SEMNAS DAN KONGRES 2015 PART 3 BIAS DIRI, EKSPRESI HATI

0
Dibaca 862

BIAS DIRI, EKSPRESI HATI. #SEMNAS DAN KONGRES 2015 PART 3

????????????????????????????????????

Terpejam mata dalam diri yang tak biasa

Merangkuh mimpi dalam biduk yang tak bernoda

Lalu Berlari…. Berlari…. Berlari…. Aku berlari

Mengejarnya dengan segenap rasa yang tak pasti

 

Semilir angin merasuki diri yang hampa ini

Bersama bisikan nada yang tentramkan jiwa

Beralun-alun hingga ku tak sadari

Semua hanyalah semu dalam bingkai jendela mata

Setiap orang memiliki harapan dan cita masing-masing. Tersadar atau tidak, kita selalu mengawali dengan angan dan khayalan. Lalu bertekad dalam diri untuk mengejar namun, tidak semua bisa tercapai. Tetapi setidaknya, kita bisa menikmati apa yang kita inginkan meskipun Tuhan selalu memberikan apa yang tidak kita duga. Karena sesungguhnya, Ia lebih tahu apa yang kita butuhkan daripada apa yang kita inginkan.

Selamat pagi teman-teman. Bagi kalian yang mengikuti Seminar dan Kongres Imadiklus ke-V pasti paham maksud penulis menulis yang diatas. Ada satu sesi dimana kita diberikan untuk mendengarkan bahwa literasi sangat penting. Ada satu sesi dimana kita diberikan untuk berekspresi dalam mengucap kata dan kalimat yang tersedia. Ada satu sesi dimana kita berkumpul dengan ditemani gemuruhnya rintikan hujan dari luar gedung.

Setelah sesi seminar yang ditutup dengan penampilan hiburan anak-anak dari PAUD Melati (Ujung Berung) istirahat, sholat, dan makan. Berkunjung ke stand Lembaga Nonformal. Bertanya kesana kemari lalu melihat dan beralih ke tempat lain atau membeli pernak-pernik yang tersedia dari lembaga tersebut. Dua sayap tenda berisi penuh olehnya. Lembaga yang mengisi stand Pameran PLS tercakup dari wilayah Bandung dan Jabar, diantaranya :

  1. Paguyuban Pengelola RUMPIN JABAR
  2. HIMPAUDI Kota Bandung
  3. HIMPAUDI Kecamatan Lembang
  4. PKBM Ash-Shodiq, Kab. Bandung Barat
  5. TBM Sukamulya Kota Bandung
  6. Laboratorium PLS FIP UPI dan BEM KEMA PLS
  7. Forum TBM Jabar
  8. PKBM Bina Swakarya, Kab. Bandung Barat
  9. Forum TBM Kota Bandung
  10. PKBM Bina Cipta Ujung Berung Kota Bandung
  11. Rajutan Sukamulya
  12. DA’INO KATSU
  13. Toko Buku Mas Ajie

Antusiasme peserta saat berkunjung ke setiap stand sangat terlihat. Terdapat pula mobil pintar yang terparkir di halaman gedung dalam menebar manfaat untuk semua orang.

DSC_0520

Kembali lagi ke cerita. Setelah sesi seminar, istirahat, sholat, dan makan, peserta seminar kembali lagi ke gedung untuk mengikuti sesi selanjutnya tetapi tidak semua. Peserta yang menjadi pemakalah memasuki ruang khusus di gedung Pascasarjana UPI untuk mempresentasikan hasil makalahnya. Sedangkan peserta yang tidak menjadi pemakalah, tetap berada di Gedung Achmad Sanusi. Dipandu oleh MC semi formal (santai) yang berasal dari mahasiswa PLS UPI 2013. Acara Talk show dimulai.

