SEMNAS DAN KONGRES 2015 PART 6 : KEMARIN dan ESOK

0
Dibaca 1.037

#SEMNAS DAN KONGRES 2015 PART 6. KEMARIN dan ESOK

????????????????????????????????????

       Mata ini masih berjumlah dua dan masih bisa melihat kejadian hari ini. Telinga ini masih berjumlah dua dan masih bisa mendengar suara dari kecil sampai jeritan dari orang ciptakan. Hidung ini masih bisa bernafas menghirup udara segar maupun tidak segar. Mulut ini masih bisa berbicara, dan semoga senantiasa dapat berbicara hal yang bermanfaat bagi diri juga orang lain. Dan raga ini masih bisa bergerak, berfungsi sebagaimana mestinya. Terima kasih Tuhan.

       Masa lalu adalah masa yang telah kita lalui. Masa depan adalah masa yang akan kita lewati dengan ragam misteri. Banyak sekali pepatah yang menggambarkan tentang masa lalu dan masa depan “(1) masa lalu tidak usah diingat dan kita harus menatap masa depan. (2) Mungkin kita bisa melupakan masa lalu, tapi tidak dapat menghapusnya. (3) Mengungkit masa lalu hanya akan membuatmu terhenti dan tak akan pernah bisa berkembang. (4) Jangan melihat masa lalu dengan penyesalan, jangan pula melihat masa depan dengan ketakutan. Tapi lihatlah disekitarmu dengan penuh kesadaran. (5) Masa depanmu adalah hari ini (6) Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada indahnya mimpi-mimpi mereka. (7) Masa lalu saya adalah milik saya, masa lalu kamu adalah milik kamu, tapi masa depan adalah milik kita. (8) dan masih banyak lagi.”

       Panah detik di jam dinding terus berputar. Acara Kongres Imadiklus ke-V terus berjalan. Ini adalah masa sebuah pertanggung jawaban para pengurus pusat di hadapan anggota Imadiklus. Menjadi kewajiban setiap insan ketika melakukan suatu hal, ada sebuah pertanggung jawaban yang tidak boleh dilupakan dan dilewatkan. Sebuah pertanggung jawaban selama melekati suatu jabatan dalam dimensi kehidupan yang tengah dijalani. Sebuah pertanggung jawaban yang harus diucapkan agar kelak menjadi pertimbangan dalam menatap masa yang akan datang.

????????????????????????????????????

     Seketika itu (tahun 2013), visi dan misi telah ditetapkan, sejumlah program dicanangkan (tahun 2014). Pembagian konsentrasi dilakukan agar dapat fokus dan saling mengingatkan agar tidak hilang kendali. Bak kendaraan, terus mengendarai sebuah roda untuk menebar kebermanfaatan. Ketua dan wakil ketua terus berdampingan, hingga tak terasa pengurus telah melakukan sebuah persembahan. Sebuah persembahan perjalanan sederhana. Tidak semegah konser hiburan, namun akan dikenang dalam kesejukkan. Di tengah malam yang dihiasi lampu terang benderang, disitulah sejumlah mata terpejam secara bergantian. Namun, terbuka kembali setelah diberi suguhan yang memanaskan mulut untuk tetap segar mengikuti setiap proses halaman demi halaman. Mengoreksi lembar demi lembar dengan tinta hitamnya, dan bertanya atas apa yang tidak dimengerti ataupun terasa ada suatu kejanggalan. Sebuah transparansi yang tidak sepenuhnya transparan. Masih ada kekurangan, tetapi inilah kehidupan. Tidak selamanya bisa menjadi sempurna. Karna kesempurnaan hanya milik Sang Pencipta.

    Panah hitam terus berjalan, ucapan terus terlontar. Pandangan umum dikeluarkan oleh masing-masing almamater. 21 menyeru dan memiliki pandangan yang berbeda. 20 menerima dan 1 tidak menerima. Sejumlah catatan pun tertampung dan tertuliskan untuk diingat. Sebuah visi dan misi haruslah sejalan dengan roda Imadiklus yang semakin berkembang. Anggota khusus pun harus taat konstitusi yang telah ditetapkan. Pola kaderisasi terus dipahami agar tidak terjadi miss communication. Setelah semua terucap, akhirnya kepengurusan Imadiklus periode 2013-2015 selesai dan didemisioner. Alhamdulillah.

       Palu diketukkan tanda sesi Laporan Pertanggung Jawaban sudah selesai. Berlanjut kepada sesi selanjutnya yakni tiga komisi dengan tiga topik pembahasan yang berbeda. 1) pembahasan GBHK (Garis Besar Haluan Kerja), 2) Rekomendasi-rekomendasi, dan 3) Mekanisme Pemilihan Ketua Umum Imadiklus yang baru. Presidium menyebutkan nama-nama yang masuk ke dalam komisi I, II, dan III. Nama yang sebelumnya telah ditentukan oleh panitia. Berkumpul bersama dalam satu lingkarannya masing-masing. Berkumpul dengan didampingi para anggota istimewa yang membantu jalannya pembahasan. 10 menit ditawarkan ternyata belum bisa diselesaikan. 15 menit ditambahkan mengingat peminjaman gedung hanya tinggal satu jam. Setelah diberikan waktu, masing-masing komisi memaparkan hasil pembahasannya. Saat pembahasan, presidium sementara muncul untuk memimpin jalannya kegiatan. Tidak dipilih seperti presidium awal, hanya disepakati oleh masing-masing komisi siapa yang menjadi presidium I, II, dan III. 25 menit telah berlalu.

