelola wisata, perangkat desa, dan karang taruna. Pada tanggal 27 Maret 2017 di Balai Desa Poncokusumo. Sekaligus menyepakati brand Pondok Agrosumo.

Selanjutnya pembuatan company profile, website, instagram dan brousur untuk pemasaran produk atau wisata di Desa Poncokusumo. Peltihan dilakukan untuk perbaikan kualitas SOP di setiap bidang wisata.

Tahap terakhir adalah pendampingan untuk kesekertariatan. Tahap ini sangatlah penting selain sebagai fokus utama program, juga sebagai pusat informasi dan pendataan wisatawan yang datang. Hingga laporan ini dibuat pada tanggal 4 Juli 2017 telah tercapai 80% dari target luaran. Hal tersebut dibuktikan dengan terlaksananya 3 strategi pelaksanaan yaitu pengorganisasian, pemerataan dan perbaikan kualitas, serta penambahan aspek edukasi. Dari segi pengorganisasian, telah disepakati brand Pondok Agrosumo, dan pendampingan kesekertariatan masih terlaksana sekitar 80%, sedangkan pada bagian penunjangkesekretariatan berjalan 75% . Pada bagian pemerataan dan perbaikan kualitas ditunjukkan dengan terlaksananya Pelatihan Outbound, Pelatihan Bahasa Inggris Dasar, Pelatihan Pengelolaan Website dan Penyuluhan SOP. Sedangkan untuk promosi telah berjalan 95%. Dan dari segi edukasi ditunjukan dengan perubahan  nama dan perubahan SOP.

Gambar 2. Logo Pondok Agrosumo

Potensi Hasil yang lain dari PKM-M  berjudul “Pondok Agrosumo” Pusat Pengelolaan Kampung Agrowisata di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang adalah booklet setiap pelatihan, HAKI, dan artikel ilmiah.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Program Pondok Agrosumo sebagai pusat pengelolaan kampung agrowisata di Desa Poncokusumo merupakan pusat pengorganisasian 8 bidang wisata di Desa Poncokusumo. Yang memiliki tujuan antara lain:

  1. Diprolehnya teknik pengorganisiran temat wisata di Agrowisata Desa Poncokusumo agar terintegrasi melalui pengelolaan yang dilakukan “Pondok Agrosumo”.
  2. Terciptanya solusi dalam pemerataan eksplorasi tempat wisata di Agrowisata Desa Poncokusumo melalui “Pondok Agrosumo”.
  3. Terwujudnya penambahan aspek edukasi dalam wisata yang ada di Agrowisata Desa Poncokusumo melalui “Pondok Agrosumo”.

Target mencakup terciptanya “Pondok Argosumo’ yang dapat mengorganisir dan mengeksplor tempat-tempat wisata di Agrowisata Desa Poncokusumo.

Program ini berhasil menciptakan strategi pengorganisasian untuk 8 bidang wisata. Sehingga terjadi pemerataan eksplorasi tempat wisata. Selain itu program ini juga berhasil melakukan perbaikan kualitas SOP melalui pelatihan yang telah dilaksanakan.

Saran

Program Pondok Agrosumo akan tetap terus berjalan bila ada kerjasama dan komitmen yang kuat antara anggota dan pengelola wisata. Perlu adanya pertemuan antara pengelola Pondok Agrosumo dan pengelola wisata untuk memperkuat solidaritas antar sesama. Untuk bersama-sama membesarkan wisata di Desa Poncokusumo ini menjadi wisata yang bisa dikenal oleh masyarakat dalam maupun luar negeri.

 

Penulis adalah TIM PKM-M Di danai Dikti Tahun Anggaran 2017

Jurusan Pendidikan Luar Sekolah

Universitas Negeri Malang

Tinggalkan Balasan