Seminar Otonomi Masyarakat

serang, (8/4/11) Pendidikan adalah aset masa depan dalam membentuk dan meningkatkan kualitas SDM. Otonomi daerah yang dimantapkan dengan Undang-Undang...

Introduction in National Meeting of Imadiklus Indonesia Yogyakarta,11 of March, 2016
Pekan Kreasi dan Ajang Sosial (PANKREAS) PLS STKIP SILIWANGI

serang, (8/4/11) Pendidikan adalah aset masa depan dalam membentuk dan meningkatkan kualitas SDM. Otonomi daerah yang dimantapkan dengan Undang-Undang nomor 22 dan 25 tahun 1999, merupakan upaya pemerintah pusat dalam memberdayakan daerah sebagai bagian dari usaha mempercepat pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. pemberdayaan masyarakat merupakan kata kunci dalam otonomi daerah, karena hanya daerah yang masyarakatnya memiliki daya dan kemampuan untuk mengolah, menumbuh-kembangkan, dan memanfaatkan peluang serta sumberdaya yang ada yang akan mampu mandiri dalam mengelola otonomi daerah. FKIP jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) untirta bersama Ikatan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah se-Indonesia (IMADIKLUS) mengadakan seminar nasional, dengan tema “Pengembangan masyarakat menuju masyarakat madani di era otonomi daerah”. para pembicara dalam seminar ini adalah Prof. DR. H. Sholeh Hidayat, M.Pd., Drs. Nursalim, M.Pd., M.Si., serta Dinas Pendidikan Provinsi banten, moderator dalam seminar ini adalah abek akbarudin S.E., alumni fak. ekonomi untirta. sambutan sekaligus pembuka acara seminar ini Aris Suhadi, S.H.,M.H., PR III Untirta. seminar nasional ini terselenggara berkat kerjasama dengan forum tenaga administrasi untirta dan para sponsor lainnya. sebanyak 25 perguruan tinggi negeri maupun swasta se-indonesia mengirimkan para mahasiswa/mahasiswi-nya untuk mengikuti seminar ini. perguruan tinggi yang hadir diantaranya, Universitas negeri padang, univ. bengkulu, univ. negeri semarang, Univ. negeri jakarta, univ. negeri yogyakarta, universita negeri surabaya, univ. ibnu khaldun bogor,univ. negeri medan, univ. negeri malang, UPI Bandung dsb. seminar nasional ini berlangsung selama 3 hari, 8-10 april 2011. pemberdayaan mengandung makna membangunkan potensi dan kekuatan masyarakat, agar mereka mampu bersaing menghadapi tantangan dan permasalahan kehidupan individual dan sosial. suatu tantangan dan hambatan yang datang silih berganti dalam kehidupan bersama. masyarakat dituntut memiliki kekuatan, kepercayaan sepenuhnya harus diberikan kepada masyarakat untuk membangun dirinya sendiri dan lingkungannya. (~SM)

COMMENTS

WORDPRESS: 0