SINETRON BERJUDUL CENTURY GATE

Sejak terpilih kembali SBY menjadi presiden Indonesia, masyaraka dihadirkan pada sebuah tontonan yang (tidak) menarik dari sebuah kasus bernama Century Gate. Mulai dari demo dan aksi keprihatinan dari para nasabahnya yang menjerit karena tabungan yang dilarikan hingga saat ini para actor yang (tidak) professional yang berperan sebagai antagonis, protagonist serta berbagai macam kreatifitas mereka dalam menjadi orang “beken .

Tidak luput juga saya sebagai orang awam yang ikut tertarik menonton, bagaimana tidak, setiap hari saya disuguhkan dengan iklan iklan baik di media cetak maupun elektronik tentang panasnya sinetron ini. Saya rasa ketika nanti ada pemilihan sinetron Gate yang terpanas, maka Century Gate akan mengalahkan Bulog gate yang telah menurunkan seorang presiden, walaupun hingga saat ini belum ada indikasi akan turun lagi seorang presiden karena sinetron yang sama jenis tapi beda judul tersebut.

Layaknya beberapa sinetron di Indonesia yang hanya menjual ketegangan akan tetapi tidak jelas pesan apa yang ingin disampaikan, sinetron ini juga tidak mau kalah dengan trend masa kini, sinetron Century Gate hanya menjual bagaimana caci maki yang baik, saling menyinggung yang benar, dan bagaimana curhat yang panjang dan lebar serta interupsi yang tepat. Pertanyaan saya saat itu adalah, apa maksud dari ini? Mungkin pertanyaan yang sama dengan teman teman yang lain sesame orang awam.

Pemeran utama sepertinya belum ditetapkan oleh sutradara, jadi setiap actor saling berebut untuk menjadi pemeran utama, beberapa pemeran figuran yang berskala nasional juga tidak dapat mengalahkan pamor orang beken yang sudah ada di panggung. Artis yang sudah menjadi nominasi juga sudah ditetapkan, dan hingga saat ini masih mencoba menarik perhatian public dengan semakin membiaskan apa tujuan diadakannya sinetron ini.

Narsisme, curhat, makian, hujatan, selalu dilontarkan untuk semakin tidak memperjelas tujuan. “Saya orang beken ucapnya. Wow sebuah narsisme dari seseorang artis yang dipilih oleh (katanya) demokrasi terbaik.

Tanpa perlu berbasa-basi di tulisan saya, ada sebuah pertanyaan yang mengganggu, “bagaimanakah nasib para nasabah??? . Sepertinya nasib para nasabah hanya dikacaukan seorang artis yang (pingin) beken.

Panji Bahari Noor Romadhon

You might also like More from author

2 Comments

  1. Panji says

    Bukan mas…
    Itu… sinetron Panji Manusia Millenium…
    hahaha…

Leave A Reply

Your email address will not be published.