Prof. Dr. Tri Joko Raharjo, M.Pd. – Prof. PLS dari UNNES

Prof. Dr. Tri Joko Raharjo M.Pd. lahir di Klaten 1 Maret 1959. Karir akademiknya sebagai pengajar dimulai pada 1985. Pendidikan doktoralnya ditempuh d...

Memilih Rumah Dijual Di Bandung Yang Bagus
Harapan dan Tujuan Bersama PLS
Prof. Dr. Tri Joko Raharjo, M.Pd

Prof. Dr. Tri Joko Raharjo, M.Pd

Prof. Dr. Tri Joko Raharjo M.Pd. lahir di Klaten 1 Maret 1959. Karir akademiknya sebagai pengajar dimulai pada 1985. Pendidikan doktoralnya ditempuh di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, pendidikan magister di Universitas Negeri Malang (UNM), dan pendidikan S1 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Seluruhnya pada bidang Pendidikan Luar Sekolah.

Riset yang dilakukan Prof. Dr. Tri Joko Raharjo banyak berkaitan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).  Dalam penelitian  “Model Pemberdayaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Dalam Pengelolaan Program Pendidikan Kesetaraan Berbasis Life Skills dan Kewirausahaan” (Edukasi, 2010) ia merekomendaiskan pendekatan andragogi karena lebih efektif.

Proses pembelajaran pada pendidikan tersebut harus melaksanakan prinsip 4 pilar, yakni belajar untuk tahu, belajar menjadi diri sendiri, belajar untuk melakukan, belajar untuk mencapai tujuan kehidupan bersama. Metode belajar kontekstual yang mengkaitkan kehidupan nyata  dengan menggunakan potensi lingkungan sekitar, memperluas wawasan dan memiliki akses untuk memenuhi standar hidup yang layak.

Dalam Edukasi (2010) lalu ia mengkaji  Penerapan Pedagogi Dan Andragogi Pada Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Kelompok Belajar Paket A, B, Dan C Di Kota Semarang. Salah satu temuan pentingnya adalah, sebagian tutor PKBM belum dapat menyiapkan rencana operasional kegiatan pembelajaran dalam wujud silabus. Padahal, para tutor sudah menyesuaikan diri dengan ketentuan yang tertera pada acuan.

Prof. Dr. Tri Joko juga menyoroti  peran seni dalam proses pendidikan luar sekolah. Menurutnya, untuk meningkatkan kualitas kemampuan pembelajaran, seorang tutor selain harus meningkatkan substansi bidang tugasnya juga harus memahami dan menguasai secara benar tentang seni sebagai alat dan media pembelajaran yang baik dalam arti luas.

Selain itu, penguasaan tutor terhadap seni sebagai pendekatan pembelajaran (alat dan media) perlu diselaraskan dengan prinsip-prinsip belajar orang dewasa dalam lingkup informal. Tutor, menurut Prof. Tri Joko juga harus mampu menegaskan program-program kebutuhan dan lingkup informal dan menegaskan program-program kebutuhan dan kemampuan warga belajar.[wp-like-locker]

Selain penelitian tersebut, penelitian lain yang pernah dilakukan Prof. Tri Joko Raharjo antara lain:

  1. Studi Peran Pendidikan Nonformal dalam Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun (2005).
  2. Menumbuhkan Sikap dab Perilaku Kewiraswastaan dengan Pembelajaran Pendekatan Andragogi di Tegal (2003).
  3. Modul Evaluasi dan Monitoring Keaksaraan Fungsional di Jawa Tengah (2007).
  4. Model Peningkatan Keterampilan Perbengkelan Bagi Kaum Miskin di Semarang (2004).
  5. Strategi PKBM dalam Mengelola Sistem Belajar Masyarakat Jalur Non-Formal di Kota Semarang (2006).
  6. Strategi Penguatan PKBM dalam Peningkatan Aspek Sosial Ekonomi dan Akademik Bagi Masyarakat Miskin di Jawa Tengah (2006).
  7. Studi Alternatif Peranan PNF dan Peranan Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun Di Semarang (2005).
  8. Model Pengembangan Akhlak dan Budi Pekerti Siswa SLTA di Jawa Tengah (2005).
  9. Efektivitas Metode Atraktif untuk Pembentukan Perilaku dan Pengembangan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini Program Kelompok Bermain di SKB Kota Semarang (2007).
  10. Model Pembelajaran Treffingger dengan Metode Bercerita sebagai upaya Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini di Kelompok Bermain SKB Kota Semarang (2007).
  11. Potensi Keluarga dalam Pendidikan Holistik Berbasis Karakter pada Anak Usia Dini (2008).
  12. Potensi Keluarga dalam Pendidikan Holistik Berbasis Karakter pada Anak Usia Dini (2009).
  13. Model Pemberdayaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dalam Pengelolaan Program Pendidikan Kesetaraan Berbasis Life Skills dan Kewirausahaan (2009).
  14. Model Pemberdayaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dalam Pengelolaan Program Pendidikan Kesetaraan Berbasis Life Skills dan Kewirausahaan (2009).
  15. Penerapan Acuan Pedagogi dan Andragogi dalam Pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan di Kota Semarang (2009).
  16. Pembentukan Sikap dan Perilaku Kewirausahaan Anak Jalanan dengan Pendekatan Andragogi di Kota Tegal (2004).
  17. Model Pengembangan Akhlak Budi Pekerti Siswa SMA Negeri dan Swasta di Jawa Tengah (Suatu Kajian dari aspek sosiologi terhadap ketidak patuhan siswa SMA) (2004).
  18. Strategi PKBM (Pusat Kegiatan Masyarakat) dalam Mengelola Sistem Belajar Masyarakat Jalur Nonformal di Kota Semarang (2007).
  19. Kesiapan Pendidikan Dasar 9 Tahun dalam Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kota Semarang (2008).
  20. Pemberdayaan Komite Sekolah dalam Implementasi Manajeman Berbasis Sekolah dengan Membangun Kapital Sosial di Pendidikan Dasar 9 Tahun Kota (2009).
  21. Keefektivan Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Pembentukan Kharakter Kewirausahaan Bagi MAhasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (2010). [/wp-like-locker]

COMMENTS

WORDPRESS: 0