MC mempersilahkan moderator untuk memandu talk show ini. Ia adalah Wulan Ayu Indriani, PLS UPI 2014. Bersama dengannya hadir dua narasumber yang membahas, pertama pentingnya literasi : Dorong Literasi Via Facebook oleh Ketua Forum TBM Prov. DKI Jakarta dan kedua adalah Bias Kumpulan Puisi oleh Rachman Noer (Relawan TBM Rumah Baca Ujung Berung).

Setiap orang tentu mengenal Facebook. Sebuah media sosial yang cukup lama bertahan dan masih ada hingga sekarang. Beragam fitur dikembangkan, sehingga seringkali kita terlena untuk terus berada didepannya. Zaman telah berkembang, tetapi sayangnya media sosial ini kurang termanfaatkan bagi kebanyakan orang. Hidup ini hanya sekali. Terasa sia-sia jika kita tidak bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di depan kita. Bersua kesana kemari tetapi tidak ada arti yang harus dipahami. Sayang sekali.

       Kedua, Bias Kumpulan Puisi. Sebagai mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah tentu kita membuka diri untuk apa saja yang bisa diekspresikan oleh peserta didik (nantinya). Rachman Noer sebagai relawan TBM RBU mencoba mendengarkan keluh kesah yang terdengar di sekitarnya. Lalu memberikan solusi yang tidak biasa melalui karya yang semoga menjadi inspirasi bagi yang melihat dan mendengarnya. Ketika cinta membuahkan karya nyata. Ia pun berdiri lalu mengucap sejumlah kalimat dari bukunya. Penuh keyakinan dan mengeluarkan energi sehingga muncul ekspresi seorang sastrawan. Dan kita terbuai oleh apa yang ia tampilkan.

Membaca puisi hasil karya orang lain memang sangat menyenangkan, apalagi membaca di hadapan penulisnya langsung. Kesempatan yang tidak datang dua kali dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Suasana inilah yang coba ditampilkan oleh moderator bersama narasumber dengan menantang para peserta yang hadir untuk membaca puisi hasil karya Rachman Noer. Tersebutlah untuk sepuluh orang yang berani maju kedepan. Setelah dihitung oleh moderator, majulah beberapa orang melebihi yang diminta. Sebelas mahasiswa yang berasal dari beragam Universitas, maju kedepan dan secara bergantian membacakan salah satu bait atau sampai akhir bait puisi. Terenyuh diri melihat peserta yang maju kedepan. Mencoba beranikan diri walau sebagian badan terlihat bergetar. Keberanian selalu mendatangkan berkah bagi dia yang beruntung. Kesebelas peserta pun mendapatkan buku kumpulan puisi Bias. Bukan hanya itu, buku kumpulan puisi karya Rachman Noer dibagikan pula kepada peserta lain yang hadir dengan diharuskan menjawab pertanyaan dari moderator atau narasumber.

DSC_0785

Proses acara talk show telah dilalui bersama dan dikembalikan kepada MC. Buku yang dibagikan penulis untuk peserta masih tersisa dua. Terbesitlah MC menghampiri dua peserta yang diharuskan memberikan kesan dan pesan untuk kegiatan yang telah diikuti sejak pagi hingga sore itu. Satu laki-laki dari sayap kanan dan satu perempuan dari sayap kiri. Suatu pesan dan kesan yang sangat LUAR SEKOLAH dari orang Pendidikan Luar Sekolah. Seminar dan Talk Show 2015 – Bersama Kita Bisa.

Suatu kata tanpa diabadikan layaknya abu dari api yang telah padam. Tertiup angin dan hanya titik hitam yang membekas. Suatu kata (positif) yang diabadikan layaknya pohon yang disiram, terus tumbuh hingga besar dan selalu ada manfaat setiap prosesnya. Mengabadikan kata tidaklah susah. Hanya pemikiran kita yang membuatnya susah. Banyak manfaat yang kita dapat, jika kita mau berusaha dan bersabar dalam mengabadikan kata tersebut. Percayalah, kita BISA.

Ade Sri Mulyani, PLS FIP UPI 2013

????????????????????????????????????

Tinggalkan Balasan