       Pertama, komisi I dipanggil. Namun sayang belum bisa tampil karena masil ada hal-hal yang harus diselesaikan, lalu dilempar kepada komisi lain dan akhirnya komisi III terlebih dahulu yang maju kedepan dan memberitahukan pembahasan. Dipandu oleh 2 laki-laki dan 1 perempuan yakni Eddy/UNM (Presidium I), Ilham/UNSRI (Presidium II), dan Dina/UNIB (Presidium III). Mekanisme pemilihan ketua dan wakil ketua umum. Terdiri dari 11 poin dan disahkan dengan sedikit sanggahan/tambahan dari peserta sidang. 11 poin disepakati lalu disahkan dan dikonsiderankan oleh presidium awal.

       Kedua, komisi II dipanggil. Mereka maju kedepan dan memberitahukan pembahasan. Dipandu dengan formasi yang sama dengan komisi III, 2 laki-laki dna 1 perempuan yakni Akmal/UNSRI (Presidium I), Febrian/UNY (Presidium II), dan Laras/UNEJ (Presidium III). Rekomendasi-rekomendasi. Terdapat banyak poin yang terbagi dalam 2 kategori. Rekomendasi untuk internal dan eksternal. Terlihatlah berjumlah 3 halaman dalam layar dengan begitu banyak poin. Satu persatu dibacakan, dan terkadang ada sanggahan dari peserta. Bukan untuk disalahi hanya untuk memperjelas atas apa yang diusulkan. 15 menit berlalu tetapi pembacaan pembahasan belum selesai. Sehingga pending dilakukan mengingat adzan subuh telah terlewat dan auditorium harus segera ditinggalkan. Istirahat, meregangkan badan yang tidak terasa telah semalaman melakukan aktivitas Kongres Imadiklus ke-V. Matahari telah memancarkan cahayanya. Acara terus dilanjutkan dengan wajah yang telah dibasuh oleh air wudhu sebelumnya. Masuk kembali ke gedung Geugeut Winda, tetapi berbeda suasana. Ruangan berganti menjadi di aula lantai 1. Melanjutkan kembali pembahasan komisi II yang sempat tertunda. Peralihan presidium terjadi, dan Laras yang memimpin jalannya pembahasan. Tiada microphone, membuat presidium I mengeluarkan suara yang cukup keras agar semua peserta dapat mendengar apa yang disampaikan. Tidak terasa 23 rekomendasi internal dan 16 rekomendasi eksternal dipahami dan disahkan. Sama seperti sebelumnya, sanggahan dari peserta tidak terelakkan. Pembahasan yang dengan sabar terus dipahamkan dari setiap poin yang diusulkan untuk peserta Kongres Imadiklus ke-V. Disahkan dan dikonsiderankan oleh presidium awal.

       Ketiga, komisi I dipanggil. Mereka maju kedepan dan memberitahukan pembahasan. Dipandu dengan formasi yang berbeda dengan komisi II maupun III. Presidium sementara dari Komisi I adalah dua perempuan dan satu laki-laki, yakni Ade/UPI (Presidium I), Dini/UNIMED (Presidium II), dan Bagus/UNEJ (Presidium III). Pembahasan GBHK (Garis Besar Haluan Kerja). Sebuah pembahasan yang harus dipahami dan landasan untuk menjalani roda kepengurusan selanjutnya selain AD dan ART. Microphone masih belum terlihat, suara keras pun dikeluarkan dengan semaksimal mungkin. Pasal demi pasal diucapkan. Berbeda dengan kongres sebelumnya, kali ini terdapat dua pasal yang ditambahkan mengingat kebutuhan organisasi di zaman sekarang. Seperti biasa, selalu ada sanggahan dari setiap redaksi yang kurang terpahamkan. Bukan hanya dari dan untuk anggota biasa dan khusus tetapi mencoba memahamkan dari pertanyaan anggota istimewa pula. Setelah semua memahami, lalu disahkan dengan penuh arti. Akhirnya dikonsiderankan oleh presidium awal.

     Kemarin dan esok. Dua hal yang berbeda namun tidak bisa dipisahkan. Kita berada di hari ini karena telah melewati masa kemarin. Kita berada di hari ini untuk bermimpi di masa esok. Kemarin adalah hari yang penuh pelajaran berarti bagi masa kini dan masa esok. Hari ini jadikan lebih baik dari kemarin, berusahalah. Hari esok jadikanlah lebih baik dari hari sekarang, sesungguhnya. Karena jika hari dibiarkan berlalu begitu saja, hanya kerugian yang kan menimpa. Kemarin dan esok, tetaplah bermanfaat.

Ade Sri Mulyani, PLS FIP UPI 2013

DSC_0947

DSC_0945

DSC_0942

(Ingin mengetahui dokumentasi Kongres Imadiklus ke-V lebih banyak, cek selanjutnya di Gallery Imadiklus 😉 )

Tinggalkan Balasan