Serba-Serbi PPL 2 Universitas Negeri Surabaya Di UPT SKB Kota Malang (Bag. 1)

Serba-Serbi PPL 2 Universitas Negeri Surabaya Di UPT SKB Kota Malang (Bag. 1) Pagi yang cerah melihat tanggal yang bertuliskan angka 9 tepatnya hari S...

Lima Jari untuk KETUMAMOYA _
Proposal Rakorwil 1 Imadiklus 2016

Serba-Serbi PPL 2 Universitas Negeri Surabaya Di UPT SKB Kota Malang (Bag. 1)

Pagi yang cerah melihat tanggal yang bertuliskan angka 9 tepatnya hari Senin, pada hari itu PPL hari pertama kami mulai di SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Kota Malang. Disini awal mula cerita Kami mahasiswa PLS UNESA (Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya) datang dengan membawa rasa ingin tahu yang besar di  SKB Kota Malang. Setibanya di lokasi PPL kami terkejut bahwa ternyata setiap hari senin ada Apel pagi, dan setiba di SKB Kota Malang, kami langsung bersiap-siap mengikuti Apel tersebut. Apel pun dimulai seperti upacara hari senin di sekolah formal pada umumnya tapi bedanya di SKB Kota Malang lebih sederhana. Peserta yang mengikuti apel tersebut adalah warga belajar yang akan kami ajar, yang terdiri dari peserta kejar paket B dan C serta anak jalanan yang mengikuti kegiatan diklat di SKB Kota Malang.  Seusai Apel kami pun diperkenalkan satu persatu dengan warga belajar.

Kami langsung menuju ke kantor untuk berkenalan dengan staf-staf yang ada di SKB Kota Malang, setelah itu kami diberi fasilitas sebuah ruangan untuk beraktfitas di SKB Kota Malang. Di maja kerja kami sudah menanti banyak dokumen yang ternyata adalah pekerjaan kami untuk hari itu, selain itu ada sebuah jadwal yang ternyata adalah jadwal kegiatan PPL kami yang sudah disiapkan oleh pihak SKB Kota Malang. Setelah melihat dokumen tersebut, kamipun terkaget-kaget melihat jadwal itu yang ternyata jam kerja kami sanggat panjang yaitu dimulai pukul 8 pagi – 9 malam dan itu terjadi selama 2 minggu dan tidak ada libur sama sekali (T.T). Jadwal itu adalah jadwal anak jalanan yang mengikuti “pelatihan ketrampilan bagi klien anak jalanan program percepatan kegiatan pembinaan anak jalanan tahun 2012”. Di jadwal tersebut juga diuraikan bahwa diklat tersebut dibagi menjadi 2 jenis, yaitu diklat tata boga dan diklat otomotif. Kami pun berembuk untuk membagi kegiatan tersebut agar semuanya dapat dilaksanakan. Berhubung teman kami satu tim PPL di SKB Kota Malang belum datang semua maka saya dan mbk Uty (2009 B) membagi pekerjaan di hari itu, saya menjadi asisten pamong di otomotif dan mbk Uty asisten pamong di tataboga. Pembelajaran pun dimulai, Kami pertama merasa sangat kesulitan mengatur anak jalanan tetapi dibantu tutor dari SKB Kota Malang (Bapak Agung).

Siang sekitar jam 1 kami istirahat siang dengan ditemani anak jalanan. Kami pun mengakrabkan diri sambil memakan makanan yang sudah disiapkan oleh SKB Kota Malang. Kesempatan ini secara tidak langsung saya manfaatkan untuk mengobservasi peserta didik. Sebagai tambahan agar saya juga lebih mengenal anak jalanan tiap individu. Diklat ini adalah diklat tingkat propinsi Jatim (Jawa Timur) yang dibawahi oleh Dinas Sosial Jatim, yang diwakili oleh beberapa kota dari seluruh Jatim. Seperti Surabaya, Malang, Kediri, Jember, Madiun. Setelah selesai observasi kami menyimpulkan bahwa ada 2 hal, yaitu PLS ternyata pekerjaan yang multidimensional yang dapat bekerja dengan semua lini. Selain itu tidak semua anak jalanan yang ada disitu hidup dijalanan, ada dari sebagian mereka yang hidup di yayasan liponsos (Lingkungan Pondok Sosial), yayasan sosial swasta, dan sebagian anak jalanan yang memiliki rumah. Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 4 sore. Kami pun dipersilahkan off oleh Kepala UPT SKB Kota Malang untuk beristirahat dikos, karena stelah magrib kami harus kembali ke SKB untuk mengisi acara malam. Sesampainya di kos ternyata teman satu persatu dari TIM PPL SKB Kota Malang  datang dari Surabaya.

Pukul 7 malam TIM PPL SKB Kota Malang pun berangkat kembali ke SKB untuk melanjutkan kegiatan malam. TIM PPL berinisiatif melakukan sharing kepada anak jalanan agar mereka lebih bisa dekat dengan kami, sambil meneruskan obervasi kami tadi siang, mereka sangat antusias untuk bercerita tentang pengalaman mereka.kebanyakan dari mereka adalah anak yang bermasalah sehingga hidup dijalanan. Kami pun menangapi hal tersebut sambil memberi solusi kepada mereka, walapun hanya ala kadarnya.

Inilah gambaran awal PPL PLS Universitan Negeri Surabaya Di SKB Kota Malang. Tidak lupa tulisan ini saya dedikasihkan untuk teman PLS se-Indonesia dan khususnya pada teman satu TIM PPL PLS UNESA : khorik, toto, uty, cicil, nadya. Bagaimana pengalaman PPL kalian? Share biar temen- temen atau adik tingkat kita tahu apa yang menjadi lahan mereka. Tunggu info update PPL kami di SKB Kota Malang.

Agung Firmansyah (UNESA 2009)

COMMENTS

WORDPRESS: 5
  • comment-avatar

    konten positif apakah hanya berakir dengan jempol/diskusi yah

  • comment-avatar
  • comment-avatar

    dilanjutkan untuk hal serupa……
    semoga yag lain bisa tergugah untuk mem-PUBLISH kegiatan di tempat mereka berada…..

  • comment-avatar
  • comment-avatar

    Kebetulan rumah saya dekat SKB kota Malang. Dulu sebelumnya ada dari Univ. Negeri Mlg yg jg PPL disitu. Saya senang ada kegiatan belajar mengajar pada anak2 jalanan & warga belajar SKB lainnya. Daripada mereka ada di jalanan, yg tdk bermanfaat & membahayakan diri sdri org lain lbh baik ada disana untuk dirahkan pd kegiatan positif lainnya
    Viva La Unesa