Semnas dan Kongres Imadiklus 2015 Part 2: Konsep dunia dengan lembaran barunya

0
Dibaca 899

Kamis, 26 November 2015. Rangkaian acara yang dinanti mulai hari ini.Udara pagi hari di Bandung yang sejuk nan tenang menambah semangat diri untuk bergegas melakukan aktivitas yang akan menambah wawasan hati dan pikiran. Berjalan serta melangkah bersama menuju Gedung Achmad Sanusi UPI, tempat dilaksanakannya Seminar Nasional. Mengusung tema : “Pemetaan Pembangunan Berkelanjutan Abad 21 Untuk Penguatan Peran Pendidikan Non Formal dan Informal di Indonesia”. Satu kewajiban bagi kita sebagai pemuda dunia untuk mengetahui arah dan tujuan pembangunan berkelanjutan. Akhir tahun 2015, adalah masa tutup buku dunia untuk lembar yang telah dilewati dengan nama konsep MDGs (Millenium Development Goals). Beralih kekonsep baru yang harus kita pahami agar saat pelaksanaanya nanti tidak salah arah tetapi sesuai dengan rumusan yang telah ditetapkan yakni konsep SDGs (Suistenable Development Goals).

            Pukul 07.30 regitrasi peserta telah dibuka. Satu persatu mengisi presensi dan mengambil snack pagi yang telah disediakan oleh panitia. Alunan lagu dari mahasiswa PLS UPI 2012 mengiringi jalannya acara yang masih menunggu kumpulnya peserta. Lantai satu telah terisi lalu beranjak kelantai dua. Pukul 09.00wib acara baru dimulai. Rangkaian pembukaan digelar dengan kekhidmatan para peserta dan panitia. Rektor UPI yang saat itu berhalangan hadir, akhirnya diwakili oleh Dekan FIP UPI membuka acara Seminar Nasionaldan Kongres Imadiklus ke-V. Dilanjutkan, MoU dan MoA antara PLS UPI dengan lembaga-lembaga nonformal yang telah menjadi mitra. Setelah itu, sesi seminar pun dimulai.

Seminar Nasional dengan mengusung tema yang telah disebutkan di atas, diawali dengan keynote speaker  oleh Ir. DjaengBaskoro, M.Pd(Kepala PP PAUDNI Regional 1 Bandung) mewakili Haris Iskandar, Ph.D (Dirjen PAUD danDikmasKemdikbud). Pemateri oleh Prof. Hafid Abbas, Ph.D (Komisioner subkomisi Mediasi Komnas HAM) dan Dr. Uyu Wahyudin, M.Pd (Dosen PLS FIP UPI) dengan moderator Prof. Oong Komar, M.Pd (Dosen PLS FIP UPI)

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang akan diimplementasikan hinggatahun 2030 terdapat 17 tujuandan 169 target. Ban Ki Moon sebagai SekretarisJenderal PBB mengajukan 6 kerangka elemen SDGs diantaranya kehormatan, kesejahteraan, keadilan, kerjasama, bumi, dan manusia.17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tersebut diantaranya :

  1. Menghapus kemiskinan dalam segala bentuknya dimanapun
  2. Mengakhiri kelaparan, mencapai keamanan pangandan perbaikan gizi, dan memajukan pertanian berkelanjutan
  3. Memastikan hidup yang sehat dan memajukan kesejahteraan bagi semua orang di semua usia
  4. Memastikan kualitas pendidikan yang inklusif dan adil serta mempromosikan kesempatan belajar seumur hidup bagi semua
  5. Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan
  6. Memastikan ketersediaan dan pengelolaan air dan sanitasi bagi yang berkelanjutan bagi semua
  7. Memastikan akses ke energi yang terjangkau, dapat diandalkan, berkelanjutan dan modern bagi semua
  8. Mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan inklusif, kesempatan kerja yang penuh dan produktif serta pekerjaan yang layak bagi semua
  9. Membangun infrastuktur yang tangguh, menggalakkan industrialisasi yang berkelanjutan dan inklusif dan mengembangkan inovasi
  10. Mengurangi ketimpangan di dalam dan di antara Negara-negara
  11. Membuat kota dan permukiman manusia menjadi inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan
  12. Memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan
  13. Mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampak-dampaknya
  14. Menghemat dan menjaga kesinambungan dalam menggunakan samudera, laut, dan sumberdaya untuk pembangunan yang berkelanjutan
  15. Melindungi, memulihkan dan meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan, memerangi desertifikasi, dan menghentikan degradasi tanah cadangan serta menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati
  16. Mendorong kehidupan masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses terhadap keadilan bagi semua, dan membangun institusi yang efektif, akuntabel dan inklusif di semua
  17. Memperkuat sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tersebut, pastinya menjadi PR bagi kita untuk dilaksanakan. 17 tujuan yang dipaparkan serasa terasa berat namun sebenarnya ringan. Mengaparingan? Karena inilah yang kita pelajari di Pendidikan LuarS ekolah. Bukankah PLS dating dan berjuang untuk masyarakat, untuk kepentingan umum, untuk kepentingan bersama?. Oleh karenanya, 17 tujuan pembangunan berkelanjutan ini harus dicapai dengan strategi yang kita pelajari di Pendidikan Luar Sekolah. Berdiam diri saja tidak cukup untuk menyelesaikan permasalahan. PLS yang belajar memPEKAkan orang, belajar memPEKAkan banyak hal. Permasalahan melambai untuk diselesaikan dengan cara baik nan damai. Tugas kita memang tidak sedikit. Tetapi, ada salah satu prinsip yang dapat kita pegang dan prinsip tersebut sangat menunjukan Pendidikan Luar Sekolah. Go The People, Live Among Them, Learn From Them, Start From Where They Are, Work With Them, Built On What They Have, But Of The Best Leaders, When The Task Is Accomplished, The Work Completed the People Are Remark “We Have Done It Ourself”.

Wahai pemuda, generasi penerus bangsa. Pemuda yang fresh graduate. Tonggak harapan dengan segudang ide yang masyarakat dambakan. Tidakkah kita malu bila sikap kita hanya seperti ini saja?Hanya melihat kemudian menutup mata kembali. Acuh. Hari esok adalah cerminan hari ini. Marilah berubah selagi masih diberi waktu. Mari berubah untuk menyelesaikan persoalan dengan bijak. Mari berubah untuk mengubah kegelisahan menjadi senyuman setiap saat. Karena kita PLS – Belajar Berjuang Untuk Perubahan.  😀

Ade Sri Mulyani,
PLS FIP UPI 2013

Tinggalkan Balasan