SEMNAS DAN RAKERNAS 2016 PART 5 : MENATAP BIDUK LANGIT YOGYAKARTA

0
Dibaca 877

Hari demi hari telah kita lalui. Tak terasa kini telah berada di penghujung acara. Kita semua bergegas sambil membereskan barang masing-masing. Sesi photo sana photo sini pun tidak dilewatkan. Ini kesempatan yang tidak akan datang dua kali. Kelak ini akan menjadi cerita indah dalam 5, 10 atau bahkan tahun-tahun yang akan datang.

Setelah semua mengisi perut dengan makan pagi, dan barang-barang dikemas rapih, selanjutnya memasuki bus yang akan mengantarkan kita semua ke tempat yang dituju. Tempat yang akan membahagiakan kita. Sebuah nama yang begitu indah. Sebuah tempat yang bernama Gembira Loka Zoo. Ya, tempat kebun binatang yang kini menjadi mitra sekaligus labsite PLS UNY. Begitu tentramnya kita memasuki kawasan ini. Pertama kita berkumpul dan diberikan penjelasan kenapa tempat ini bisa menjadi labsite PLS UNY. Kedua, kita dibagi kelompok bebas asal berbeda universitas. Menyusuri lahan yang begitu luas dan dipandu dengan mba dan mas yang ayu. Menyusuri binatang-binatang yang memanjakan diri untuk tersenyum. Menyusuri tempat-tempat bahwa mereka pun ingin hidup bersama di bumi ini. Konsep yang diusung pun membuat kita semua bergembira bisa hadir disini. Aliran air yang mengalir di setiap tempat membuat tempat ini mempunyai konsep yang begitu khas dibanding kebun binatang lain. Rincikan air yang begitu menentramkan jiwa. Damainya hati melihat tumbuhan yang tumbuh dengan hijaunya yang indah. Begitu kuatnya diri melihat langit biru dengan putihnya awan. Sungguh luar biasanya ciptaan Tuhan. Alhamdulillah, Masya Alloh. Menyapa para binatang-binatang dengan ramah. Tanpa rasa takut akan menyakiti. Tetapi mereka pun menyapa ramah kembali kepada kita semua. Perjalanan ini pun menghabiskan 2 jam yang tidak terasa lelahnya. Kita berkumpul kembali di tempat awal. Sholat duhur dan makan siang bersama.

Duduk dalam lingkaran bersama, kita lakukan penutupan acara. Sambutan ketua pelaksana yang menghangatkan dan juga sambutan ketua umum yang menyemangatkan kita semua. Tak lupa ditutup dengan nyanyi Mars Imadiklus bersama dan yel-yel singkat yang kini menjadi kebanggaan. “Angkat tangan keatas, Jrengg.. Tepuk dada satu kali. Jrengg. Tepuk dada dua kali. Jrengg Jrengg…. ” Ya, itulah keceriaan yang tidak akan pernah kita lupa dan akan selalu menjadi kenangan manis bahwa aku bahagia mengenal kalian.

Perjalanan ini belum usai. Setelah selesai, kita melanjutkan perjalanan ke pusat oleh-oleh. Tidak lain tidak bukan adalah Malioboro. Kata orang, belum lengkap ke Yogyakarta jika belum ke Malioboro. Siapkan uang yang cukup atau kaki yang kuat untuk melangkah dan mengitari Malioboro ini. Tetapi sebelumnya, kita photo bersama dulu di benteng Vredeburg. Sebuah benteng yang menjadi sejarah di kota Yogyakarta ini. Satu kali cekrek. Dua kali cekrek. Tiga kali cekre cekrek… Itulah manusia, selalu eksis di depan kamera. Perjalanan Malioboro pun dapat dimulai. Dengan waktu satu jam ada yang segera berlari kesana, ada yang masih jalan santai. Menikmati suasana ramai Malioboro. Oleh-oleh di tangan pun tidak sebatas satu keresek bahkan banyak keresek.

Yogyakarta, satu makna berjuta cerita. Menatap Langit biru dengan kanvas putih halusnya. Bersyukur berdiri di sini. Bersyukur mengenal mereka yang murah senyum dan ingin berbagi. Tak lupa sejumlah tugas tetap menanti, tetap lewati dengan sepenuh hati, hati yang ikhlas. Mari terbang bersama melihat bumi yang menakjubkan mata.

5 (1)

Jpeg
Jpeg

Tinggalkan Balasan