Putih dan Hitam, Terima Kasih

4
Dibaca 1.336

Langit biru dengan lukisan awan yang nyata. Membuat diri tersenyum melihatnya. Selamat pagi untuk semua, menikmati hari yang tidak tau akan seperti apa. Namun tetap berpikir jernih untuk segala hal walau problema selalu datang menghadang.

Oktober 2015. Aku mengenalmu lalu kusimpan dalam, karena ada hal penting yang harus kukerjakan.

November 2015. Aku tau kamu akan meninggalkan kami, tetapi masih tenang diri ini.

Desember 2015. Aku bertemu kembali denganmu. Dan kukuatkan tekad untuk bersamamu. Hingga akhirnya aku dipertemukan dengan sosok yang luar biasa, yang menggugah mata hati ini bahwa aku harus bertahan. Bertahan disini. Sesuatu hal yang indah pasti akan datang jika kita yakin bahwa hal tersebut memang untuk kita. Keyakinan itu tumbuh dan kuceritakan kembali kepadamu. Karna ku tahu bahwa kamu akan meninggalkan kami lagi. Namun kepergianmu kali ini tak akan pernah ku sesali. Kertas putih menjadi saksi. Coretan huruf yang satu demi satu membuat sebuah kata kemudian kalimat. Meski putih itu kini ternoda, tetapi ternoda dengan tinta hitam yang sungguh luar biasa. Jemari tangan yang apik, tak henti membuat orang bergumam akan goresan dari tinta tersebut. Dan disini aku bahagia.

Januari, Februari, dan Maret 2016. Perjalanan yang cukup panjang, menyisakkan kegalauan. Walaupun begitu tetap hadapi hari dengan senyuman. Kamu telah bertemu dengan banyak orang, tetapi hanya menyisakkan 4 orang yang telah berjuang bersama.

Perjuangan itu tidak akan pernah aku bahkan mereka sesali. Banyak kenangan indah tersimpan. Dan ku ucapkan TERIMA KASIH untuk mu yang telah membuat kami menjadi seseorang yang penuh harapan, terus mengembangkan diri, mengambangkan sayap di lingkup yang sama-sama kita jalani ini. Tak lupa ku ucapkan kembali kepada orang-orang yang ada dibelakangmu. Orang-orang yang kami yakini bahwa mereka pun menyayangi kami untuk tetap bertahan disini. Curahan kata telah terlontar dari kami, kemudian kertas coklat datang menghampiri. 1 April 2016. Terbungkus begitu rapih. Kulihat isinya dan mata pun berlinang. Alhamdulillah, TERIMA KASIH. Sebuah hitam putih yang kukirim, kini dibalas dengan hitam putih pula olehmu. Hitam putih yang akan aku kenakan di waktu yang aku inginkan. Terima Kasih kembali kuucapkan kepada Mas Agung Firmansyah. (Alumni PLS UNESA). Tanpamu mungkin kami takkan mampu berdiri saat ini. Berusaha bermimpi dengan orang-orang yang sama ingin mengharapkan semua ini menjadi nyata. Berusaha mewujudkan mimpi yang terus sempat tertanam dalam hati. Sayap-sayap yang terus berkembang. Dan kami disini berusaha untuk mewujudkan impian tersebut. Hitam putih yang kau berikan, aku balas kembali dengan hitam putih yang akan tersimpan disini. Tak akan pernah usang, apalagi hilang. Tak lupa kepada loyalis dan alumni yang senantiasa mendampingi kami sampai kini dan sampai nanti serta mempersiapkan penghargaan itu kepada kami. Seperti kata seseorang;

Kapanpun, Dimanapun, Kita pasti akan bersahabat dengan kertas putih dan tinta hitam.

Sekali pun kita ingin menolak.
Karna, suatu saat kita pun akan dikenang oleh kertas putih dan tinta hitam tersebut
Selalu Bersyukur dan Salam
J

ASM-

 

Menulislah maka kamu ada, bacalah maka kamu bisa

-TA-

TERIMA KASIH

Dikirim Oleh
Ade Sri Mulyani
Email: asmcrp22@gmail.com

IMG_8468

4 KOMENTAR

  1. Terima Kasih Ami 🙂 Mas Fendik 🙂
    Amii semangat menulis, jangan pernah lelah, seperti katamu “tinggalkan tuangkan yang ada dalam pikiran ;)” semuanya akan hilang tetapi tulisan akan menjadi saksi pengingat masa yang pernah kita lewati 🙂

    Mas Fendik terima kasih pula, ditunggu part2 nya (bukan nulis artikelnya) haha… 😀

  2. Terima Kasih juga keapda Mas Ronggo
    Doain aja mas, semoga ade bisa istiqomah dalam menulis 🙂
    Doain moga bisa meluncurkan novel sebelum usia 25 tahun hahaha.. ( ada waktu 4 tahun lagi :v )

Tinggalkan Balasan