Sistem Pendidikan Luar Sekolah

1
Dibaca 9.243

Sistem Pendidikan Luar Sekolah Menurut Cambell (1979:3) sistem adalah komponen-komponen atau bagian-bagian yang saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan. Selanjutnya sistem menurut  Soenardi  Ronowisroyo  (1982:  71)  adalah  sekelompok  kornponen yang berkaitan satu dengan lainnya sehingga keseluruhannya mampu melakukan fungsi- fungsi tertentu. Pendidikan  luar  sekolah  mempunyai  komponen-komponen  yang  saling berkaitan dan saling mendukung antara yang satu yang lainnya. Sudjana (1989: 50) menggambarkan hubungan fungsional antara komponen-komponen tersebut sebagai berikut :

Pendidikan_luar _sekolah
Masukan sarana, (instrumental input) meliputi keseluruhan sumber dan fasilitas yang memungkinkan atau kelompok melakukan kegiatan belajar. Masukan mentah (raw input) yaitu peserta didik dengan berbagai karakteristiknya. Masukan lingkungan (environmental    input),    yaitu    faktor    lingkungannya  program    pendidikan.    Proses, menyangkut interaksi antara masukan sarana dan peserta didik (masukan mentah), Keluaran, (out put) yaitu kuantitas lulusan yang disertai kualitas perubahan tingkah laku  yang  di  dapat  melalui kegiatan belajar membelajarkan. Masukan lain  (other) adalah daya dukung lain yang memungkinkan para peserta didik dan lulusan dapat menggunakan kemampuan yang telah dimiliki untuk kemajuan hidupnya. Pengaruh, (impact); meyangkut hasil yang dicapai peserta didik.
Dalam pelaksanaan program pelatihan keterampilan, pendidikan luar sekolah tetap mengacu pada tujuh komponen pendidikan luar sekolah.


Komponen    pengaruh    atau    dampak    merupakan    tujuan    dari    program pendidikan penyululuhan kesehatan lingkungan dan pemukiman. Penekanan utama bagi  program  pendidikan penyuluhan ini  bagi  peserta  didik  adalah  agar  mereka memiliki pengetahuan, pemahaman, perilaku hidup sehat, sehingga dengan demikian mereka dapat berperan serta dalam pembangunan, menuju masyarakat sehat sejahtera, aman sentosa

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan